EDUKASI DAUR ULANG SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS DI KELURAHAN PASAR AMBACANG KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG

Tahun 2019 jumlah penduduk Kota Padang meningkat hingga mencapai 950.871 jiwa, dengan timbulan sampah sebesar 624,24 ton/ hari. Penelitian mengenai sampah padat di Indonesia menunjukkan bahwa bahwa 80 % nya adalah sampah organic. Jika kita mampu menangani permasalahan sampah ini dengan baik, sampah...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Novia Wirna Putri, Septia Pristi Rahmah, Syafa Indah Tafsia, Valda Yasmina Putri
Format: Article
Language:English
Published: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas 2022-06-01
Series:Jurnal Hilirisasi IPTEKS
Subjects:
Online Access:https://hilirisasi.lppm.unand.ac.id/index.php/hilirisasi/article/view/606
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Tahun 2019 jumlah penduduk Kota Padang meningkat hingga mencapai 950.871 jiwa, dengan timbulan sampah sebesar 624,24 ton/ hari. Penelitian mengenai sampah padat di Indonesia menunjukkan bahwa bahwa 80 % nya adalah sampah organic. Jika kita mampu menangani permasalahan sampah ini dengan baik, sampah organik ini dapat diolah menjadi pupuk kompos yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Permasalahan yang terdapat saat ini sampah masih belum terkelola dengan baik, sebagian besar masyarakat belum mempunyai keterampilan dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bernilai guna dan ekonomis, sehingga bisa meningkatkan produktivitas masyarakat dalam mengolah sampah dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Kelurahan Pasar Ambacang, Kota Padang mengenai daur ulang sampah organik sebagai upaya pengendalian pencemaran lingkungan dan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam melakukan daur ulang sampah organik. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu terdiri dari tahap perencanaan kegiatan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pemahaman peserta kegiatan tentang pengolahan sampah organik melalui metode kompos sebesar 31,7 %. Masyarakat telah dapat melakukan pengolahan sampah organik dirumah tangga dengan menggunakan komposter. Masyarakat juga dapat memanfaatkan kompos yang telah dibuat sebagai pupuk tanaman. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat telah berkontribusi untuk mengurangi timbulan sampah di TPA dan menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.
ISSN:2621-7198