PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR MENCIT BALB/C
Latar Belakang: Cabai rawit merupakan bahan yang banyak digunakan dalam berbagai masakan Indonesia. Cabai rawit mengandung bahan aktif kapsaisin yang menyebabkan sensasi pedas. Di sisi lain, capsaicin merupakan bahan yang dapat mengiritasi. Kapsaisin yang masuk ke dalam tubuh kan dimetabolisme oleh...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro
2018-05-01
|
| Series: | Jurnal Kedokteran Diponegoro |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/21467 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1849424030583488512 |
|---|---|
| author | Anggi Prasetiyowati Akhmad Ismail Bambang Witjahyo |
| author_facet | Anggi Prasetiyowati Akhmad Ismail Bambang Witjahyo |
| author_sort | Anggi Prasetiyowati |
| collection | DOAJ |
| description | Latar Belakang: Cabai rawit merupakan bahan yang banyak digunakan dalam berbagai masakan Indonesia. Cabai rawit mengandung bahan aktif kapsaisin yang menyebabkan sensasi pedas. Di sisi lain, capsaicin merupakan bahan yang dapat mengiritasi. Kapsaisin yang masuk ke dalam tubuh kan dimetabolisme oleh hepar. Meningkatnya kadar kapsaisin dalam hepar dapat mempengaruhi gambaran histologinya.
Tujuan: Membuktikan adanya pengaruh ekstrak cabai rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap gambaran mikroskopis mencit balb/c.
Metode: Penelitian ini merupkan penelitin true experimental dengan rancangan Post Test Only with Control Group Design yang menggunakan hewan coba berupa mencit balb/c usia 2-3 bulan dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok K diberi makan dan minum standar, kelompok P1 diberi paparan ekstrak cabai rawit dosis 10 mg/kg bb, kelompok P2 diberi paparan ekstrak cabai rawit dosis 20 mg/kg bb, kelompok P3 diberi paparan ekstrak cabai rawit 40 mg/kg bb. Penelitian ini dilaksanakan selama 14 hari. Pada hari ke 15, mencit dideterminasi dan diambil heparnya kemudian dilakukan pengamatan mikroskopis.
Hasil: Uji Post Hoc menunjukkan perbedaan bermakna antar semua kelompok (p<0,05). Didapatkan kelainan gambaran mikroskopis pada kelompok perlakuan 1, perlakuan 2, dan perlakuan 3. Kerusakan tersebut meningkat dengan peningkatan dosis.
Simpulan: Pemberian ekstrak cabai rawit (Capsicum frutescens L.) berpengaruh terhadap gambaran mikroskopis hepar mencit balb/c. Besarnya pengaruh pemberian ekstrak cabai rawit (Capsicum frutescens L.) meningkat dengan peningkatan dosis. |
| format | Article |
| id | doaj-art-7bef0d10a73746f78f42a7b93dfa2aef |
| institution | Kabale University |
| issn | 2540-8844 |
| language | English |
| publishDate | 2018-05-01 |
| publisher | Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro |
| record_format | Article |
| series | Jurnal Kedokteran Diponegoro |
| spelling | doaj-art-7bef0d10a73746f78f42a7b93dfa2aef2025-08-20T03:30:23ZengFaculty of Medicine, Universitas DiponegoroJurnal Kedokteran Diponegoro2540-88442018-05-01721495150310.14710/dmj.v7i2.2146720437PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR MENCIT BALB/CAnggi PrasetiyowatiAkhmad IsmailBambang WitjahyoLatar Belakang: Cabai rawit merupakan bahan yang banyak digunakan dalam berbagai masakan Indonesia. Cabai rawit mengandung bahan aktif kapsaisin yang menyebabkan sensasi pedas. Di sisi lain, capsaicin merupakan bahan yang dapat mengiritasi. Kapsaisin yang masuk ke dalam tubuh kan dimetabolisme oleh hepar. Meningkatnya kadar kapsaisin dalam hepar dapat mempengaruhi gambaran histologinya. Tujuan: Membuktikan adanya pengaruh ekstrak cabai rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap gambaran mikroskopis mencit balb/c. Metode: Penelitian ini merupkan penelitin true experimental dengan rancangan Post Test Only with Control Group Design yang menggunakan hewan coba berupa mencit balb/c usia 2-3 bulan dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok K diberi makan dan minum standar, kelompok P1 diberi paparan ekstrak cabai rawit dosis 10 mg/kg bb, kelompok P2 diberi paparan ekstrak cabai rawit dosis 20 mg/kg bb, kelompok P3 diberi paparan ekstrak cabai rawit 40 mg/kg bb. Penelitian ini dilaksanakan selama 14 hari. Pada hari ke 15, mencit dideterminasi dan diambil heparnya kemudian dilakukan pengamatan mikroskopis. Hasil: Uji Post Hoc menunjukkan perbedaan bermakna antar semua kelompok (p<0,05). Didapatkan kelainan gambaran mikroskopis pada kelompok perlakuan 1, perlakuan 2, dan perlakuan 3. Kerusakan tersebut meningkat dengan peningkatan dosis. Simpulan: Pemberian ekstrak cabai rawit (Capsicum frutescens L.) berpengaruh terhadap gambaran mikroskopis hepar mencit balb/c. Besarnya pengaruh pemberian ekstrak cabai rawit (Capsicum frutescens L.) meningkat dengan peningkatan dosis.https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/21467ekstrak cabai rawit, capsaisin, mikroskopis, hepar |
| spellingShingle | Anggi Prasetiyowati Akhmad Ismail Bambang Witjahyo PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR MENCIT BALB/C Jurnal Kedokteran Diponegoro ekstrak cabai rawit, capsaisin, mikroskopis, hepar |
| title | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR MENCIT BALB/C |
| title_full | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR MENCIT BALB/C |
| title_fullStr | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR MENCIT BALB/C |
| title_full_unstemmed | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR MENCIT BALB/C |
| title_short | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR MENCIT BALB/C |
| title_sort | pengaruh pemberian ekstrak cabai rawit capsicum frutescens l terhadap gambaran mikroskopis hepar mencit balb c |
| topic | ekstrak cabai rawit, capsaisin, mikroskopis, hepar |
| url | https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/medico/article/view/21467 |
| work_keys_str_mv | AT anggiprasetiyowati pengaruhpemberianekstrakcabairawitcapsicumfrutescenslterhadapgambaranmikroskopisheparmencitbalbc AT akhmadismail pengaruhpemberianekstrakcabairawitcapsicumfrutescenslterhadapgambaranmikroskopisheparmencitbalbc AT bambangwitjahyo pengaruhpemberianekstrakcabairawitcapsicumfrutescenslterhadapgambaranmikroskopisheparmencitbalbc |