Sosialisasi Gerakan “SatSet (Sarapan dan Jajan Sehat)” dan Skrining Faktor Risiko Gastritis sebagai Upaya Penanggulangan Gastritis pada Anak di Bulu Sukoharjo
Angka kejadian gastritis mengalami tren peningkatan pada anak sekolah dasar usia 10-12 dari tahun ke tahun, diperkirakan 15-20% anak usia tersebut menderita gastritis, sedangkan di Sukoharjo terdapat 10.835 kasus gastritis di tahun 2024. Faktanya, diagnosis gastritis pada anak-anak seringkali terha...
Saved in:
| Main Authors: | , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
2025-08-01
|
| Series: | Madaniya |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://madaniya.biz.id/journals/contents/article/view/1332 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Angka kejadian gastritis mengalami tren peningkatan pada anak sekolah dasar usia 10-12 dari tahun ke tahun, diperkirakan 15-20% anak usia tersebut menderita gastritis, sedangkan di Sukoharjo terdapat 10.835 kasus gastritis di tahun 2024. Faktanya, diagnosis gastritis pada anak-anak seringkali terhambat oleh beberapa faktor, seperti gejala tidak spesifik, keterbatasan komunikasi anak dalam menggambarkan keluhan serta rendahnya kesadaran orang tua dan tenaga medis akan kondisi ini. Hal ini menyebabkan tidak terdiagnosisnya atau terlambat terdiagnosisnya anak-anak dengan gejala gastritis. Kebiasaan melewatkan sarapan dengan berbagai alasan, dan lebih banyak jajan makanan siap saji merupakan faktor risiko yang meningkatkan risiko terjadinya gastritis pada anak-anak. Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak ini tentang gastritis, dan pentingnya sarapan pagi serta jajan sehat untuk mencegah terjadinya gastritis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kelompok sasaran yaitu anak usia 10-12 tahun di Desa Mojolung, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo mengenai gastritis dan pentingnya sarapan pagi serta jajan sehat, khususnya faktor risiko gastritis, sehingga akan meningkatkan kesadaran untuk menghindarinya dan mencegah terjadinya gastritis. Dalam kegiatan ini, dilakukan deteksi faktor risiko gastritis melalui wawancara, dan pemeriksaan hemoglobin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 20 peserta yang terdiri dari 9 perempuan dan 11 laki-laki dengan rentang usia 10 hingga 12 tahun. Kegiatan dilakukan di Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Maret 2025, karena hasil Laporan Kinerja Dinas Kesehatan tahun 2020 didapatkan 10.835 kasus gastritis. Kegiatan ini meliputi edukasi mengenai gastritis dan pentingnya sarapan pagi serta jajanan sehat, wawancara untuk menilai faktor risiko setiap peserta, dan pemeriksaan hemoglobin. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan pre-test dan post-test untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dengan melihat nilai pre-test dan post-test. Efektivitas konseling terlihat dari peningkatan nilai post-test dari nilai pre-test sebesar 100%. Hasil penilaian faktor risiko pada responden hampir 50% melewatkan sarapan setiap harinya, konsumsi jajanan dengan pewarna dan msg total 100%, kebiasaan minum minuman karbonasi sebanyak 25%, peserta yang cemas sebanyak 20%. Hasil pemeriksaan hemoglobin didapatkan rata-rata Hb sebesar 13.80 ±0.81 mg/dl, dengan nilai minimum 11.80 mg/dl dan nilai maksimum 14.60 mg/dl. stal urat sedimen urin ditemukan positif pada 54%.
|
|---|---|
| ISSN: | 2721-4834 |