EDUKASI MASYARAKAT UNTUK MENGATASI LIMBAH RUMAH TANGGA DENGAN MEMBUAT PUPUK CAIR DI KURAI TAJI KECAMATAN NAN SABARIS KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Penumpukan sampah di lingkungan masyarakat Korong Talogondan, Nagari Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman dapat menyebabkan bau busuk dan dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Kepedulian terhadap pengolahan sampah yang dihasilkan perlu ditingkatkan dengan menin...
Saved in:
| Main Authors: | , , , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas
2025-03-01
|
| Series: | Jurnal Hilirisasi IPTEKS |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://hilirisasi.lppm.unand.ac.id/index.php/hilirisasi/article/view/771 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Penumpukan sampah di lingkungan masyarakat Korong Talogondan, Nagari Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman dapat menyebabkan bau busuk dan dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Kepedulian terhadap pengolahan sampah yang dihasilkan perlu ditingkatkan dengan meningkatkan pemahaman karena kurangnya pengetahuan serta keahlian warga dalam mengolah sampah. Oleh karena itu, proses pengelolaan dan pengolahan sampah organik perlu dilakukan dari sumbernya yaitu rumah tangga. Disisi lain, petani membutuhkan pupuk untuk pertanian dengan harga yang terus naik dan kekurangan kesuburan tanah akibat praktik pemupukan yang salah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan serta praktik dalam pengolahan sampah organik di lingkungan menjadi pupuk cair dengan menggunakan mikroorganisme lokal (MOL). MOL dibuat menggunakan sampah dapur, air cucian beras, gula pasir dan gula merah yang tersedia di dapur setiap rumah. Kegiatan dilakukan dengan penyampaian materi tentang potensi sampah organik rumah tangga sebagai pupuk organik dan salah satu upaya mengatasi penumpukan sampah. Peningkatan motivasi warga dilakukan dengan diskusi secara langsung dan mempraktikkan secara berkelompok teknik sederhana pengolahan sampah organik. Hasil dari sosialisasi ini menunjukkan minat serta ketertarikan masyarakat dalam pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk cair yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan, bernilai ekonomis, dan dapat memberi nutrisi pada tanaman pertanian, menggantikan penggunaan pupuk sintetis. Pembuatan MOL dari sampah rumah tangga perlu ditingkatkan sehingga setiap rumah sudah memiliki usaha dalam mengurangi penumpukan sampah dalam rangka menjaga kualitas lingkungan.
|
|---|---|
| ISSN: | 2621-7198 |