PENGARUH FREKUENSI PENGGORENGAN MINYAK JELANTAH TERHADAP DIAMETER DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI LUMEN AORTA TIKUS WISTAR (RATTUS NOVERGICUS)
Latar Belakang: Konsumsi makanan yang digoreng dengan minyak pada suhu yang tinggi (deep fried) dalam jangka waktu lama, menghasilkan peroksidasi lipid yang menginduksi terjadinya disfungsi endotel dan memicu terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis akan mempengaruhi diameter dan gambaran kerusakan...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro
2019-02-01
|
| Series: | Jurnal Kedokteran Diponegoro |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/23294 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850168887983734784 |
|---|---|
| author | Aprita Hanung Fanti Saktini Ainun Rahmasari Gumay |
| author_facet | Aprita Hanung Fanti Saktini Ainun Rahmasari Gumay |
| author_sort | Aprita Hanung |
| collection | DOAJ |
| description | Latar Belakang: Konsumsi makanan yang digoreng dengan minyak pada suhu yang tinggi (deep fried) dalam jangka waktu lama, menghasilkan peroksidasi lipid yang menginduksi terjadinya disfungsi endotel dan memicu terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis akan mempengaruhi diameter dan gambaran kerusakan histolopatologi lumen aorta. Tujuan: Mengetahui pengaruh frekuensi penggorengan minyak jelantah terhadap diameter dan gambaran histopatologis lumen aorta tikus Wistar. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan Post Test Only Control Group Design yang menggunakan 25 ekor tikus Wistar sebagai hewan coba, yang terbagi dalam 5 kelompok, K1 tidak diberi minyak jelantah, adapun K2, P1, P2, dan P3 secara berturut-turut diberi minyak jelantah 1x, 3x, 6x, dan 9x penggorengan dengan volume 1,5 ml/hari selama 30 hari perlakuan. Parameter histopatologi yang dinilai adalah diameter lumen aorta dan gambaran kerusakan lumen aorta. Analisis data dengan One Way Anova. Hasil: Rerata diamater±SD lumen aorta K1 adalah 2,47±0,686 mm, K2 adalah 2,52±0,752 mm, P1 2,44±0,295 mm, P2 2,68±0,766 mm, sedangkan P3 2,01±0,480 mm, dan belum didapatkan gambaran histopatologi aterosklerosis menurut kriteria AHA dari masing-masing kelompok. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pemberian minyak jelantah terhadap lumen maupun gambaran histopatologi aorta p>0,05 (p= 0,565) Simpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna baik diameter maupun gambaran histopatologi lumen aorta.
Kata kunci: deep fried frying,diameter lumen aorta, gambaran histopatologis. |
| format | Article |
| id | doaj-art-9073c8b539bb4266995f09a97e159882 |
| institution | OA Journals |
| issn | 2540-8844 |
| language | English |
| publishDate | 2019-02-01 |
| publisher | Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro |
| record_format | Article |
| series | Jurnal Kedokteran Diponegoro |
| spelling | doaj-art-9073c8b539bb4266995f09a97e1598822025-08-20T02:20:52ZengFaculty of Medicine, Universitas DiponegoroJurnal Kedokteran Diponegoro2540-88442019-02-0181263710.14710/dmj.v8i1.2329421879PENGARUH FREKUENSI PENGGORENGAN MINYAK JELANTAH TERHADAP DIAMETER DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI LUMEN AORTA TIKUS WISTAR (RATTUS NOVERGICUS)Aprita HanungFanti SaktiniAinun Rahmasari GumayLatar Belakang: Konsumsi makanan yang digoreng dengan minyak pada suhu yang tinggi (deep fried) dalam jangka waktu lama, menghasilkan peroksidasi lipid yang menginduksi terjadinya disfungsi endotel dan memicu terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis akan mempengaruhi diameter dan gambaran kerusakan histolopatologi lumen aorta. Tujuan: Mengetahui pengaruh frekuensi penggorengan minyak jelantah terhadap diameter dan gambaran histopatologis lumen aorta tikus Wistar. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan Post Test Only Control Group Design yang menggunakan 25 ekor tikus Wistar sebagai hewan coba, yang terbagi dalam 5 kelompok, K1 tidak diberi minyak jelantah, adapun K2, P1, P2, dan P3 secara berturut-turut diberi minyak jelantah 1x, 3x, 6x, dan 9x penggorengan dengan volume 1,5 ml/hari selama 30 hari perlakuan. Parameter histopatologi yang dinilai adalah diameter lumen aorta dan gambaran kerusakan lumen aorta. Analisis data dengan One Way Anova. Hasil: Rerata diamater±SD lumen aorta K1 adalah 2,47±0,686 mm, K2 adalah 2,52±0,752 mm, P1 2,44±0,295 mm, P2 2,68±0,766 mm, sedangkan P3 2,01±0,480 mm, dan belum didapatkan gambaran histopatologi aterosklerosis menurut kriteria AHA dari masing-masing kelompok. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pemberian minyak jelantah terhadap lumen maupun gambaran histopatologi aorta p>0,05 (p= 0,565) Simpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna baik diameter maupun gambaran histopatologi lumen aorta. Kata kunci: deep fried frying,diameter lumen aorta, gambaran histopatologis.https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/23294deep fried frying,diameter lumen aorta, gambaran histopatologis. |
| spellingShingle | Aprita Hanung Fanti Saktini Ainun Rahmasari Gumay PENGARUH FREKUENSI PENGGORENGAN MINYAK JELANTAH TERHADAP DIAMETER DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI LUMEN AORTA TIKUS WISTAR (RATTUS NOVERGICUS) Jurnal Kedokteran Diponegoro deep fried frying,diameter lumen aorta, gambaran histopatologis. |
| title | PENGARUH FREKUENSI PENGGORENGAN MINYAK JELANTAH TERHADAP DIAMETER DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI LUMEN AORTA TIKUS WISTAR (RATTUS NOVERGICUS) |
| title_full | PENGARUH FREKUENSI PENGGORENGAN MINYAK JELANTAH TERHADAP DIAMETER DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI LUMEN AORTA TIKUS WISTAR (RATTUS NOVERGICUS) |
| title_fullStr | PENGARUH FREKUENSI PENGGORENGAN MINYAK JELANTAH TERHADAP DIAMETER DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI LUMEN AORTA TIKUS WISTAR (RATTUS NOVERGICUS) |
| title_full_unstemmed | PENGARUH FREKUENSI PENGGORENGAN MINYAK JELANTAH TERHADAP DIAMETER DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI LUMEN AORTA TIKUS WISTAR (RATTUS NOVERGICUS) |
| title_short | PENGARUH FREKUENSI PENGGORENGAN MINYAK JELANTAH TERHADAP DIAMETER DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI LUMEN AORTA TIKUS WISTAR (RATTUS NOVERGICUS) |
| title_sort | pengaruh frekuensi penggorengan minyak jelantah terhadap diameter dan gambaran histopatologi lumen aorta tikus wistar rattus novergicus |
| topic | deep fried frying,diameter lumen aorta, gambaran histopatologis. |
| url | https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/23294 |
| work_keys_str_mv | AT apritahanung pengaruhfrekuensipenggorenganminyakjelantahterhadapdiameterdangambaranhistopatologilumenaortatikuswistarrattusnovergicus AT fantisaktini pengaruhfrekuensipenggorenganminyakjelantahterhadapdiameterdangambaranhistopatologilumenaortatikuswistarrattusnovergicus AT ainunrahmasarigumay pengaruhfrekuensipenggorenganminyakjelantahterhadapdiameterdangambaranhistopatologilumenaortatikuswistarrattusnovergicus |