Hambatan Prostaglandin pada Pemberian OAINS dan Non-OAINS Pasca Pemakaian Alat Ortodontik
Alat ortodontik pada bidang kedokteran digunakan untuk merapikan gigi agar tersusun rapi dan berada pada lengkung rahang. Sehingga mengakibatkan tekanan yang akan merangsang dan menimbulkan reaksi inflamasi jaringan sekitar. Salah satu mediator inflamasi yang mempengaruhi pergerakan gigi adalah pros...
Saved in:
| Main Authors: | , , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
University of Brawijaya
2013-12-01
|
| Series: | Journal of Experimental Life Science |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://jels.ub.ac.id/index.php/jels/article/view/173 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850260883763101696 |
|---|---|
| author | Shanty Sintessa H. M. Soemarko Liliek Suprapti Iwan Hernawan |
| author_facet | Shanty Sintessa H. M. Soemarko Liliek Suprapti Iwan Hernawan |
| author_sort | Shanty Sintessa |
| collection | DOAJ |
| description | Alat ortodontik pada bidang kedokteran digunakan untuk merapikan gigi agar tersusun rapi dan berada pada lengkung rahang. Sehingga mengakibatkan tekanan yang akan merangsang dan menimbulkan reaksi inflamasi jaringan sekitar. Salah satu mediator inflamasi yang mempengaruhi pergerakan gigi adalah prostaglandin (PGE2). Obat Antiinflamasi Non-Steroid (OAINS) digunakan didalam perawatan ortodontik untuk mengatasi rasa sakit akibat reaksi inflamasi yang terjadi. Sementara itu proses inflamasi diperlukan pada perawatan ortodontik melalui peran PGE2 yang merangsang aktivitas osteoklas dan osteoblas, keduanya diperlukan agar gigi dapat bergerak. Pemilihan jenis selektivitas OAINS perlu diperhatikan mengingat inflamasi diperlukan dalam proses pergerakan gigi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh selektivitas OAINS dan non OAINS terhadap hambatan PGE2 dan jumlah sel osteoklas - osteoblas tulang alveolus gigi rahang atas akibat pemakaian alat ortodontik. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan aspirin sebagai OAINS yang selektif terhadap cox 1, diklofenak sebagai OAINS selektif cox 2, dan paracetamol sebagai non OAINS. Pada penelitian ini digunakan hewan coba marmut yang terbagi menjadi kelompok kontrol (n=6), aspirin 87 mg.kg-1 BB po(n=6), diklofenak 2 mg.kg-1 BB po (n=6), dan paracetamol 200 mg.kg-1 BB po(n=6). Perlakuan dengan alat ortodontik selama 3 hari. Konsentrasi PGE2 diukur dengan spektrofotometer dan sel osteoklas-osteoblas dihitung secara histologis. Analisa anova digunakan untuk mebandingkan hambatan PGE2 pada pemberian aspirin, diklofenak, dan paracetamol terhadap kontrol. Uji korelasi untuk menghubungkan hambatan PGE2 terhadap jumlah osteoklas-osteoblas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspirin, diklofenak, dan paracetamol menurunkan PGE2 dalam tulang dengan signifikan (p≤0,01). Penurunan konsentrasi PGE2 berhubungan dengan jumlah osteoklas-osteoblas yang terbentuk dengan uji korelasi yang tidak signifikan (p≥0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemakaian OAINS dalam waktu 3 hari tidak mempengaruhi proses pergerakan gigi dan paracetamol dapat digunakan sebagai obat penghambat prostaglandin tanpa banyak mempengaruhi proses pergerakan gigi. |
| format | Article |
| id | doaj-art-7778fc8ae8d446e4b0213d0f9eefacea |
| institution | OA Journals |
| issn | 2087-2852 2338-1655 |
| language | English |
| publishDate | 2013-12-01 |
| publisher | University of Brawijaya |
| record_format | Article |
| series | Journal of Experimental Life Science |
| spelling | doaj-art-7778fc8ae8d446e4b0213d0f9eefacea2025-08-20T01:55:32ZengUniversity of BrawijayaJournal of Experimental Life Science2087-28522338-16552013-12-01326575https://doi.org/10.21776/ub.jels.2013.003.02.03Hambatan Prostaglandin pada Pemberian OAINS dan Non-OAINS Pasca Pemakaian Alat OrtodontikShanty Sintessa0H. M. Soemarko1Liliek Suprapti2Iwan Hernawan3Universitas Brawijaya, Malang, IndonesiaRumah Sakit Syaiful Anwar, Malang, IndonesiaRumah Sakit Syaiful Anwar, Malang, IndonesiaUniversitas Airlangga, Surabaya, IndonesiaAlat ortodontik pada bidang kedokteran digunakan untuk merapikan gigi agar tersusun rapi dan berada pada lengkung rahang. Sehingga mengakibatkan tekanan yang akan merangsang dan menimbulkan reaksi inflamasi jaringan sekitar. Salah satu mediator inflamasi yang mempengaruhi pergerakan gigi adalah prostaglandin (PGE2). Obat Antiinflamasi Non-Steroid (OAINS) digunakan didalam perawatan ortodontik untuk mengatasi rasa sakit akibat reaksi inflamasi yang terjadi. Sementara itu proses inflamasi diperlukan pada perawatan ortodontik melalui peran PGE2 yang merangsang aktivitas osteoklas dan osteoblas, keduanya diperlukan agar gigi dapat bergerak. Pemilihan jenis selektivitas OAINS perlu diperhatikan mengingat inflamasi diperlukan dalam proses pergerakan gigi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh selektivitas OAINS dan non OAINS terhadap hambatan PGE2 dan jumlah sel osteoklas - osteoblas tulang alveolus gigi rahang atas akibat pemakaian alat ortodontik. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan aspirin sebagai OAINS yang selektif terhadap cox 1, diklofenak sebagai OAINS selektif cox 2, dan paracetamol sebagai non OAINS. Pada penelitian ini digunakan hewan coba marmut yang terbagi menjadi kelompok kontrol (n=6), aspirin 87 mg.kg-1 BB po(n=6), diklofenak 2 mg.kg-1 BB po (n=6), dan paracetamol 200 mg.kg-1 BB po(n=6). Perlakuan dengan alat ortodontik selama 3 hari. Konsentrasi PGE2 diukur dengan spektrofotometer dan sel osteoklas-osteoblas dihitung secara histologis. Analisa anova digunakan untuk mebandingkan hambatan PGE2 pada pemberian aspirin, diklofenak, dan paracetamol terhadap kontrol. Uji korelasi untuk menghubungkan hambatan PGE2 terhadap jumlah osteoklas-osteoblas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspirin, diklofenak, dan paracetamol menurunkan PGE2 dalam tulang dengan signifikan (p≤0,01). Penurunan konsentrasi PGE2 berhubungan dengan jumlah osteoklas-osteoblas yang terbentuk dengan uji korelasi yang tidak signifikan (p≥0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemakaian OAINS dalam waktu 3 hari tidak mempengaruhi proses pergerakan gigi dan paracetamol dapat digunakan sebagai obat penghambat prostaglandin tanpa banyak mempengaruhi proses pergerakan gigi.https://jels.ub.ac.id/index.php/jels/article/view/173pge2coxoainsosteoklasosteoblaspergerakan gigialat ortodontik. |
| spellingShingle | Shanty Sintessa H. M. Soemarko Liliek Suprapti Iwan Hernawan Hambatan Prostaglandin pada Pemberian OAINS dan Non-OAINS Pasca Pemakaian Alat Ortodontik Journal of Experimental Life Science pge2 cox oains osteoklas osteoblas pergerakan gigi alat ortodontik. |
| title | Hambatan Prostaglandin pada Pemberian OAINS dan Non-OAINS Pasca Pemakaian Alat Ortodontik |
| title_full | Hambatan Prostaglandin pada Pemberian OAINS dan Non-OAINS Pasca Pemakaian Alat Ortodontik |
| title_fullStr | Hambatan Prostaglandin pada Pemberian OAINS dan Non-OAINS Pasca Pemakaian Alat Ortodontik |
| title_full_unstemmed | Hambatan Prostaglandin pada Pemberian OAINS dan Non-OAINS Pasca Pemakaian Alat Ortodontik |
| title_short | Hambatan Prostaglandin pada Pemberian OAINS dan Non-OAINS Pasca Pemakaian Alat Ortodontik |
| title_sort | hambatan prostaglandin pada pemberian oains dan non oains pasca pemakaian alat ortodontik |
| topic | pge2 cox oains osteoklas osteoblas pergerakan gigi alat ortodontik. |
| url | https://jels.ub.ac.id/index.php/jels/article/view/173 |
| work_keys_str_mv | AT shantysintessa hambatanprostaglandinpadapemberianoainsdannonoainspascapemakaianalatortodontik AT hmsoemarko hambatanprostaglandinpadapemberianoainsdannonoainspascapemakaianalatortodontik AT lilieksuprapti hambatanprostaglandinpadapemberianoainsdannonoainspascapemakaianalatortodontik AT iwanhernawan hambatanprostaglandinpadapemberianoainsdannonoainspascapemakaianalatortodontik |