MAQASHID SYARI’AH SEBAGAI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN PANCASILA

Abstract As Indonesian people, of course we are familiar with religious groups with transnational ideologies that are oriented towards replacing government systems with Islamic systems (Imamat / Khilafah) based on the Qur'an and Hadith. Actually there is nothing wrong with the group's vis...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Ahmad Fahri Yahya Ainuri
Format: Article
Language:English
Published: Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman 2020-06-01
Series:Jurnal Progress
Online Access:https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/PROGRESS/article/view/3446
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850052781358972928
author Ahmad Fahri Yahya Ainuri
author_facet Ahmad Fahri Yahya Ainuri
author_sort Ahmad Fahri Yahya Ainuri
collection DOAJ
description Abstract As Indonesian people, of course we are familiar with religious groups with transnational ideologies that are oriented towards replacing government systems with Islamic systems (Imamat / Khilafah) based on the Qur'an and Hadith. Actually there is nothing wrong with the group's vision because the khilahfah system is a product of ijtihad of the predecessor ulama and normatively does not contradict Islamic law. It's just that the effort to coerce to change the law which has become a collective agreement in a country can legally be said as an act of rebellion and the act is not constitutionally justified. To address this phenomenon, the writer wants to give an understanding that implicitly our country (Indonesia) has actually implemented laws that are in accordance with Islamic sharia because the Pancasila ideology which is used as a national and state paradigm is fully in line with the sharia maqashid as contained in the Koran 'and Hadith which fully aims to educate people to become human beings who are deified, humane, united, just manifested into a common life (social life). Keywords: Islamic maqashid, Epistemology, Pancasila Education. Abstrak Sebagai masyarakat Indonesia, tentu kita tidak asing dengan adanya kelompok beragama dengan ideologi transnasional yang berorientasi mengganti sistem pemerintahan dengan sistem Islam (Imamah/Khilafah) yang berlandaskan al-Qur’an dan Hadis. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan visi kelompok tersebut karena sistem khilahfah merupakan produk ijtihad para ulama pendahulu dan secara normatif tidak bertentangan dengan syariat Islam. Hanya saja, usaha melakukan paksaan untuk merubah undang-undang yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam suatu negara secara yuridis bisa dikatakan sebagai tindakan pemberontakan dan tindakan tersebut tidak dibenarkan secara konstitusional. Untuk mensikapi fenomena tersebut penulis ingin memberikan pemahaman bahwa secara implisit negara kita (Indonesia) sebenarnya sudah menerapkan undang-undang yang sesuai dengan syari’at Islam karena ideologi pancasila yang dijadikan sebagai paradigma berbangsa dan bernegara sepenuhnya sejalan dengan maqashid syariah yang tertuang dalam al-Qur’an dan Hadis yang spenuhnya bertujuan untuk mendidik masyarakat menjadi manusia yang berketuhanan, berperikemanusiaan, bersatu, adil yang termanifestasi ke dalam kehidupan bersama (kehidupan sosial). Kata Kunci : maqashid syariah, Epistemologi, Pendidikan Pancasila.
format Article
id doaj-art-77dd2f0444ba49098b71473ebcfae8ea
institution DOAJ
issn 2338-6878
2620-3243
language English
publishDate 2020-06-01
publisher Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman
record_format Article
series Jurnal Progress
spelling doaj-art-77dd2f0444ba49098b71473ebcfae8ea2025-08-20T02:52:42ZengPusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu KeislamanJurnal Progress2338-68782620-32432020-06-018110.31942/pgrs.v8i1.3446MAQASHID SYARI’AH SEBAGAI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN PANCASILAAhmad Fahri Yahya Ainuri0Pascasarjana UIN Walisongo SemarangAbstract As Indonesian people, of course we are familiar with religious groups with transnational ideologies that are oriented towards replacing government systems with Islamic systems (Imamat / Khilafah) based on the Qur'an and Hadith. Actually there is nothing wrong with the group's vision because the khilahfah system is a product of ijtihad of the predecessor ulama and normatively does not contradict Islamic law. It's just that the effort to coerce to change the law which has become a collective agreement in a country can legally be said as an act of rebellion and the act is not constitutionally justified. To address this phenomenon, the writer wants to give an understanding that implicitly our country (Indonesia) has actually implemented laws that are in accordance with Islamic sharia because the Pancasila ideology which is used as a national and state paradigm is fully in line with the sharia maqashid as contained in the Koran 'and Hadith which fully aims to educate people to become human beings who are deified, humane, united, just manifested into a common life (social life). Keywords: Islamic maqashid, Epistemology, Pancasila Education. Abstrak Sebagai masyarakat Indonesia, tentu kita tidak asing dengan adanya kelompok beragama dengan ideologi transnasional yang berorientasi mengganti sistem pemerintahan dengan sistem Islam (Imamah/Khilafah) yang berlandaskan al-Qur’an dan Hadis. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan visi kelompok tersebut karena sistem khilahfah merupakan produk ijtihad para ulama pendahulu dan secara normatif tidak bertentangan dengan syariat Islam. Hanya saja, usaha melakukan paksaan untuk merubah undang-undang yang sudah menjadi kesepakatan bersama dalam suatu negara secara yuridis bisa dikatakan sebagai tindakan pemberontakan dan tindakan tersebut tidak dibenarkan secara konstitusional. Untuk mensikapi fenomena tersebut penulis ingin memberikan pemahaman bahwa secara implisit negara kita (Indonesia) sebenarnya sudah menerapkan undang-undang yang sesuai dengan syari’at Islam karena ideologi pancasila yang dijadikan sebagai paradigma berbangsa dan bernegara sepenuhnya sejalan dengan maqashid syariah yang tertuang dalam al-Qur’an dan Hadis yang spenuhnya bertujuan untuk mendidik masyarakat menjadi manusia yang berketuhanan, berperikemanusiaan, bersatu, adil yang termanifestasi ke dalam kehidupan bersama (kehidupan sosial). Kata Kunci : maqashid syariah, Epistemologi, Pendidikan Pancasila.https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/PROGRESS/article/view/3446
spellingShingle Ahmad Fahri Yahya Ainuri
MAQASHID SYARI’AH SEBAGAI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN PANCASILA
Jurnal Progress
title MAQASHID SYARI’AH SEBAGAI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN PANCASILA
title_full MAQASHID SYARI’AH SEBAGAI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN PANCASILA
title_fullStr MAQASHID SYARI’AH SEBAGAI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN PANCASILA
title_full_unstemmed MAQASHID SYARI’AH SEBAGAI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN PANCASILA
title_short MAQASHID SYARI’AH SEBAGAI EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN PANCASILA
title_sort maqashid syaria€™ah sebagai epistemologi pendidikan pancasila
url https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/PROGRESS/article/view/3446
work_keys_str_mv AT ahmadfahriyahyaainuri maqashidsyariaahsebagaiepistemologipendidikanpancasila