Pengaruh Peran Jender dan Stres Kerja terhadap Kinerja Perawat dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi

Peran gender dan stres kerja merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja tenaga kesehatan, khususnya perawat. Dalam lingkungan rumah sakit, perbedaan peran gender sering kali memengaruhi kepuasan dan kinerja, sementara stres kerja dapat menjadi hambatan dalam pencapaian kinerja optimal. Peneli...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Norasiah, Tinik Sugiati
Format: Article
Language:Indonesian
Published: STIKes Hang Tuah Pekanbaru 2025-04-01
Series:Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health)
Subjects:
Online Access:https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/2196
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Peran gender dan stres kerja merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kinerja tenaga kesehatan, khususnya perawat. Dalam lingkungan rumah sakit, perbedaan peran gender sering kali memengaruhi kepuasan dan kinerja, sementara stres kerja dapat menjadi hambatan dalam pencapaian kinerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran gender dan stres kerja terhadap kinerja perawat dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 140 perawat di RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square (PLS), Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran gender berpengaruh positif terhadap kinerja dan kepuasan kerja perawat, sedangkan stres kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja dan kepuasan kerja perawat. Selain itu, kepuasan kerja terbukti memediasi hubungan antara peran gender dan kinerja, tetapi tidak memediasi hubungan antara stres kerja dan kinerja. Temuan ini menguatkan bahwa kepuasan kerja memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja perawat, terutama dalam konteks peran gender. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi manajemen rumah sakit untuk mengembangkan kebijakan yang lebih inklusif terkait peran gender serta strategi pengelolaan stres guna meningkatkan kinerja tenaga perawat. Dengan demikian, RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif dan kondusif bagi seluruh tenaga Kesehatan.
ISSN:2088-7612
2548-8538