THE APPLICATION OF SHARI’A IN EGYPT ACCORDING TO AL-‘ASHMAWI
Kemunculan gerakan Islamis yang dahsyat di Mesir telah<br />menarik perhatian para ilmuwan, sebagai usaha untuk<br />mengontrolnya pada level politik dan kebijakan. Sedikit<br />perhatian diberikan oleh orang-orang yang merespon<br />tantangan ini pada level perdebatan ideolo...
Saved in:
| Main Author: | |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Arabic |
| Published: |
Fakultas Syariah IAIN Madura
2014-10-01
|
| Series: | Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial |
| Online Access: | http://ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/alihkam/article/view/355 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1849695483744747520 |
|---|---|
| author | Moh. Jazuli |
| author_facet | Moh. Jazuli |
| author_sort | Moh. Jazuli |
| collection | DOAJ |
| description | Kemunculan gerakan Islamis yang dahsyat di Mesir telah<br />menarik perhatian para ilmuwan, sebagai usaha untuk<br />mengontrolnya pada level politik dan kebijakan. Sedikit<br />perhatian diberikan oleh orang-orang yang merespon<br />tantangan ini pada level perdebatan ideologis. Salah seorang<br />di antaranya adalah seorang hakim terkenal, Muhammad<br />Sa’id al-‘Ashmawi. Ia beralasan bahwa penyebutan<br />“penerapan syarî’ah” (tatbîq al-syarî’ah) atau kodifikasi<br />syarî’ah (taqnîn al-syarî’ah), semboyan dari gerakan Islamis,<br />sesungguhnya tidak lebih dari sekedar slogan kosong, yang<br />dimaksudkan untuk mendapatkan dukungan rakyat<br />menuju sebuah usaha politik tetapi tidak jelas sama sekali<br />dan secara substansial mungkin tidak signifikan. al-<br />‘Ashmawi menjelaskan bahwa pada awalnya istilah syarî’ah<br />mencakup semua aturan yang berkenaan dengan ibadah<br />dan masyarakat yang ada di dalam al-Qur’an, al-Sunnah.<br />Tetapi dalam perkembangannya selanjutnya, istilah itu<br />melebar sehingga mencakup ijtihâd para ulamâ. Padahal<br />yang terakhir ini lebih tepat disebut sebagai fiqh. yakni<br />serangkaian aturan dan hukum yang difikirkan dan<br />ditetapkan oleh manusia, bukan oleh Allah, untuk<br />mempertemukan kondisi historis masa lalu yang tidak lagi<br />berlaku. Di dalam membahas ribâ, al-‘Ashmawi<br />sesungguhnya sudah menyimpulkan bahwa baik hukum<br />Mesir yang sedang berlaku saat ini maupun hukum-hukum<br />mesir lainnnya sesuai dengan syarî’ah. Hal yang sama juga<br />berlaku bagi hukum Mesir lainnya. |
| format | Article |
| id | doaj-art-8ff7a48447cb4fb7b3cfbab2aa0df408 |
| institution | DOAJ |
| issn | 1907-591X 2442-3084 |
| language | Arabic |
| publishDate | 2014-10-01 |
| publisher | Fakultas Syariah IAIN Madura |
| record_format | Article |
| series | Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial |
| spelling | doaj-art-8ff7a48447cb4fb7b3cfbab2aa0df4082025-08-20T03:19:46ZaraFakultas Syariah IAIN MaduraAl-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial1907-591X2442-30842014-10-018239440610.19105/al-ihkam.v8i2.355355THE APPLICATION OF SHARI’A IN EGYPT ACCORDING TO AL-‘ASHMAWIMoh. Jazuli0Sekolah Tinggi Agama Islam al-Karimiyah, Baraji, Gapura, SumenepKemunculan gerakan Islamis yang dahsyat di Mesir telah<br />menarik perhatian para ilmuwan, sebagai usaha untuk<br />mengontrolnya pada level politik dan kebijakan. Sedikit<br />perhatian diberikan oleh orang-orang yang merespon<br />tantangan ini pada level perdebatan ideologis. Salah seorang<br />di antaranya adalah seorang hakim terkenal, Muhammad<br />Sa’id al-‘Ashmawi. Ia beralasan bahwa penyebutan<br />“penerapan syarî’ah” (tatbîq al-syarî’ah) atau kodifikasi<br />syarî’ah (taqnîn al-syarî’ah), semboyan dari gerakan Islamis,<br />sesungguhnya tidak lebih dari sekedar slogan kosong, yang<br />dimaksudkan untuk mendapatkan dukungan rakyat<br />menuju sebuah usaha politik tetapi tidak jelas sama sekali<br />dan secara substansial mungkin tidak signifikan. al-<br />‘Ashmawi menjelaskan bahwa pada awalnya istilah syarî’ah<br />mencakup semua aturan yang berkenaan dengan ibadah<br />dan masyarakat yang ada di dalam al-Qur’an, al-Sunnah.<br />Tetapi dalam perkembangannya selanjutnya, istilah itu<br />melebar sehingga mencakup ijtihâd para ulamâ. Padahal<br />yang terakhir ini lebih tepat disebut sebagai fiqh. yakni<br />serangkaian aturan dan hukum yang difikirkan dan<br />ditetapkan oleh manusia, bukan oleh Allah, untuk<br />mempertemukan kondisi historis masa lalu yang tidak lagi<br />berlaku. Di dalam membahas ribâ, al-‘Ashmawi<br />sesungguhnya sudah menyimpulkan bahwa baik hukum<br />Mesir yang sedang berlaku saat ini maupun hukum-hukum<br />mesir lainnnya sesuai dengan syarî’ah. Hal yang sama juga<br />berlaku bagi hukum Mesir lainnya.http://ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/alihkam/article/view/355 |
| spellingShingle | Moh. Jazuli THE APPLICATION OF SHARI’A IN EGYPT ACCORDING TO AL-‘ASHMAWI Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial |
| title | THE APPLICATION OF SHARI’A IN EGYPT ACCORDING TO AL-‘ASHMAWI |
| title_full | THE APPLICATION OF SHARI’A IN EGYPT ACCORDING TO AL-‘ASHMAWI |
| title_fullStr | THE APPLICATION OF SHARI’A IN EGYPT ACCORDING TO AL-‘ASHMAWI |
| title_full_unstemmed | THE APPLICATION OF SHARI’A IN EGYPT ACCORDING TO AL-‘ASHMAWI |
| title_short | THE APPLICATION OF SHARI’A IN EGYPT ACCORDING TO AL-‘ASHMAWI |
| title_sort | application of shari a in egypt according to al ashmawi |
| url | http://ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/alihkam/article/view/355 |
| work_keys_str_mv | AT mohjazuli theapplicationofshariainegyptaccordingtoalashmawi AT mohjazuli applicationofshariainegyptaccordingtoalashmawi |