Pengaruh Penggunaan Antibiotika Terhadap Lama Hari Sakit dan Lama Kehilangan Hari Kerja pada Pasien Infeksi Pernapasan Akut Bagian Atas pada Pelayanan Kesehatan Primer
Pendahuluan. Prevalensi infeksi saluran pernapasan bagian atas akut (ISPA) di komunitas masih tinggi dan menyebabkan morbiditas dan penurunan kualitas hidup masyarakat secara luas. Etiologi tersering dari infeksi pernapasan akut di luar negeri adalah virus, selain itu terdapat etiologi bakteri yang...
Saved in:
| Main Authors: | , , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine Universitas Indonesia
2014-07-01
|
| Series: | Jurnal Penyakit Dalam Indonesia |
| Subjects: | |
| Online Access: | http://jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id/index.php/jpdi/article/view/36/33 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850239435365416960 |
|---|---|
| author | Gunawan Gunawan Suhendro Suwarto Cleopas Martin Rumende Kuntjoro Harimurti |
| author_facet | Gunawan Gunawan Suhendro Suwarto Cleopas Martin Rumende Kuntjoro Harimurti |
| author_sort | Gunawan Gunawan |
| collection | DOAJ |
| description | Pendahuluan. Prevalensi infeksi saluran pernapasan bagian atas akut (ISPA) di komunitas masih tinggi dan menyebabkan morbiditas dan penurunan kualitas hidup masyarakat secara luas. Etiologi tersering dari infeksi pernapasan akut di luar negeri adalah virus, selain itu terdapat etiologi bakteri yang memerlukan terapi antibiotika yang spesifik. Penggunaan antibiotika untuk infeksi pernapasan akut berlebihan, dan hal ini menyebabkan peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola etiologi infeksi pernapasan akut, kesesuaian pemberian antibiotika dan perbedaan rerata lama sakit dan lama kehilangan hari kerja.
Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pengambilan data secara potong lintang dan kohort prospektif dengan sampel yang diambil secara berurutan dari pasien ISPA yang berobat ke Puskesmas Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur dan KDK “Kayu Putih” serta “Kiara” pada bulan Agustus hingga Desember 2011. Pada 100 pasien ISPA yang berobat dilakukan pemeriksaan kultur resistensi bakteri dan uji antigen influenza melalui swab tenggorok dan nasofaring, dan pemeriksaan darah perifer rutin. Perbedaan lama hari sakit dan lama kehilangan hari kerja dianalisa menggunakan uji beda dua median Mann Whitney karena data berdistribusi bukan normal.
Hasil. Hasil kultur bakteri positif pada 34% pasien ISPA, hasil uji antigen influenza positif untuk influenza A pada 3% pasien, dan 63 % pasien belum diketahui penyebabnya. Hasil kultur bakteri terbanyak berturut-turut adalah Klebsiella pneumonia (47,1%), Streptococcus pyogenes (14,7%) dan Staphylococcus aureus (14,7%). Jenis antibiotika terbanyak yang mengalami resistensi adalah ampicillin (20 isolat), tetracycline (8 isolat), benzylpenicillin (4 isolat), amoxicillin/clavulanic acid (3 isolat). Kesesuaian pemberian antibiotika dengan hasil kultur bakteri ditemukan pada 56 pasien ISPA (56%). Median lama hari sakit pada kelompok pasien ISPA yang mendapatkan pengobatan antibiotika tidak berbeda dibandingkan dengan tanpa pengobatan antibiotika (4 hari dengan 3,5 hari; p=0,054). Median lama kehilangan hari kerja pada kelompok pasien ISPA yang mendapatkan pengobatan antibiotika tidak berbeda dibandingkan dengan tanpa pengobatan antibiotika (1 hari dengan 1 hari; p=0,629)
Simpulan. Penyebab infeksi saluran pernapasan akut bagian atas pada penelitian ini adalah bakteri sebanyak 34% dengan bakteri Gram negatif terbanyak adalah Klebsiella pneumonia dengan antibiotika yang sensitif dengan antibiotika golongan Penicillin beta laktamase dan golongan aminoglikosida serta makrolid, virus influenza A sebanyak 3% dan etiologi yang belum diketahui sebanyak 63%. Proporsi kesesuaian penggunaan antibiotika di Puskesmas Kecamatan Pulogadung dan Klinik Kedokteran Keluarga Kayu Putih serta Kiara sebesar 56%. Pemberian antibiotika tidak memberikan perbedaan lama hari sakit dan lama kehilangan hari kerja. |
| format | Article |
| id | doaj-art-89f3070de5d247cf97c82ebcb440cbae |
| institution | OA Journals |
| issn | 2406-8969 2549-0621 |
| language | Indonesian |
| publishDate | 2014-07-01 |
| publisher | Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine Universitas Indonesia |
| record_format | Article |
| series | Jurnal Penyakit Dalam Indonesia |
| spelling | doaj-art-89f3070de5d247cf97c82ebcb440cbae2025-08-20T02:01:09ZindDepartment of Internal Medicine, Faculty of Medicine Universitas IndonesiaJurnal Penyakit Dalam Indonesia2406-89692549-06212014-07-014152http://dx.doi.org/10.7454/jpdi.v1i1.36Pengaruh Penggunaan Antibiotika Terhadap Lama Hari Sakit dan Lama Kehilangan Hari Kerja pada Pasien Infeksi Pernapasan Akut Bagian Atas pada Pelayanan Kesehatan PrimerGunawan Gunawan0Suhendro Suwarto1Cleopas Martin Rumende2Kuntjoro Harimurti3Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia IndonesiaDivisi Penyakit Tropik dan Infeksi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia IndonesiaDivisi Respirologi dan Penyakit Kritis, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Indonesia Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia IndonesiaPendahuluan. Prevalensi infeksi saluran pernapasan bagian atas akut (ISPA) di komunitas masih tinggi dan menyebabkan morbiditas dan penurunan kualitas hidup masyarakat secara luas. Etiologi tersering dari infeksi pernapasan akut di luar negeri adalah virus, selain itu terdapat etiologi bakteri yang memerlukan terapi antibiotika yang spesifik. Penggunaan antibiotika untuk infeksi pernapasan akut berlebihan, dan hal ini menyebabkan peningkatan resistensi bakteri terhadap antibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola etiologi infeksi pernapasan akut, kesesuaian pemberian antibiotika dan perbedaan rerata lama sakit dan lama kehilangan hari kerja. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pengambilan data secara potong lintang dan kohort prospektif dengan sampel yang diambil secara berurutan dari pasien ISPA yang berobat ke Puskesmas Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur dan KDK “Kayu Putih” serta “Kiara” pada bulan Agustus hingga Desember 2011. Pada 100 pasien ISPA yang berobat dilakukan pemeriksaan kultur resistensi bakteri dan uji antigen influenza melalui swab tenggorok dan nasofaring, dan pemeriksaan darah perifer rutin. Perbedaan lama hari sakit dan lama kehilangan hari kerja dianalisa menggunakan uji beda dua median Mann Whitney karena data berdistribusi bukan normal. Hasil. Hasil kultur bakteri positif pada 34% pasien ISPA, hasil uji antigen influenza positif untuk influenza A pada 3% pasien, dan 63 % pasien belum diketahui penyebabnya. Hasil kultur bakteri terbanyak berturut-turut adalah Klebsiella pneumonia (47,1%), Streptococcus pyogenes (14,7%) dan Staphylococcus aureus (14,7%). Jenis antibiotika terbanyak yang mengalami resistensi adalah ampicillin (20 isolat), tetracycline (8 isolat), benzylpenicillin (4 isolat), amoxicillin/clavulanic acid (3 isolat). Kesesuaian pemberian antibiotika dengan hasil kultur bakteri ditemukan pada 56 pasien ISPA (56%). Median lama hari sakit pada kelompok pasien ISPA yang mendapatkan pengobatan antibiotika tidak berbeda dibandingkan dengan tanpa pengobatan antibiotika (4 hari dengan 3,5 hari; p=0,054). Median lama kehilangan hari kerja pada kelompok pasien ISPA yang mendapatkan pengobatan antibiotika tidak berbeda dibandingkan dengan tanpa pengobatan antibiotika (1 hari dengan 1 hari; p=0,629) Simpulan. Penyebab infeksi saluran pernapasan akut bagian atas pada penelitian ini adalah bakteri sebanyak 34% dengan bakteri Gram negatif terbanyak adalah Klebsiella pneumonia dengan antibiotika yang sensitif dengan antibiotika golongan Penicillin beta laktamase dan golongan aminoglikosida serta makrolid, virus influenza A sebanyak 3% dan etiologi yang belum diketahui sebanyak 63%. Proporsi kesesuaian penggunaan antibiotika di Puskesmas Kecamatan Pulogadung dan Klinik Kedokteran Keluarga Kayu Putih serta Kiara sebesar 56%. Pemberian antibiotika tidak memberikan perbedaan lama hari sakit dan lama kehilangan hari kerja.http://jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id/index.php/jpdi/article/view/36/33Infeksi saluran pernapasan bagian atas akut (ISPA)antibiotikalama hari sakitlama kehilangan hari kerja |
| spellingShingle | Gunawan Gunawan Suhendro Suwarto Cleopas Martin Rumende Kuntjoro Harimurti Pengaruh Penggunaan Antibiotika Terhadap Lama Hari Sakit dan Lama Kehilangan Hari Kerja pada Pasien Infeksi Pernapasan Akut Bagian Atas pada Pelayanan Kesehatan Primer Jurnal Penyakit Dalam Indonesia Infeksi saluran pernapasan bagian atas akut (ISPA) antibiotika lama hari sakit lama kehilangan hari kerja |
| title | Pengaruh Penggunaan Antibiotika Terhadap Lama Hari Sakit dan Lama Kehilangan Hari Kerja pada Pasien Infeksi Pernapasan Akut Bagian Atas pada Pelayanan Kesehatan Primer |
| title_full | Pengaruh Penggunaan Antibiotika Terhadap Lama Hari Sakit dan Lama Kehilangan Hari Kerja pada Pasien Infeksi Pernapasan Akut Bagian Atas pada Pelayanan Kesehatan Primer |
| title_fullStr | Pengaruh Penggunaan Antibiotika Terhadap Lama Hari Sakit dan Lama Kehilangan Hari Kerja pada Pasien Infeksi Pernapasan Akut Bagian Atas pada Pelayanan Kesehatan Primer |
| title_full_unstemmed | Pengaruh Penggunaan Antibiotika Terhadap Lama Hari Sakit dan Lama Kehilangan Hari Kerja pada Pasien Infeksi Pernapasan Akut Bagian Atas pada Pelayanan Kesehatan Primer |
| title_short | Pengaruh Penggunaan Antibiotika Terhadap Lama Hari Sakit dan Lama Kehilangan Hari Kerja pada Pasien Infeksi Pernapasan Akut Bagian Atas pada Pelayanan Kesehatan Primer |
| title_sort | pengaruh penggunaan antibiotika terhadap lama hari sakit dan lama kehilangan hari kerja pada pasien infeksi pernapasan akut bagian atas pada pelayanan kesehatan primer |
| topic | Infeksi saluran pernapasan bagian atas akut (ISPA) antibiotika lama hari sakit lama kehilangan hari kerja |
| url | http://jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id/index.php/jpdi/article/view/36/33 |
| work_keys_str_mv | AT gunawangunawan pengaruhpenggunaanantibiotikaterhadaplamaharisakitdanlamakehilanganharikerjapadapasieninfeksipernapasanakutbagianataspadapelayanankesehatanprimer AT suhendrosuwarto pengaruhpenggunaanantibiotikaterhadaplamaharisakitdanlamakehilanganharikerjapadapasieninfeksipernapasanakutbagianataspadapelayanankesehatanprimer AT cleopasmartinrumende pengaruhpenggunaanantibiotikaterhadaplamaharisakitdanlamakehilanganharikerjapadapasieninfeksipernapasanakutbagianataspadapelayanankesehatanprimer AT kuntjoroharimurti pengaruhpenggunaanantibiotikaterhadaplamaharisakitdanlamakehilanganharikerjapadapasieninfeksipernapasanakutbagianataspadapelayanankesehatanprimer |