PENGEMBANGAN LKS BERBASIS KONTEKSTUAL DENGAN PENDEKATAN PROBLEM POSING MATERI LINGKARAN DI MTs NEGERI AMBON
Menyajikan pelajaran lingkaran di kelas dengan mengaitkan pada konteks dunia nyata akan membuat siswa tertarik dengan materi tersebut, namun hal tersebut kurang dilakukan oleh guru. Pembelajaran dengan menggali daya berpikir tinggi perlu dilakukan salah satu caranya dengan menggunakan pendekatan pr...
Saved in:
| Main Authors: | , , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Universitas Muhammadiyah Metro
2024-12-01
|
| Series: | Aksioma: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/matematika/article/view/9077 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Menyajikan pelajaran lingkaran di kelas dengan mengaitkan pada konteks dunia nyata akan membuat siswa tertarik dengan materi tersebut, namun hal tersebut kurang dilakukan oleh guru. Pembelajaran dengan menggali daya berpikir tinggi perlu dilakukan salah satu caranya dengan menggunakan pendekatan problem posing dan pembelajaran berbasis kontekstual. Namun kenyataannya pembelajaran kontekstual dan pendekatan problem posing kurang dilakukan dan pembelajaran cenderung monoton. Untuk meningkatkan minat belajar dan membangkitkan daya berpikir siswa perlu dibuat suatu perangkat pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengambil model pengembangan 4D Thiagarajan & Summel. Pengembangan akan dilakuakan pada lembar kerja siswa berbasis kontekstual (LKS-BK) dengan pendekatan problem posing materi lingkaran di MTs. Negeri Ambon. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan LKS-BK dengan pendekatan problem posing materi lingkaran yang valid, praktis. Lembar validasi untuk mengukur validitas perangkat yang dikembangkan, lembar angket siswa untuk mengukur kepraktisan perangkat yang dikembangkan. Subjek uji coba di kelas VIIIA MTs. Negeri Ambon sebanyak 35 siswa. Validasi dilakukan pada LKS-BK dengan pendekatan problem posing dan diperoleh hasil validasi 87,20 (kriteri sangat Valid), hasil angket respon siswa diperoleh 82,74 (kriteria sangat praktis). Dengan demikian produk yang dihasilkan telah memenuhi kriteria valid, dan Dapat disimpulkan bahwa perangkat LKS-BK dengan pendekatan problem posing efektif meningkatkan minat belajar siswa dan mampu membangkitkan daya berpikir tinggi siswa pada materi lingkaran.
Presenting circle lessons in the classroom with real-world contexts engages students, but this approach is rarely used by teachers. Higher-order thinking skills should be developed through problem-posing and contextual learning methods. However, these methods are often neglected, resulting in monotonous learning experiences. To enhance students' interest and stimulate their thinking, a new learning tool is essential. This research uses the 4D development model by Thiagarajan & Summel to create contextual-based student worksheets (LKS-BK) with a problem-posing approach for circle material at MTs. Negeri Ambon. The aim is to produce LKS-BK that are both valid and practical. Validation sheets measure the validity of the materials, while student questionnaires assess their practicality. The study involved 35 students from class VIIIA at MTs. Negeri Ambon. The validation process for the LKS-BK with a problem-posing approach resulted in a score of 87.20, indicating very valid criteria. The student response questionnaires scored 82.74, reflecting very practical criteria. These findings indicate that the developed product meets the necessary standards of validity and practicality. In conclusion, the LKS-BK with a problem-posing approach effectively increases students' interest in learning and enhances their higher-order thinking skills in circle material. By integrating real-world contexts and active learning strategies, this tool addresses the limitations of traditional teaching methods and provides a more engaging and effective learning experience for students |
|---|---|
| ISSN: | 2089-8703 2442-5419 |