PERBANDINGAN PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS CEFTRIAXON DAN NON-CEFTRIAXON TERHADAP KEJADIAN SURGICAL SITE INFECTION PASCA KOLESISTEKTOMI

Latar belakang : Surgical Site Infection (SSI) merupakan salah satu komplikasi pascaoperasi yang harus dihindari. Penggunaan antibiotik profilaksis diharapkan dapat mengurangi kejadian SSI. Pemilihan jenis antibiotik profilaksis yang tepat dibutuhkan agar penggunaan antibiotik menjadi rasional dan e...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Alexander Lim, Sigit Adi Prasetyo, Rebriarina Hapsari
Format: Article
Language:English
Published: Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro 2017-06-01
Series:Jurnal Kedokteran Diponegoro
Subjects:
Online Access:https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/18535
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Latar belakang : Surgical Site Infection (SSI) merupakan salah satu komplikasi pascaoperasi yang harus dihindari. Penggunaan antibiotik profilaksis diharapkan dapat mengurangi kejadian SSI. Pemilihan jenis antibiotik profilaksis yang tepat dibutuhkan agar penggunaan antibiotik menjadi rasional dan efektif. Tujuan : Membandingkan  pemberian antibiotik profilaksis ceftriaxone dan non ceftriaxone terhadap kejadian SSI pada pasien kolesistolitiasis yang dilakukan laparoskopi dan laparotomi  kolesistektomi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode penelitian cross sectional, dilaksanakan di bagian rekam medik RSUP Dr. Kariadi Semarang. Pasien dibagi menjadi kelompok yang diberikan antibiotik ceftriaxone dan non ceftriaxone baik yang dilakukan laparoskopi kolesistektomi atau laparotomi kolesistektomi. Data tersebut dianalisis dengan uji Fisher dan perhitungan risiko dengan Prevalnce Ratio menggunakan tabel 2x2. Hasil : Diantara variabel yang diteliti hanya variabel jenis kelamin yang bermakna dengan nilai p = 0,023. Sedangkan untuk perbedaan  jenis pemberian antibiotik profilaksis (p = 0,636) dan jenis tindakan operasi (p = 0,066) tidak bermakna. Uji regresi logistik untuk variabel jenis kelamin dan umur tidak bisa dilakukan. Jenis operasi laparotomi kolesistektomi memiliki risiko 4,583 lebih besar untuk terjadinya SSI (Interval Kepercayaan 95% = 1,050 - 20,003) Kesimpulan : Tidak ada perbedaan yang bermakna antara pemberian antibiotik profilaksis ceftriaxone dan non ceftriaxone pada pasien kolesistolitiasis yang dilakukan laparoskopi atau laparotomi kolesistektomi terhadap kejadian SSI.
ISSN:2540-8844