Konflik Keagenan Tinjauan Teoritis dan Cara Menguranginya
Pada sebuah perusahaan, pemilik perusahaan biasanya akan mendelegasikan tugas dan tanggung jawab pengurusan dan pengelolaan operasi perusahaannya kepada para manajer untuk kepentingan pemilik. Para manajer yang diberi tanggung jawab dalam hal ini bertindak sebagai agen, mempunyai kewajiban untuk dap...
Saved in:
| Main Author: | |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Maranatha Christian University
2014-12-01
|
| Series: | Jurnal Akuntansi |
| Online Access: | https://journal.maranatha.edu/index.php/jam/article/view/291 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Pada sebuah perusahaan, pemilik perusahaan biasanya akan
mendelegasikan tugas dan tanggung jawab pengurusan dan pengelolaan operasi perusahaannya kepada para manajer untuk kepentingan pemilik. Para manajer yang diberi tanggung jawab dalam hal ini bertindak sebagai agen, mempunyai kewajiban untuk dapat memaksimumkan kesejahteraan para
pemilik perusahaan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Sisi lain, manajer juga memiliki kepentingan yang sama dengan kepentingan pemilik perusahaan, yaitu memaksimumkan kesejahteraannya. Adanya dua kepentingan ini berdampak pada permasalahan keagenan. Artikel ini mencoba mengulas kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan utang, kebijakan dividen, risiko, kebijakan insentif aliansi, dan memahami perannya
untuk mengurangi konflik keagenan. Informasi yang dihasilkan dari artikel ini diharapkan dapat membantu pihak perusahaan, investor, calon investor maupun kalangan akademisi dalam memahami mekanisme untuk mengurangi konflik keagenan.
Kata Kunci: Konflik keagenan, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kebijakan utang, kebijakan dividen, risiko, kebijakan insentif aliansi, memahami perannya. |
|---|---|
| ISSN: | 2085-8698 2598-4977 |