Revitalisasi Ilmu Komunikasi Melalui Riset
Paradigma klasik mendominasi penelitian ilmiah komunikasi di Indonesia. Model-model komunikasi yang linier dari Schramm, Laswell, juga Shannon dan Weaver, masih dipertahankan untuk mengkaji efek-efek komunikasi. Dalamrisetsosial, terdapat banyak perspektif untuk menjelaskan objek penelitian berupa r...
Saved in:
| Main Author: | |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Universitas Islam Bandung
2000-12-01
|
| Series: | MediaTor |
| Subjects: | |
| Online Access: | http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/682 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1849727515909685248 |
|---|---|
| author | Santi Indra Astuti |
| author_facet | Santi Indra Astuti |
| author_sort | Santi Indra Astuti |
| collection | DOAJ |
| description | Paradigma klasik mendominasi penelitian ilmiah komunikasi di Indonesia. Model-model komunikasi yang linier dari Schramm, Laswell, juga Shannon dan Weaver, masih dipertahankan untuk mengkaji efek-efek komunikasi. Dalamrisetsosial, terdapat banyak perspektif untuk menjelaskan objek penelitian berupa realitas sosial, yang salah satunya adalah peristiwa komunikasi. Yang pertama adalah emprisisme. Pendekatan kedua yang perlu diperkenalkan lebih meluas lagi adalah realisme. Perspektifketiga adalah subjektivisme. Idealisme adalah perspektif sosial lain yang belum begitu populer di kalangan periset komunikasi. Posmodernisme adalah istilah, sekaligus perspektif penelitian, yang sangat populer saatt ini. Pendekatan feminisme, dalam riset,juga bisa diterapkan sebagai panduan etis yang diharapkan bisa mencegah terulangnya fenomena "the age-oldfallacy of woman". Multiparadigma, sama halnya dengan multi-opinion dalam demokrasi, akan melahirkan dialektika yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu yang bersangkutan. Tulisan ini mencoba memperkenalkan sejumlah alternatif di luar maupun di dalam paradigm klasik yang mendominasi studi ilmu komunikasi di Indonesia selama ini. Tidak semuanya merupakan pendekatan baru dalam riset-riset sosial, namun di Indonesia, alternatif ini iperkirakan merupakan sesuatu yang menyegarkan karena belum banyak disentuh oleh para peneliti kajian komunikasi. |
| format | Article |
| id | doaj-art-734d7e244ff848259bb3f920e01996b7 |
| institution | DOAJ |
| issn | 1411-5883 |
| language | English |
| publishDate | 2000-12-01 |
| publisher | Universitas Islam Bandung |
| record_format | Article |
| series | MediaTor |
| spelling | doaj-art-734d7e244ff848259bb3f920e01996b72025-08-20T03:09:48ZengUniversitas Islam BandungMediaTor1411-58832000-12-01116369546Revitalisasi Ilmu Komunikasi Melalui RisetSanti Indra Astuti0Bidang Kajian Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam BandungParadigma klasik mendominasi penelitian ilmiah komunikasi di Indonesia. Model-model komunikasi yang linier dari Schramm, Laswell, juga Shannon dan Weaver, masih dipertahankan untuk mengkaji efek-efek komunikasi. Dalamrisetsosial, terdapat banyak perspektif untuk menjelaskan objek penelitian berupa realitas sosial, yang salah satunya adalah peristiwa komunikasi. Yang pertama adalah emprisisme. Pendekatan kedua yang perlu diperkenalkan lebih meluas lagi adalah realisme. Perspektifketiga adalah subjektivisme. Idealisme adalah perspektif sosial lain yang belum begitu populer di kalangan periset komunikasi. Posmodernisme adalah istilah, sekaligus perspektif penelitian, yang sangat populer saatt ini. Pendekatan feminisme, dalam riset,juga bisa diterapkan sebagai panduan etis yang diharapkan bisa mencegah terulangnya fenomena "the age-oldfallacy of woman". Multiparadigma, sama halnya dengan multi-opinion dalam demokrasi, akan melahirkan dialektika yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu yang bersangkutan. Tulisan ini mencoba memperkenalkan sejumlah alternatif di luar maupun di dalam paradigm klasik yang mendominasi studi ilmu komunikasi di Indonesia selama ini. Tidak semuanya merupakan pendekatan baru dalam riset-riset sosial, namun di Indonesia, alternatif ini iperkirakan merupakan sesuatu yang menyegarkan karena belum banyak disentuh oleh para peneliti kajian komunikasi.http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/682Ilmu Komunikasi, riset |
| spellingShingle | Santi Indra Astuti Revitalisasi Ilmu Komunikasi Melalui Riset MediaTor Ilmu Komunikasi, riset |
| title | Revitalisasi Ilmu Komunikasi Melalui Riset |
| title_full | Revitalisasi Ilmu Komunikasi Melalui Riset |
| title_fullStr | Revitalisasi Ilmu Komunikasi Melalui Riset |
| title_full_unstemmed | Revitalisasi Ilmu Komunikasi Melalui Riset |
| title_short | Revitalisasi Ilmu Komunikasi Melalui Riset |
| title_sort | revitalisasi ilmu komunikasi melalui riset |
| topic | Ilmu Komunikasi, riset |
| url | http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/682 |
| work_keys_str_mv | AT santiindraastuti revitalisasiilmukomunikasimelaluiriset |