Berani Bersuara, Stop Bullying! Wujudkan Lingkungan Sekolah Yang Aman dan Ramah di Kolaka Utara
Bullying di sekolah merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan fisik dan mental siswa. Program "Berani Bersuara, Stop Bullying! Wujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Ramah" dilaksanakan di SMAN 1 Porehu Kolaka Utara dengan tujuan meningkatkan kesadaran te...
Saved in:
| Main Authors: | , , , , , , , , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
2024-11-01
|
| Series: | Madaniya |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://madaniya.biz.id/journals/contents/article/view/949 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Bullying di sekolah merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan fisik dan mental siswa. Program "Berani Bersuara, Stop Bullying! Wujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Ramah" dilaksanakan di SMAN 1 Porehu Kolaka Utara dengan tujuan meningkatkan kesadaran tentang bullying, mengembangkan kebijakan anti-bullying, serta menyediakan dukungan psikologis bagi korban dan pelaku bullying. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan sosialisasi melalui seminar dan workshop, pengembangan kebijakan anti-bullying yang komprehensif, layanan konseling individu dan kelompok, serta monitoring dan evaluasi berkala. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang bullying di kalangan guru, orang tua, dan siswa. Implementasi kebijakan anti-bullying berhasil menurunkan jumlah kasus bullying sebesar 30%. Layanan konseling memberikan dampak positif dalam memulihkan kesejahteraan mental korban dan mengubah perilaku pelaku bullying. Monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa 85% siswa merasa lingkungan sekolah menjadi lebih aman setelah program dijalankan. Pembahasan menunjukkan bahwa edukasi dan sosialisasi yang efektif dapat mengubah sikap dan perilaku terhadap bullying. Kebijakan anti-bullying yang didukung oleh seluruh komunitas sekolah dapat menciptakan perubahan positif. Dukungan psikologis yang diberikan membantu korban dan pelaku bullying pulih dan berubah. Tantangan yang dihadapi termasuk keterbatasan waktu dan sumber daya, serta perlunya peningkatan keterlibatan orang tua dan penguatan sistem pelaporan. Kesimpulannya, program ini berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan ramah. Rekomendasi untuk peningkatan program mencakup pelatihan tambahan bagi orang tua, program berkelanjutan, penguatan sistem pelaporan, dan kerjasama dengan pihak eksternal. Program ini dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam mengembangkan kebijakan anti-bullying yang efektif.
|
|---|---|
| ISSN: | 2721-4834 |