Metode Pembelajaran Berbasis Pengalaman sebagai Upaya Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Konteks Pendidikan Kristen
Pendidikan Kristen memiliki tujuan utama agar peserta didik mampu mengaitkan konsep-konsep teologis dengan realitas kehidupan sehari-hari serta menerapkannya dalam tindakan dan perilaku nyata. Untuk mencapai tujuan tersebut, keterampilan berpikir kritis menjadi aspek penting yang perlu dikembangkan....
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Universitas Pelita Harapan
2025-05-01
|
| Series: | Diligentia: Journal of Theology and Christian Education |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://ojs.uph.edu/index.php/DIL/article/view/9710 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Pendidikan Kristen memiliki tujuan utama agar peserta didik mampu mengaitkan konsep-konsep teologis dengan realitas kehidupan sehari-hari serta menerapkannya dalam tindakan dan perilaku nyata. Untuk mencapai tujuan tersebut, keterampilan berpikir kritis menjadi aspek penting yang perlu dikembangkan. Namun demikian, sering kali ditemukan kurangnya inisiatif dari peserta didik untuk berpikir secara aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang digunakan oleh pendidik. Salah satu pendekatan yang diyakini mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis adalah metode experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji secara epistemologis metode experiential learning sebagai salah satu strategi pembelajaran yang dapat mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah tinjauan pustaka (literature review). Dalam pandangan iman Kristen, manusia dianugerahi rasio dan kemampuan berpikir oleh Allah sebagai bentuk kasih karunia-Nya. Konsep-konsep epistemologis dapat menjadi landasan dalam membantu peserta didik mengembangkan kapasitas berpikir secara kritis dan reflektif. Akan tetapi, pengetahuan sejati tentang Allah hanya dapat diperoleh apabila kebenaran firman Tuhan dijadikan sebagai sumber utama dan dasar dalam berpikir kritis. Melalui penerapan metode experiential learning, pendidik diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran peserta didik melalui pemberian stimulus yang sesuai, serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam proses pembelajaran. Metode ini juga memungkinkan peserta didik untuk melaksanakan mandat budaya dengan lebih baik melalui pengalaman langsung yang bermakna. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar dilakukan pengkajian yang lebih mendalam disertai dengan contoh-contoh konkret berdasarkan literatur yang relevan guna memperkuat pemahaman epistemologis terhadap pengembangan berpikir kritis.
|
|---|---|
| ISSN: | 2686-3707 |