Prevalensi Schistosomiasis pada Hewan Reservoir Sapi (Bos, sp) dan Kerbau (Bubalus, sp) dalam Sistem Peternakan Ekstensif di Lembah Napu, Sulawesi Tengah

Latar Belakang:  Schistosomiasis merupakan penyakit endemik di Sulawesi Tengah yaitu di Lindu, Bada, dan Lembah Napu. Di Lembah Napu Schistosomiasis tidak hanya menyerang pada manusia, tetapi juga pada hewan mamalia seperti Sapi dan Kerbau. Tujuan: Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui prevalensi...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Sagaf Sagaf, Nur Indang, Sigit Sigit, Fahri Fahri, Rully Akbar Pribudi
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Universitas Jambi 2025-05-01
Series:Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan
Subjects:
Online Access:https://online-journal.unja.ac.id/jiip/article/view/37150
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Latar Belakang:  Schistosomiasis merupakan penyakit endemik di Sulawesi Tengah yaitu di Lindu, Bada, dan Lembah Napu. Di Lembah Napu Schistosomiasis tidak hanya menyerang pada manusia, tetapi juga pada hewan mamalia seperti Sapi dan Kerbau. Tujuan: Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui prevalensi schistosomiasis pada sapi (Bos sp.) dan kerbau (Bubalus sp.) pada sistem peternakan ekstensif di Lembah Napu, Sulawesi Tengah. Metode: Pengambilan sampel feses sapi dan kerbau. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan feses untuk melihat jenis telur cacing secara mikroskopis dengan metode kato-katz di Laboratorium Schistosomiasis Dinas Kesehatan Lore Utara Kabupaten Poso. Jumlah Sampel yang digunakan yaitu masing-masing di ambil 10 ekor yang terdiri sapi betina, sapi jantan, sapi anakan betina, dan sapi anakan jantan serta kerbau betina, kerbau jantan, kerbau anakan betina dan kerbau anakan jantan. Hasil: Hasil penelitian ditemukan lebih dari 1 spesies telur cacing yang menginfeksi sapi dan kerbau, yaitu Schistosoma japonicum, Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan Hookworm. Prevalensi schistosomiasis lebih tinggi pada sapi jika dibandingkan kerbau, hal ini dikarenakan pada sapi memiliki daya serang dengan pori-pori lebih banyak, sehingga sapi lebih gampang terinfeksi oleh parasit. Selain itu jarak jelajah sapi juga lebih jauh dalam mencari pakan, daripada kerbau. Pada saat hujan, kebanyakan kerbau beridam diri ditempat kubangan saja. Berbeda dengan sapi, walaupun hujan sapi tetap berjalan untuk mencari pakan. Kesimpulan:  Kesimpulan yaitu prevalensi schistosomiasis lebih banyak terdapat pada sapi yaitu 11 yang positif, dan pada kerbau hanya terdapat 2 yang positif.
ISSN:1410-7791
2528-0805