Analisis Pengendalian Mutu Fondasi Tiang Bor Berdasarkan Uji PDA dan Uji PIT

Fondasi tiang bor adalah elemen struktural penting, yang membutuhkan kontrol kualitas yang tepat, karena dibangun dengan pengecoran di tempat, sehingga sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah dan metode implementasinya. Penelitian ini berfokus pada pengendalian mutu dalam konstruksi tiang bor. Hasil p...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Dendi Yogaswara, Ranti Riyantini
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Kristen Maranatha 2025-04-01
Series:Jurnal Teknik Sipil
Subjects:
Online Access:https://journal.maranatha.edu/index.php/jts/article/view/7345
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Fondasi tiang bor adalah elemen struktural penting, yang membutuhkan kontrol kualitas yang tepat, karena dibangun dengan pengecoran di tempat, sehingga sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah dan metode implementasinya. Penelitian ini berfokus pada pengendalian mutu dalam konstruksi tiang bor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan menggunakan data N-SPT dari Reese & Wright (1977), kapasitas dukung aksial tiang bor adalah 563,76 ton untuk titik BP103; 494,94 ton untuk titik BP17; dan 466,98 ton untuk titik BH94. Dengan pendekatan Reese & O'Neil (1989), kapasitas dukung aksial adalah 697,50 ton untuk titik BH103; 738,53 ton untuk titik BP17; dan 497,34 ton untuk titik BP94. Penelitian ini juga menghitung nilai resistansi lateral dengan menggunakan metode Broms, dengan nilai 56,58 ton tergantung pada kekakuan tiang. Analisis deformasi tiang di bawah beban juga dilakukan perhitungan dengan metode Vesic dan diperoleh nilai 0,020 m pada tiang bor tunggal, sedangkan penurunan yang diizinkan adalah 0,1 m. Pelaksanaan pekerjaan fondasi tiang bor menggunakan metode pengeboran kering. Berdasarkan uji lapangan PDA, nilai kapasitas dukung untuk tiang adalah 863 ton, 880 ton, dan 925 ton. Hasil uji PDA menunjukkan bahwa integritas bored pile di lapangan tidak mengalami kerusakan atau retakan, yang berarti implementasi di lokasi konstruksi sesuai dengan rencana yang telah disusun.
ISSN:1411-9331
2549-7219