WANITA DI TENGAH ARUS KEMODERNAN DALAM PERSPEKTIF SACHIKO MURATA (Kajian Gender dengan pendekatan Feminis)

Sachiko Murata adalah seorang Muslimah Jepang dan Professor Studi-Studi Agama di State University of New York,Stony Brook yang memperlihatkan simbolisme gender dalam karyanya The Tao of Islam, yakni sebuah antologi yang lengkap di bidang pemikiran Islam tentang hakikat hubungan antara Tuhan dan alam...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Sulton Firdaus
Format: Article
Language:English
Published: Islamic Faculty 2018-04-01
Series:Hakam: Jurnal Kajian Hukum Islam dan Hukum Ekonomi Islam
Online Access:https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/hakam/article/view/69
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Sachiko Murata adalah seorang Muslimah Jepang dan Professor Studi-Studi Agama di State University of New York,Stony Brook yang memperlihatkan simbolisme gender dalam karyanya The Tao of Islam, yakni sebuah antologi yang lengkap di bidang pemikiran Islam tentang hakikat hubungan antara Tuhan dan alam semesta, alam semesta dan manusia, serta manusia dan Tuhan. Dalam permasalahan gender, Sachiko Murata menggunakan argument-argumen berdasarkan pendekatan teori alam semesta (kosmologi) sebagai dasar pemikirannya dan lebih mengarah kepada batiniyah-tekstual (mistik) dengan “mempercayakan” pada penafsiran bi al-Riwayat(bi al-Ma’sur)atau lebih dikenal dengan konsep teologis. Dalam menguraikan relasi gender, Prof. Sachiko Murata menggunakan perspektif teologi,kosmologi dan psikologi. Hubungan antara Tuhan, makrokosmos dan mikrokosmos. Beliau banyak menganalogikakan relasi gender dengan keterhubungan diantaran ketiganya. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa Gender dalam perspektif Sachico Murata adalah tradisi alam yang tidak terhindarkan lagi. Interpretasi ini di apresiasi lebih mendalam oleh tokoh sekaliber beliau yang mengatakan bahwa manusia di muka bumi ini sama dihadapan Allah kecuali kapasitas ketakwaanya. Melalui elaborasinya dalam pandangan Tao bahwa penciptaan manusia dengan bahan tanah. Dalam ajaran Tao tanah adalah Yin, sehingga realitas Yin ini sangatlah terhormat. Sachico Murata lebih menekankan semangat egalitarianisme dan antropoteosentrisme yang memihak universalitas kemanusiaan. Sachico Murata melihat bahwa keberadaan Gender merupakan anugerah yang mesti disyukuri sebagai nikmat manusia yang memiliki peran selain regenerasi juga mitra dalam menengarai kehidupan dunia.   Keyword: Wanita, Seks dan gender
ISSN:2829-5803
2580-8052