Studi Awal Amplifikasi Gerak Tanah Gempa untuk Universitas Indonesia (Depok)

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya peristiwa gempa bumi di Indonesia beberapa tahun belakangan. Sementara itu, praktik umum dalam penentuan parameter tanah dan kegempaan di Indonesia masih banyak bergantung pada berbagai studi empiris. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untu...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Lingga Ekaputra Lucky Suryajaya, Widjojo Adi Prakoso, Yuamar Imarrazan Basarah, Sigit Pramono
Format: Article
Language:English
Published: Institut Teknologi Bandung 2024-08-01
Series:Jurnal Teknik Sipil
Subjects:
Online Access:https://journals.itb.ac.id/index.php/jts/article/view/23463
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849716689904599040
author Lingga Ekaputra Lucky Suryajaya
Widjojo Adi Prakoso
Yuamar Imarrazan Basarah
Sigit Pramono
author_facet Lingga Ekaputra Lucky Suryajaya
Widjojo Adi Prakoso
Yuamar Imarrazan Basarah
Sigit Pramono
author_sort Lingga Ekaputra Lucky Suryajaya
collection DOAJ
description Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya peristiwa gempa bumi di Indonesia beberapa tahun belakangan. Sementara itu, praktik umum dalam penentuan parameter tanah dan kegempaan di Indonesia masih banyak bergantung pada berbagai studi empiris. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari parameter tanah dan kegempaan di Indonesia lewat fenomena amplifikasi gerak tanah gempa dengan studi kasus yang berlokasi di Universitas Indonesia (Depok). Metode penelitian yang digunakan meliputi: analisis data hasil pencatatan gempa di Hutan UI pada kedalaman 300 meter, pemodelan satu dimensi dengan perangkat lunak DEEPSOIL v7, serta analisis komparatif terhadap hasil pencatatan gerak tanah gempa Banten, 14 Januari 2022 bermagnitudo 6,6 (low strain) di permukaan tanah Hutan UI dan FMIPA UI. Hasil penelitian menunjukkan adanya osilasi pada akhir output percepatan tanah, serta lonjakan nilai peak ground acceleration (PGA) pada sekitar 30 meter lapisan teratas dengan periode dan percepatan spektra lebih tinggi dari hasil yang seharusnya (recorded). Hal tersebut mengindikasikan bahwa tanah yang dimodelkan berdasarkan parameter hasil korelasi lebih lunak dari seharusnya. Dengan kata lain, tanah lebih kaku dari dugaan sebelumnya yang mengacu pada korelasi yang telah ditentukan.
format Article
id doaj-art-84247ef622ac4b6fb0342e0a20cf6a7d
institution DOAJ
issn 0853-2982
2549-2659
language English
publishDate 2024-08-01
publisher Institut Teknologi Bandung
record_format Article
series Jurnal Teknik Sipil
spelling doaj-art-84247ef622ac4b6fb0342e0a20cf6a7d2025-08-20T03:12:54ZengInstitut Teknologi BandungJurnal Teknik Sipil0853-29822549-26592024-08-01312Studi Awal Amplifikasi Gerak Tanah Gempa untuk Universitas Indonesia (Depok) Lingga Ekaputra Lucky Suryajaya0Widjojo Adi Prakoso1Yuamar Imarrazan Basarah2Sigit Pramono3Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas IndonesiaDepartemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas IndonesiaProgram Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi BandungBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya peristiwa gempa bumi di Indonesia beberapa tahun belakangan. Sementara itu, praktik umum dalam penentuan parameter tanah dan kegempaan di Indonesia masih banyak bergantung pada berbagai studi empiris. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari parameter tanah dan kegempaan di Indonesia lewat fenomena amplifikasi gerak tanah gempa dengan studi kasus yang berlokasi di Universitas Indonesia (Depok). Metode penelitian yang digunakan meliputi: analisis data hasil pencatatan gempa di Hutan UI pada kedalaman 300 meter, pemodelan satu dimensi dengan perangkat lunak DEEPSOIL v7, serta analisis komparatif terhadap hasil pencatatan gerak tanah gempa Banten, 14 Januari 2022 bermagnitudo 6,6 (low strain) di permukaan tanah Hutan UI dan FMIPA UI. Hasil penelitian menunjukkan adanya osilasi pada akhir output percepatan tanah, serta lonjakan nilai peak ground acceleration (PGA) pada sekitar 30 meter lapisan teratas dengan periode dan percepatan spektra lebih tinggi dari hasil yang seharusnya (recorded). Hal tersebut mengindikasikan bahwa tanah yang dimodelkan berdasarkan parameter hasil korelasi lebih lunak dari seharusnya. Dengan kata lain, tanah lebih kaku dari dugaan sebelumnya yang mengacu pada korelasi yang telah ditentukan. https://journals.itb.ac.id/index.php/jts/article/view/23463AmplifikasiGempa bumiGerak tanah gempaParameterPeak Ground AccelerationPercepatan spektra
spellingShingle Lingga Ekaputra Lucky Suryajaya
Widjojo Adi Prakoso
Yuamar Imarrazan Basarah
Sigit Pramono
Studi Awal Amplifikasi Gerak Tanah Gempa untuk Universitas Indonesia (Depok)
Jurnal Teknik Sipil
Amplifikasi
Gempa bumi
Gerak tanah gempa
Parameter
Peak Ground Acceleration
Percepatan spektra
title Studi Awal Amplifikasi Gerak Tanah Gempa untuk Universitas Indonesia (Depok)
title_full Studi Awal Amplifikasi Gerak Tanah Gempa untuk Universitas Indonesia (Depok)
title_fullStr Studi Awal Amplifikasi Gerak Tanah Gempa untuk Universitas Indonesia (Depok)
title_full_unstemmed Studi Awal Amplifikasi Gerak Tanah Gempa untuk Universitas Indonesia (Depok)
title_short Studi Awal Amplifikasi Gerak Tanah Gempa untuk Universitas Indonesia (Depok)
title_sort studi awal amplifikasi gerak tanah gempa untuk universitas indonesia depok
topic Amplifikasi
Gempa bumi
Gerak tanah gempa
Parameter
Peak Ground Acceleration
Percepatan spektra
url https://journals.itb.ac.id/index.php/jts/article/view/23463
work_keys_str_mv AT linggaekaputraluckysuryajaya studiawalamplifikasigeraktanahgempauntukuniversitasindonesiadepok
AT widjojoadiprakoso studiawalamplifikasigeraktanahgempauntukuniversitasindonesiadepok
AT yuamarimarrazanbasarah studiawalamplifikasigeraktanahgempauntukuniversitasindonesiadepok
AT sigitpramono studiawalamplifikasigeraktanahgempauntukuniversitasindonesiadepok