SEJARAH PERTANIAN SAWAH LEBAK, PERAN PEREMPUAN DAN PANGAN KELUARGA DI KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN

<p>Lowland agricultural fields have unique characteristics that only harvest once a year and planting process  begins when the water has began to recede. The type of local rice planted is Pegagan. Pegagan  has unique characteristics, such as high trees, paddy longer lifespan, pest resistant, a...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Yunindyawati Yunindyawati, Titik Sumarti, Soeryo Adiwibowo, Aida Vitayala, Hardinsyah Hardinsyah
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Negeri Semarang 2014-07-01
Series:Paramita: Historical Studies Journal
Online Access:http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/paramita/article/view/3124
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849409801067429888
author Yunindyawati Yunindyawati
Titik Sumarti
Soeryo Adiwibowo
Aida Vitayala
Hardinsyah Hardinsyah
author_facet Yunindyawati Yunindyawati
Titik Sumarti
Soeryo Adiwibowo
Aida Vitayala
Hardinsyah Hardinsyah
author_sort Yunindyawati Yunindyawati
collection DOAJ
description <p>Lowland agricultural fields have unique characteristics that only harvest once a year and planting process  begins when the water has began to recede. The type of local rice planted is Pegagan. Pegagan  has unique characteristics, such as high trees, paddy longer lifespan, pest resistant, and tougher rice grains. These plants favored local residents because the rice produced relatively hard so filling. Therefore, rice Pegagan be the ultimate local food for local people. When there is a green revolution policy to increase rice productivity, the type of rice Pegagan displaced and replaced by new IR 42 and Ciherang rice seedlings. Family food pattern shifted, including local livelihoods. This article presents an overview of the history of lowland rice farming, the role of women in agriculture and food family.</p><p><br /> Keywords: History of lowland agriculture, role of women, family Food</p><p>Pertanian sawah lebak memiliki karakteristik unik dimana hanya panen sekali dalam setahun dan proses penanaman dimulai saat air mulai surut. Jenis padi yang ditanam merupakan padi lokal jenis pegagan dengan karakteristik batang pohon tinggi, umur padi lebih lama, tahan hama, dan bulir padi lebih keras. Tanaman ini disukai penduduk lokal karena beras yang dihasilkan relatif keras sehingga mengenyangkan. Oleh karena itu, padi Pegagan menjadi pangan lokal yang paling utama bagi masyarakat lokal.  Ketika ada kebijakan revolusi hijau untuk meningkatkan produktivitas padi, maka semakin hari jenis padi Pegagan tergusur digantikan oleh bibit padi baru IR 42, Ciherang dan lainnya. Pola pangan keluarga pun bergeser, termasuk mata pencaharian penduduk lokal. Artikel ini menyajikan gambaran tentang sejarah pertanian padi lebak, peran perempuan dalam pertanian lebak serta pangan keluarga.</p><p>Kata kunci: sejarah pertanian lebak, peran perempuan, pangan keluarga</p><p> </p><p> </p>
format Article
id doaj-art-7db42380dfbf4e28b68eb41913af2109
institution Kabale University
issn 0854-0039
2407-5825
language English
publishDate 2014-07-01
publisher Universitas Negeri Semarang
record_format Article
series Paramita: Historical Studies Journal
spelling doaj-art-7db42380dfbf4e28b68eb41913af21092025-08-20T03:35:23ZengUniversitas Negeri SemarangParamita: Historical Studies Journal0854-00392407-58252014-07-0124210.15294/paramita.v24i2.31242862SEJARAH PERTANIAN SAWAH LEBAK, PERAN PEREMPUAN DAN PANGAN KELUARGA DI KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATANYunindyawati Yunindyawati0Titik Sumarti1Soeryo Adiwibowo2Aida Vitayala3Hardinsyah Hardinsyah4Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Sriwijaya,Departemen Ssiologi Pedesaan, Institut Pertanian BogorDepartemen Ssiologi Pedesaan, Institut Pertanian BogorDepartemen Ssiologi Pedesaan, Institut Pertanian BogorDepartemen Ssiologi Pedesaan, Institut Pertanian Bogor<p>Lowland agricultural fields have unique characteristics that only harvest once a year and planting process  begins when the water has began to recede. The type of local rice planted is Pegagan. Pegagan  has unique characteristics, such as high trees, paddy longer lifespan, pest resistant, and tougher rice grains. These plants favored local residents because the rice produced relatively hard so filling. Therefore, rice Pegagan be the ultimate local food for local people. When there is a green revolution policy to increase rice productivity, the type of rice Pegagan displaced and replaced by new IR 42 and Ciherang rice seedlings. Family food pattern shifted, including local livelihoods. This article presents an overview of the history of lowland rice farming, the role of women in agriculture and food family.</p><p><br /> Keywords: History of lowland agriculture, role of women, family Food</p><p>Pertanian sawah lebak memiliki karakteristik unik dimana hanya panen sekali dalam setahun dan proses penanaman dimulai saat air mulai surut. Jenis padi yang ditanam merupakan padi lokal jenis pegagan dengan karakteristik batang pohon tinggi, umur padi lebih lama, tahan hama, dan bulir padi lebih keras. Tanaman ini disukai penduduk lokal karena beras yang dihasilkan relatif keras sehingga mengenyangkan. Oleh karena itu, padi Pegagan menjadi pangan lokal yang paling utama bagi masyarakat lokal.  Ketika ada kebijakan revolusi hijau untuk meningkatkan produktivitas padi, maka semakin hari jenis padi Pegagan tergusur digantikan oleh bibit padi baru IR 42, Ciherang dan lainnya. Pola pangan keluarga pun bergeser, termasuk mata pencaharian penduduk lokal. Artikel ini menyajikan gambaran tentang sejarah pertanian padi lebak, peran perempuan dalam pertanian lebak serta pangan keluarga.</p><p>Kata kunci: sejarah pertanian lebak, peran perempuan, pangan keluarga</p><p> </p><p> </p>http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/paramita/article/view/3124
spellingShingle Yunindyawati Yunindyawati
Titik Sumarti
Soeryo Adiwibowo
Aida Vitayala
Hardinsyah Hardinsyah
SEJARAH PERTANIAN SAWAH LEBAK, PERAN PEREMPUAN DAN PANGAN KELUARGA DI KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
Paramita: Historical Studies Journal
title SEJARAH PERTANIAN SAWAH LEBAK, PERAN PEREMPUAN DAN PANGAN KELUARGA DI KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
title_full SEJARAH PERTANIAN SAWAH LEBAK, PERAN PEREMPUAN DAN PANGAN KELUARGA DI KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
title_fullStr SEJARAH PERTANIAN SAWAH LEBAK, PERAN PEREMPUAN DAN PANGAN KELUARGA DI KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
title_full_unstemmed SEJARAH PERTANIAN SAWAH LEBAK, PERAN PEREMPUAN DAN PANGAN KELUARGA DI KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
title_short SEJARAH PERTANIAN SAWAH LEBAK, PERAN PEREMPUAN DAN PANGAN KELUARGA DI KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN
title_sort sejarah pertanian sawah lebak peran perempuan dan pangan keluarga di kabupaten ogan ilir sumatera selatan
url http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/paramita/article/view/3124
work_keys_str_mv AT yunindyawatiyunindyawati sejarahpertaniansawahlebakperanperempuandanpangankeluargadikabupatenoganilirsumateraselatan
AT titiksumarti sejarahpertaniansawahlebakperanperempuandanpangankeluargadikabupatenoganilirsumateraselatan
AT soeryoadiwibowo sejarahpertaniansawahlebakperanperempuandanpangankeluargadikabupatenoganilirsumateraselatan
AT aidavitayala sejarahpertaniansawahlebakperanperempuandanpangankeluargadikabupatenoganilirsumateraselatan
AT hardinsyahhardinsyah sejarahpertaniansawahlebakperanperempuandanpangankeluargadikabupatenoganilirsumateraselatan