PENYUSUNAN PRODUK HUKUM SEBAGAI KEWENANGAN PEMERINTAHAN NAGARI DI KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan yaitu: Pertama, untuk mengetahui dan menganalisis latar belakang pengetahuan dan pengalaman perangkat nagari mempengaruhi pengetahuan dan kemampuan (keahlian) dalam penyusunan Produk Hukum Nagari.  Kedua, Untuk mengetahui dan menganalisis cara menin...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Sahnan Sahuri Siregar, Otong Rosadi, Darmini Roza
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Andalas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) 2020-06-01
Series:Buletin Ilmiah Nagari Membangun
Subjects:
Online Access:https://buletinnagari.lppm.unand.ac.id/index.php/bln/article/view/203
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan yaitu: Pertama, untuk mengetahui dan menganalisis latar belakang pengetahuan dan pengalaman perangkat nagari mempengaruhi pengetahuan dan kemampuan (keahlian) dalam penyusunan Produk Hukum Nagari.  Kedua, Untuk mengetahui dan menganalisis cara meningkatkan kapasitas pengetahuan dan kemampuan (keahlian) Perangkat Nagari dalam penyusunan Produk Hukum Nagari. Ketiga, Untuk mengetahui dan menganalisis strategi yang tepat untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan nagari dan para anggota Bamus Nagari sehingga mampu menyusun Rancangan Peraturan Nagari yang berbasis pada kebutuhan masyarakat nagari. Kegiatan pengabdian yang berbentuk pelatihan ini dilakukan dengan metode ceramah, tanya-jawab, pendalaman dan latihan. Metode ceramah digunakan sebagai pembekalan awal beberapa teori, konsep, dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan produk hukum nagari, juga untuk kembali meningkatkan motivasi perangkat nagari dalam penyusunan produk hukum nagari. Sedangkan metode tanya-jawab memberikan kesempatan pada para peserta untuk berdiskusi kendala yang muncul selama praktek dan pengalamannya menyusun produk hukum nagari. Metode latihan digunakan untuk mempraktekkan penyusunan peraturan nagari. Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan maka dapat diambil kesimpulan bahwa hampir seluruh peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti pelatihan yang diadakan dengan diindikasikan para peserta aktif berdikusi, perangkat nagari sebagai peserta hadir dari awal pembukaan hingga akhir pembukaan. Setelah pelatihan berakhir mampu memahami dan mempraktekkan dengan baik seluruh materi yang disampaikan selama kegiatan pengabdian. Kendala yang muncul adalah keterbatasan ruangan yang memadai di wilayah Kecamatan Bayang, sehingga tempatnya dilakukan di Aula Kantor Nagari yang terlalu luas dan tak kedap suara sehingga mengakibatkan pelaksanaan kegiatan harus menggunakan pengeras suara.
ISSN:2622-9978