Penggunaan Phenylephrine untuk Mengatasi Hipotensi akibat Epidural Anestesi pada Maternal dengan VSD Bidirectional Shunt yang Dilakukan Seksio Sesarea
Ventricular Septal Defect (VSD) dengan bidirectional shunt merupakan Sindrom Eisenmenger yang ditandai adanya pirau dua arah (dari kanan ke kiri dan kiri ke kanan). Kondisi ini perlu dilakukan tatalaksana untuk mencegah pirau dari kanan ke kiri, agar pirau dipertahankan dari jantung kiri ke kanan....
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Indonesian Society of Obstetric Anesthesia and Critical Care (INA-SOACC)
2025-07-01
|
| Series: | Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://www.jurnalanestesiobstetri-indonesia.id/ojs/index.php/Obstetri/article/view/169 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850098347344396288 |
|---|---|
| author | Priscilla Tulong Isngadi isngadi |
| author_facet | Priscilla Tulong Isngadi isngadi |
| author_sort | Priscilla Tulong |
| collection | DOAJ |
| description |
Ventricular Septal Defect (VSD) dengan bidirectional shunt merupakan Sindrom Eisenmenger yang ditandai adanya pirau dua arah (dari kanan ke kiri dan kiri ke kanan). Kondisi ini perlu dilakukan tatalaksana untuk mencegah pirau dari kanan ke kiri, agar pirau dipertahankan dari jantung kiri ke kanan. Salah satu cara untuk mempertahankan agar pirau tetap berjalan dari jantung kiri ke jantung kanan adalah dengan mencegah terjadinya hipotensi. Hipotensi akibat epidural anestesi, dapat dicegah dengan cara memberikan vasopressor yang selektif terhadap reseptor α-1 yaitu phenylephrine. Dalam tulisan ini akan menyajikan kasus seorang primigravida berusia 27 tahun dengan VSD bidirectional shunt datang ke bagian obstetri dan ginekologi, dengan usia kehamilan 30-32 minggu dan riwayat sesak nafas. Pasien dilakukan tindakan terminasi kehamilan secara elektif. Epidural anestesi menjadi pilihan untuk tindakan seksio sesarea pada pasien ini. Pasien mengalami periode hipotensi setelah dilakukan tindakan anestesi epidural, sesaat setelah pasien mengalami hipotensi diberikan terapi syringe phenylephrine 0,25 μg /kgbb/ menit. Pasien stabil sampai operasi selesai. Bayi lahir dengan Apgar score 5-7. Pasien dipindahkan ke ICU dalam kondisi hemodinamik stabil.
|
| format | Article |
| id | doaj-art-902b183cacb743e7b895a293184de4e1 |
| institution | DOAJ |
| issn | 2808-3261 2615-370X |
| language | Indonesian |
| publishDate | 2025-07-01 |
| publisher | Indonesian Society of Obstetric Anesthesia and Critical Care (INA-SOACC) |
| record_format | Article |
| series | Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia |
| spelling | doaj-art-902b183cacb743e7b895a293184de4e12025-08-20T02:40:44ZindIndonesian Society of Obstetric Anesthesia and Critical Care (INA-SOACC)Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia2808-32612615-370X2025-07-018210.47507/obstetri.v8i2.169Penggunaan Phenylephrine untuk Mengatasi Hipotensi akibat Epidural Anestesi pada Maternal dengan VSD Bidirectional Shunt yang Dilakukan Seksio SesareaPriscilla Tulong0Isngadi isngadi1Brawijaya MedicineFaculty of Medicine Universitas Brawijaya Malang Ventricular Septal Defect (VSD) dengan bidirectional shunt merupakan Sindrom Eisenmenger yang ditandai adanya pirau dua arah (dari kanan ke kiri dan kiri ke kanan). Kondisi ini perlu dilakukan tatalaksana untuk mencegah pirau dari kanan ke kiri, agar pirau dipertahankan dari jantung kiri ke kanan. Salah satu cara untuk mempertahankan agar pirau tetap berjalan dari jantung kiri ke jantung kanan adalah dengan mencegah terjadinya hipotensi. Hipotensi akibat epidural anestesi, dapat dicegah dengan cara memberikan vasopressor yang selektif terhadap reseptor α-1 yaitu phenylephrine. Dalam tulisan ini akan menyajikan kasus seorang primigravida berusia 27 tahun dengan VSD bidirectional shunt datang ke bagian obstetri dan ginekologi, dengan usia kehamilan 30-32 minggu dan riwayat sesak nafas. Pasien dilakukan tindakan terminasi kehamilan secara elektif. Epidural anestesi menjadi pilihan untuk tindakan seksio sesarea pada pasien ini. Pasien mengalami periode hipotensi setelah dilakukan tindakan anestesi epidural, sesaat setelah pasien mengalami hipotensi diberikan terapi syringe phenylephrine 0,25 μg /kgbb/ menit. Pasien stabil sampai operasi selesai. Bayi lahir dengan Apgar score 5-7. Pasien dipindahkan ke ICU dalam kondisi hemodinamik stabil. https://www.jurnalanestesiobstetri-indonesia.id/ojs/index.php/Obstetri/article/view/169VSD bidirectional shuntkehamilanphenyelphrineanestesiepiduralregional anestesi |
| spellingShingle | Priscilla Tulong Isngadi isngadi Penggunaan Phenylephrine untuk Mengatasi Hipotensi akibat Epidural Anestesi pada Maternal dengan VSD Bidirectional Shunt yang Dilakukan Seksio Sesarea Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia VSD bidirectional shunt kehamilan phenyelphrine anestesi epidural regional anestesi |
| title | Penggunaan Phenylephrine untuk Mengatasi Hipotensi akibat Epidural Anestesi pada Maternal dengan VSD Bidirectional Shunt yang Dilakukan Seksio Sesarea |
| title_full | Penggunaan Phenylephrine untuk Mengatasi Hipotensi akibat Epidural Anestesi pada Maternal dengan VSD Bidirectional Shunt yang Dilakukan Seksio Sesarea |
| title_fullStr | Penggunaan Phenylephrine untuk Mengatasi Hipotensi akibat Epidural Anestesi pada Maternal dengan VSD Bidirectional Shunt yang Dilakukan Seksio Sesarea |
| title_full_unstemmed | Penggunaan Phenylephrine untuk Mengatasi Hipotensi akibat Epidural Anestesi pada Maternal dengan VSD Bidirectional Shunt yang Dilakukan Seksio Sesarea |
| title_short | Penggunaan Phenylephrine untuk Mengatasi Hipotensi akibat Epidural Anestesi pada Maternal dengan VSD Bidirectional Shunt yang Dilakukan Seksio Sesarea |
| title_sort | penggunaan phenylephrine untuk mengatasi hipotensi akibat epidural anestesi pada maternal dengan vsd bidirectional shunt yang dilakukan seksio sesarea |
| topic | VSD bidirectional shunt kehamilan phenyelphrine anestesi epidural regional anestesi |
| url | https://www.jurnalanestesiobstetri-indonesia.id/ojs/index.php/Obstetri/article/view/169 |
| work_keys_str_mv | AT priscillatulong penggunaanphenylephrineuntukmengatasihipotensiakibatepiduralanestesipadamaternaldenganvsdbidirectionalshuntyangdilakukanseksiosesarea AT isngadiisngadi penggunaanphenylephrineuntukmengatasihipotensiakibatepiduralanestesipadamaternaldenganvsdbidirectionalshuntyangdilakukanseksiosesarea |