Upaya Framing Stop Funding Hate Terhadap Isu Pembentukan Sentimen Rasisme Oleh Media Di Inggris Tahun 2016-2018

Inggris adalah salah satu negara yang menerima imigran dan pencari suaka dimana jumlahnya mencapai angka yang signifikan dari berbagai negara. Meningkatnya imigran di Inggirs memunculkan xenophobia di Inggirs dan meningkatkan rasisme yang disebabkan oleh pemberitaan pers dan media di Inggris. Media-...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Auli Nafisa, Reza Triarda
Format: Article
Language:English
Published: Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya 2023-10-01
Series:Global Focus
Online Access:https://globalfocus.ub.ac.id/index.php/globalfocus/article/view/139
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Inggris adalah salah satu negara yang menerima imigran dan pencari suaka dimana jumlahnya mencapai angka yang signifikan dari berbagai negara. Meningkatnya imigran di Inggirs memunculkan xenophobia di Inggirs dan meningkatkan rasisme yang disebabkan oleh pemberitaan pers dan media di Inggris. Media-media tersebut memunculkan retorika kebencian terhadap imigran yang menciptakan sentimen rasisme pada imigran. Isu pembangunan sentimen rasisme menjadi permasalahan yang dilakukan oleh tiga media besar di Inggris yang paling banyak menciptakan sentimen rasisme, yaitu The Sun, Daily Mail, dan Daily Express. Diskriminasi ini kemudian memunculkan gerakan perlawanan bernama Stop Funding Hate pada 2016 yang bertujuan untuk  mengajak dan engage dengan perusahaan-perusahaan untuk melakukan ‘ethical advertising’ dengan menarik dan mencegah periklanan. Untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh gerakan ini, artikel ini menggunakan konsep strategi Framing oleh Jurgen Gerhards. Aksi gerakan ini membawa hasil positif dengan adanya penarikan iklan sentimen rasisme, permintaan maaf oleh pihak media, hingga pemutusan kerjasama perusahaan dengan tiga media besar tersebut.
ISSN:2723-4215
2776-9399