Penggunaan Metode Positive Deviance Untuk Mengatasi Masalah Gizi Buruk
Berbagai literature dan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang relevan antara kemiskinan dan kekurangan gizi. Artinya, kemiskinan merupakan salah satu factor yang sangat berpengaruh terhadap status gizi anak. Pemahaman ini mempengaruhi bentuk-bentuk program yang telah dikeluarkan...
Saved in:
| Main Authors: | , , , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas
2016-06-01
|
| Series: | Warta Pengabdian Andalas |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://wartaandalas.lppm.unand.ac.id/index.php/jwa/article/view/15 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| _version_ | 1850202396562554880 |
|---|---|
| author | Zuldesni Zuldesni Elfitra Elfitra Dwiyanti Hanandini Wahyu Pramono Aziwarti Aziwarti |
| author_facet | Zuldesni Zuldesni Elfitra Elfitra Dwiyanti Hanandini Wahyu Pramono Aziwarti Aziwarti |
| author_sort | Zuldesni Zuldesni |
| collection | DOAJ |
| description |
Berbagai literature dan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang relevan antara kemiskinan dan kekurangan gizi. Artinya, kemiskinan merupakan salah satu factor yang sangat berpengaruh terhadap status gizi anak. Pemahaman ini mempengaruhi bentuk-bentuk program yang telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk menanggulangi masalah kekurangan gizi. Sehingga dapat kita pahami program-program yang telah dilakukan adalah seperti PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada anak-anak keluarga yang mengalami kekurangan gizi. Makanan tersebut dapat berupa susu, biscuit, telur,dll. Program tersebut dibuat tentu dengan asumsi bahwa anak mengalami kekurangan gizi karena ketidakmampuan (kemiskinan) keluarga untuk memberikan makanan-makanan yang bergizi kepada anak. Pengabdian ini berangakat dari pemahaman yang sama tetapi dengan pendekatan yang berbeda, dimana kemiskinan memang merupakan salah satu factor yang berpengaruh terhadap kekurangan gizi, tetapi pendekatan yang digunakan adalah dari dalam komunitas itu sendiri yaitu pendekatan penyimpangan positif (Positif Deviance). Penyimpangan Positif adalah keluarga miskin dengan kebiasaan dan perilaku tertentu membuat mereka berhasil keluar dari permasalahan kekurangan gizi (memiliki anak dengan status gizi baik).
|
| format | Article |
| id | doaj-art-696794bd8cb2413e968bd76fea69f1ea |
| institution | OA Journals |
| issn | 0854-655X 2797-1600 |
| language | Indonesian |
| publishDate | 2016-06-01 |
| publisher | Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas |
| record_format | Article |
| series | Warta Pengabdian Andalas |
| spelling | doaj-art-696794bd8cb2413e968bd76fea69f1ea2025-08-20T02:11:47ZindLembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas AndalasWarta Pengabdian Andalas0854-655X2797-16002016-06-01232Penggunaan Metode Positive Deviance Untuk Mengatasi Masalah Gizi BurukZuldesni ZuldesniElfitra ElfitraDwiyanti HanandiniWahyu PramonoAziwarti Aziwarti Berbagai literature dan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang relevan antara kemiskinan dan kekurangan gizi. Artinya, kemiskinan merupakan salah satu factor yang sangat berpengaruh terhadap status gizi anak. Pemahaman ini mempengaruhi bentuk-bentuk program yang telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk menanggulangi masalah kekurangan gizi. Sehingga dapat kita pahami program-program yang telah dilakukan adalah seperti PMT (Pemberian Makanan Tambahan) kepada anak-anak keluarga yang mengalami kekurangan gizi. Makanan tersebut dapat berupa susu, biscuit, telur,dll. Program tersebut dibuat tentu dengan asumsi bahwa anak mengalami kekurangan gizi karena ketidakmampuan (kemiskinan) keluarga untuk memberikan makanan-makanan yang bergizi kepada anak. Pengabdian ini berangakat dari pemahaman yang sama tetapi dengan pendekatan yang berbeda, dimana kemiskinan memang merupakan salah satu factor yang berpengaruh terhadap kekurangan gizi, tetapi pendekatan yang digunakan adalah dari dalam komunitas itu sendiri yaitu pendekatan penyimpangan positif (Positif Deviance). Penyimpangan Positif adalah keluarga miskin dengan kebiasaan dan perilaku tertentu membuat mereka berhasil keluar dari permasalahan kekurangan gizi (memiliki anak dengan status gizi baik). https://wartaandalas.lppm.unand.ac.id/index.php/jwa/article/view/15Kurang GiziAnak BalitaKemiskinanPenyimpangan Positif |
| spellingShingle | Zuldesni Zuldesni Elfitra Elfitra Dwiyanti Hanandini Wahyu Pramono Aziwarti Aziwarti Penggunaan Metode Positive Deviance Untuk Mengatasi Masalah Gizi Buruk Warta Pengabdian Andalas Kurang Gizi Anak Balita Kemiskinan Penyimpangan Positif |
| title | Penggunaan Metode Positive Deviance Untuk Mengatasi Masalah Gizi Buruk |
| title_full | Penggunaan Metode Positive Deviance Untuk Mengatasi Masalah Gizi Buruk |
| title_fullStr | Penggunaan Metode Positive Deviance Untuk Mengatasi Masalah Gizi Buruk |
| title_full_unstemmed | Penggunaan Metode Positive Deviance Untuk Mengatasi Masalah Gizi Buruk |
| title_short | Penggunaan Metode Positive Deviance Untuk Mengatasi Masalah Gizi Buruk |
| title_sort | penggunaan metode positive deviance untuk mengatasi masalah gizi buruk |
| topic | Kurang Gizi Anak Balita Kemiskinan Penyimpangan Positif |
| url | https://wartaandalas.lppm.unand.ac.id/index.php/jwa/article/view/15 |
| work_keys_str_mv | AT zuldesnizuldesni penggunaanmetodepositivedevianceuntukmengatasimasalahgiziburuk AT elfitraelfitra penggunaanmetodepositivedevianceuntukmengatasimasalahgiziburuk AT dwiyantihanandini penggunaanmetodepositivedevianceuntukmengatasimasalahgiziburuk AT wahyupramono penggunaanmetodepositivedevianceuntukmengatasimasalahgiziburuk AT aziwartiaziwarti penggunaanmetodepositivedevianceuntukmengatasimasalahgiziburuk |