Pendampingan Penyusunan Instrumen Asesmen Awal Berorientasi Minat dan Kompetensi bagi MGBK SMK Kota Semarang

Sekolah menengah vokasional/kejuruan (SMK) merupakan jenjang pendidikan yang menitikberatkan pada peserta didik yang ditempa menjadi lulusan berkualifikasi dan berkeahlian khusus/tertentu sehingga dapat langsung terjun berpraktik di lapangan kerja. Tantangan dunia kerja makin beragam dan masif, dipe...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Siti Fitriana, Agus Setiawan, Latif Anshori Kurniawan
Format: Article
Language:Indonesian
Published: LPPM Universitas PGRI Semarang 2024-12-01
Series:E-Dimas
Subjects:
Online Access:http://journal.upgris.ac.id/index.php/e-dimas/article/view/20709
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850177519320301568
author Siti Fitriana
Agus Setiawan
Latif Anshori Kurniawan
author_facet Siti Fitriana
Agus Setiawan
Latif Anshori Kurniawan
author_sort Siti Fitriana
collection DOAJ
description Sekolah menengah vokasional/kejuruan (SMK) merupakan jenjang pendidikan yang menitikberatkan pada peserta didik yang ditempa menjadi lulusan berkualifikasi dan berkeahlian khusus/tertentu sehingga dapat langsung terjun berpraktik di lapangan kerja. Tantangan dunia kerja makin beragam dan masif, diperlukan modal dasar bagi peserta didik SMK yang dapat membantu mengarusutamakan minat dan keberlanjutan pengembangan karier mereka di kemudian hari melalui peran guru Bimbingan Konseling (BK) yang memetakan minat dan kompetensi mereka. Tidak terkecuali di SMK Kota Semarang, segenap guru BK (yang tergabung MGBK) perlu dapat menyusun instrumen asesmen awal untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut secara mandiri. Guru-guru MGBK direkomendasi dapat menyusun instrumen berdasar teori minat dan kompetensi, memanfaatkan teknologi dalam penyusunan instrumen dan pengintegrasiannya dalam platform digital, serta cermat dari segi penggunaan bahasa yang baik dan benar. Oleh karena itu, dilaksanakan pendampingan khusus melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) guna mengakomodasi kebutuhan tersebut. PKM dilaksanakan secara luring, bekerja sama dengan MGBK SMK Kota Semarang. Persentase pemahaman peserta sebelum mendapatkan pendampingan sebesar 68,57%. Setelah peserta mendapatkan pendampingan penyusunan instrumen asesmen awal berorientasi minat dan kompetensi, pemahaman peserta meningkat menjadi 81,86%.
format Article
id doaj-art-90063fcfc1d84e6c84e157bf86e485f8
institution OA Journals
issn 2087-3565
2528-5041
language Indonesian
publishDate 2024-12-01
publisher LPPM Universitas PGRI Semarang
record_format Article
series E-Dimas
spelling doaj-art-90063fcfc1d84e6c84e157bf86e485f82025-08-20T02:18:58ZindLPPM Universitas PGRI SemarangE-Dimas2087-35652528-50412024-12-0115481081610.26877/e-dimas.v15i4.207097909Pendampingan Penyusunan Instrumen Asesmen Awal Berorientasi Minat dan Kompetensi bagi MGBK SMK Kota SemarangSiti Fitriana0Agus Setiawan1Latif Anshori Kurniawan2Universitas PGRI SemarangUniversitas PGRI SemarangUniversitas PGRI SemarangSekolah menengah vokasional/kejuruan (SMK) merupakan jenjang pendidikan yang menitikberatkan pada peserta didik yang ditempa menjadi lulusan berkualifikasi dan berkeahlian khusus/tertentu sehingga dapat langsung terjun berpraktik di lapangan kerja. Tantangan dunia kerja makin beragam dan masif, diperlukan modal dasar bagi peserta didik SMK yang dapat membantu mengarusutamakan minat dan keberlanjutan pengembangan karier mereka di kemudian hari melalui peran guru Bimbingan Konseling (BK) yang memetakan minat dan kompetensi mereka. Tidak terkecuali di SMK Kota Semarang, segenap guru BK (yang tergabung MGBK) perlu dapat menyusun instrumen asesmen awal untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut secara mandiri. Guru-guru MGBK direkomendasi dapat menyusun instrumen berdasar teori minat dan kompetensi, memanfaatkan teknologi dalam penyusunan instrumen dan pengintegrasiannya dalam platform digital, serta cermat dari segi penggunaan bahasa yang baik dan benar. Oleh karena itu, dilaksanakan pendampingan khusus melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) guna mengakomodasi kebutuhan tersebut. PKM dilaksanakan secara luring, bekerja sama dengan MGBK SMK Kota Semarang. Persentase pemahaman peserta sebelum mendapatkan pendampingan sebesar 68,57%. Setelah peserta mendapatkan pendampingan penyusunan instrumen asesmen awal berorientasi minat dan kompetensi, pemahaman peserta meningkat menjadi 81,86%.http://journal.upgris.ac.id/index.php/e-dimas/article/view/20709instrumen asesmen awalminatkompetensi
spellingShingle Siti Fitriana
Agus Setiawan
Latif Anshori Kurniawan
Pendampingan Penyusunan Instrumen Asesmen Awal Berorientasi Minat dan Kompetensi bagi MGBK SMK Kota Semarang
E-Dimas
instrumen asesmen awal
minat
kompetensi
title Pendampingan Penyusunan Instrumen Asesmen Awal Berorientasi Minat dan Kompetensi bagi MGBK SMK Kota Semarang
title_full Pendampingan Penyusunan Instrumen Asesmen Awal Berorientasi Minat dan Kompetensi bagi MGBK SMK Kota Semarang
title_fullStr Pendampingan Penyusunan Instrumen Asesmen Awal Berorientasi Minat dan Kompetensi bagi MGBK SMK Kota Semarang
title_full_unstemmed Pendampingan Penyusunan Instrumen Asesmen Awal Berorientasi Minat dan Kompetensi bagi MGBK SMK Kota Semarang
title_short Pendampingan Penyusunan Instrumen Asesmen Awal Berorientasi Minat dan Kompetensi bagi MGBK SMK Kota Semarang
title_sort pendampingan penyusunan instrumen asesmen awal berorientasi minat dan kompetensi bagi mgbk smk kota semarang
topic instrumen asesmen awal
minat
kompetensi
url http://journal.upgris.ac.id/index.php/e-dimas/article/view/20709
work_keys_str_mv AT sitifitriana pendampinganpenyusunaninstrumenasesmenawalberorientasiminatdankompetensibagimgbksmkkotasemarang
AT agussetiawan pendampinganpenyusunaninstrumenasesmenawalberorientasiminatdankompetensibagimgbksmkkotasemarang
AT latifanshorikurniawan pendampinganpenyusunaninstrumenasesmenawalberorientasiminatdankompetensibagimgbksmkkotasemarang