Demokrasi, Otonomi Daerah, dan Sistem Perlambangan
Penyakralan hingga kini belum banyak berubah. Sisa-sisa masa lalu terus saja berlanjut tanpa mencoba menyelami makna tersebut. Peristiwa turun denganja/an mundur meniti tangga setelah menerima bendera pada setiap upacara 17 Agustus, memberi kesan khusus, seolah-olah tokoh sakral tidak boleh dibelaka...
Saved in:
| Main Author: | Djajusman Tanudikusumah |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Universitas Islam Bandung
2002-06-01
|
| Series: | MediaTor |
| Subjects: | |
| Online Access: | http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mediator/article/view/747 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Similar Items
-
Kontribusi Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Guna Mendukung Pelaksanaan Otonomi Daerah
by: Nurul Amin
Published: (2013-06-01) -
Merancang Peran Baru Humas dalam Pengembangan Otonomi Daerah
by: Deddy Mulyana
Published: (2001-06-01) -
Analisis Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah Dan Tingkat Kemandirian Daerah Di Era Otonomi Daerah
by: Nurul Amin
Published: (2015-06-01) -
Analisis Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai Upaya Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kabupaten Toraja Utara Periode 2016-2020
by: Ardiansyah Ali, et al.
Published: (2023-12-01) -
Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Otonomi Daerah
by: Anne Ratnasari
Published: (2002-06-01)