Pengaruh Variasi Genetika Cyp2c19 Terhadap Efek Sedasi Midazolam Intravena
Latar Belakang: Sitokrom P450 berperan penting dalam metabolisme obat, zat kimia dan karsinogen. CYP2C19 sering menjadi perhatian utama karena tingginya perbedaan ditiap individu maupun tiap populasi. Berdasarkan kapasitas CYP2C19 dalam metabolisme sustrat, seseorang dapat dikelompokkan sebagai exte...
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
2009-07-01
|
| Series: | JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/6289 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850065050462584832 |
|---|---|
| author | Sukmiasi Sismadi uripno Budiono |
| author_facet | Sukmiasi Sismadi uripno Budiono |
| author_sort | Sukmiasi Sismadi |
| collection | DOAJ |
| description | Latar Belakang: Sitokrom P450 berperan penting dalam metabolisme obat, zat kimia dan karsinogen. CYP2C19 sering menjadi perhatian utama karena tingginya perbedaan ditiap individu maupun tiap populasi. Berdasarkan kapasitas CYP2C19 dalam metabolisme sustrat, seseorang dapat dikelompokkan sebagai extensive me tabolizers (EM), intermediate metabolizers (IM) dan poor metabolizers (PM). Midazolam yang mempunyai efek sedasi, ansiolitik dan anterograde amnesia dimetabolisme melalui enzim CYP2C19. Obat ini sering digunakan sebagai obat premedikasi ataupun sebagai koinduksi. Pada praktek klinis sering dijumpai dosis midazolam yang lazim, ternyata tidak semua pasien menunjukkan efek yang diharapkan. Diteliti seberapa besar pengaruh genetik terhadap biotransformasi midazolam intravena.
Tujuan: Menilai efek midazolam intravena pada genotipe EM, IM dan PM
Metode: Penelitian pada 24 pasien yang menjalani bedah elektif di Instalasi Bedah Sentral RS UP Dr Kariadi Semarang, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan status fisik ASA I. Sebelumnya penderita mendapatka n penjelasan tentang prosedur yang akan dijalani serta menyatakan kesediaannya dalam informed consent. Desain penelitian uji klinik fase II ini menggunakan cross sectional untuk menilai efek midazolam terhadap fungsi metabolisme tubuh. Alel/polimorfisme CY P2C19 diidentifikasi dengan tehnik PCR- RFLP.
Hasil: Dari hasil penelitian menunjukkan karakteristik umum penderita tidak terdapat kelainan laboratorium, tidak mengalami komplikasi atau efek samping terhadap midazolam. Skor sedasi 5 menit setelah pemberian midazolam midazolam tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara laki -laki dan perempuan (3,3 ± 0,59), serta tidak ditemukan hubungan yang bermakna antar usia dengan nilai skor sedasi (r=0,250 ; P=0,183). Distribusi genotip CYP2C19 ditemukan masing-masing 6 (20%) EM, 16 (53,3%) IM dan 8 (26,7%) PM. Ketiga genotip tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan usia, jenis kelamin maupun skor sedasi.
Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara nilai skor sedasi dengan genotip EM, IM dan PM dari CYP2C19. |
| format | Article |
| id | doaj-art-74229704f7a74f4dbe010c5c36a08f34 |
| institution | DOAJ |
| issn | 2337-5124 2089-970X |
| language | English |
| publishDate | 2009-07-01 |
| publisher | Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro |
| record_format | Article |
| series | JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) |
| spelling | doaj-art-74229704f7a74f4dbe010c5c36a08f342025-08-20T02:49:06ZengFakultas Kedokteran, Universitas DiponegoroJAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia)2337-51242089-970X2009-07-0112657110.14710/jai.v1i2.62895496Pengaruh Variasi Genetika Cyp2c19 Terhadap Efek Sedasi Midazolam IntravenaSukmiasi Sismadi0uripno Budiono1Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, IndonesiaDepartemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, IndonesiaLatar Belakang: Sitokrom P450 berperan penting dalam metabolisme obat, zat kimia dan karsinogen. CYP2C19 sering menjadi perhatian utama karena tingginya perbedaan ditiap individu maupun tiap populasi. Berdasarkan kapasitas CYP2C19 dalam metabolisme sustrat, seseorang dapat dikelompokkan sebagai extensive me tabolizers (EM), intermediate metabolizers (IM) dan poor metabolizers (PM). Midazolam yang mempunyai efek sedasi, ansiolitik dan anterograde amnesia dimetabolisme melalui enzim CYP2C19. Obat ini sering digunakan sebagai obat premedikasi ataupun sebagai koinduksi. Pada praktek klinis sering dijumpai dosis midazolam yang lazim, ternyata tidak semua pasien menunjukkan efek yang diharapkan. Diteliti seberapa besar pengaruh genetik terhadap biotransformasi midazolam intravena. Tujuan: Menilai efek midazolam intravena pada genotipe EM, IM dan PM Metode: Penelitian pada 24 pasien yang menjalani bedah elektif di Instalasi Bedah Sentral RS UP Dr Kariadi Semarang, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan status fisik ASA I. Sebelumnya penderita mendapatka n penjelasan tentang prosedur yang akan dijalani serta menyatakan kesediaannya dalam informed consent. Desain penelitian uji klinik fase II ini menggunakan cross sectional untuk menilai efek midazolam terhadap fungsi metabolisme tubuh. Alel/polimorfisme CY P2C19 diidentifikasi dengan tehnik PCR- RFLP. Hasil: Dari hasil penelitian menunjukkan karakteristik umum penderita tidak terdapat kelainan laboratorium, tidak mengalami komplikasi atau efek samping terhadap midazolam. Skor sedasi 5 menit setelah pemberian midazolam midazolam tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara laki -laki dan perempuan (3,3 ± 0,59), serta tidak ditemukan hubungan yang bermakna antar usia dengan nilai skor sedasi (r=0,250 ; P=0,183). Distribusi genotip CYP2C19 ditemukan masing-masing 6 (20%) EM, 16 (53,3%) IM dan 8 (26,7%) PM. Ketiga genotip tidak terdapat perbedaan yang bermakna dengan usia, jenis kelamin maupun skor sedasi. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara nilai skor sedasi dengan genotip EM, IM dan PM dari CYP2C19.https://ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/6289midazolam intravenametabolismecyp2c19 |
| spellingShingle | Sukmiasi Sismadi uripno Budiono Pengaruh Variasi Genetika Cyp2c19 Terhadap Efek Sedasi Midazolam Intravena JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) midazolam intravena metabolisme cyp2c19 |
| title | Pengaruh Variasi Genetika Cyp2c19 Terhadap Efek Sedasi Midazolam Intravena |
| title_full | Pengaruh Variasi Genetika Cyp2c19 Terhadap Efek Sedasi Midazolam Intravena |
| title_fullStr | Pengaruh Variasi Genetika Cyp2c19 Terhadap Efek Sedasi Midazolam Intravena |
| title_full_unstemmed | Pengaruh Variasi Genetika Cyp2c19 Terhadap Efek Sedasi Midazolam Intravena |
| title_short | Pengaruh Variasi Genetika Cyp2c19 Terhadap Efek Sedasi Midazolam Intravena |
| title_sort | pengaruh variasi genetika cyp2c19 terhadap efek sedasi midazolam intravena |
| topic | midazolam intravena metabolisme cyp2c19 |
| url | https://ejournal.undip.ac.id/index.php/janesti/article/view/6289 |
| work_keys_str_mv | AT sukmiasisismadi pengaruhvariasigenetikacyp2c19terhadapefeksedasimidazolamintravena AT uripnobudiono pengaruhvariasigenetikacyp2c19terhadapefeksedasimidazolamintravena |