Kualitas Hidup Pasien Lupus Eritematosus Sistemik Berdasarkan LupusQoL di RSUP Dr. M. Djamil Padang

Latar Belakang: Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun sistemik kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Penyakit LES dapat memengaruhi hampir semua aspek kehidupan pasien yang akan berdampak terhadap kualitas hidup. Objektif: Untuk melihat gambaran kualitas hidup...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Zilhadia Mona Ramadanti, Julizar, Dwitya Elvira, Abdiana, Rini Gusya Liza, Netti Suharti
Format: Article
Language:English
Published: Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2025-06-01
Series:Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia
Subjects:
Online Access:https://jikesi.fk.unand.ac.id/index.php/jikesi/article/view/1409
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Latar Belakang: Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun sistemik kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Penyakit LES dapat memengaruhi hampir semua aspek kehidupan pasien yang akan berdampak terhadap kualitas hidup. Objektif: Untuk melihat gambaran kualitas hidup pasien LES di RSUP Dr. M. Djamil Padang berdasarkan LupusQoL. Metode: Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional study. Responden penelitian berjumlah 55 pasien LES di Poliklinik Khusus Alergi Imunologi dan Reumatologi Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang yang diambil secara consecutive sampling. Data diperoleh secara primer dari wawancara terpimpin menggunakan kuesioner LupusQoL dan sekunder berasal dari  rekam medis pasien. Hasil: Pada pasien LES, wanita umur 18–40 tahun, pendidikan SMA, IRT, sudah menikah, telah menderita LES ≥ 1 tahun, keterlibatan organ tersering mukokutan, terdapat komorbid, diberikan terapi kombinasi glukokortikoid dan HCQ, dan memiliki derajat aktivitas ringan. Kualitas hidup baik (83,6%) pada pasien LES. Berdasarkan aspek-aspek pada LupusQoL diperoleh frekuensi kualitas hidup sebagian besar pasien LES adalah baik. Nilai rerata tertinggi terdapat pada aspek hubungan intim 85,2 ± 32,4 diikuti oleh citra diri 85,1 ± 22,4 sedangkan rerata terendah terdapat pada aspek ketergantungan pada orang lain 58,9 ± 34,2 diikuti oleh kelelahan 65,2 ± 26,2. Kesimpulan: Kualitas hidup pasien LES secara umum adalah baik. Aspek dengan rerata terendah seperti ketergantungan pada orang lain dan kelelahan harus lebih diperhatikan oleh para dokter maupun keluarga pasien untuk menciptakan kualitas hidup pasien yang lebih baik.
ISSN:2722-4848