Potensi Sinamaldehid sebagai Anti Hiperpigmentasi secara In Silico

Permasalahan kulit yang sering ditemui yaitu hiperpigmentasi yang terjadi akibat adanya sintesis melanin berlebihan yang menyebabkan penggelapan warna kulit. Hiperpigmentasi dapat diatasi dengan agen anti hiperpigmentasi yang beraktivitas dalam menghambat proses sintesis melanin. Sintesis melanin d...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Ni Made Gani Pratiwi, Ni Made Atika Saraswati, Ni Made Irma Febby Prasasti Dewi, Luh Pande Putu Tirta
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Mahasaraswati Denpasar 2021-09-01
Series:Jurnal Ilmiah Medicamento
Subjects:
Online Access:https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/Medicamento/article/view/1507
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Permasalahan kulit yang sering ditemui yaitu hiperpigmentasi yang terjadi akibat adanya sintesis melanin berlebihan yang menyebabkan penggelapan warna kulit. Hiperpigmentasi dapat diatasi dengan agen anti hiperpigmentasi yang beraktivitas dalam menghambat proses sintesis melanin. Sintesis melanin dapat dihambat dengan berbagai cara salah satunya dengan menghambat aktivitas tyrosinase. Tyrosinase merupakan enzim yang berperan dalam mengkatalisis proses biosintesis melanin. Sinamaldehid merupakan senyawa bahan alam banyak ditemukan pada tanaman Cinnamomum burmanni mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sinamaldehid dalam menghambat tyrosinase yang akan dibandingkan dengan native liganya secara in silico. Uji in silico dilakukan secara docking molecular dengan tahapan yaitu preparasi dan optimasi sinamaldehid, preparasi tyrosinase serta validasi dan docking. Metode docking molecular telah dinyatakan valid karena RMSD (root mean square distance) yang diperoleh tidak lebih dari 3 Å. Analisis data dilakukan dengan melihat energi ikatan yang dihasilkan dan ikatan yang terbentuk antara senyawa dengan residu asam amino pada protein. Nilai energi ikatan yang diperoleh antara ikatan sinamaldehid dengan tyrosinase adalah-6,21 kkal/mol. Sedangkan energi ikatan antara tyrosinase dengan native ligandnya -4,79 kkal/mol. Hal tersebut menunjukkan afinitas dari sinamaldehid pada protein tyrosinase lebih besar dibandingkan native ligandnya, sehingga sinamaldehid dikatakan memiliki potensi sebagai anti hiperpigmentasi dengan mekanisme molecular berupa inhibitor protein target tyrosinase sehingga dapat menghambat aktivitas enzim tyrosinase.
ISSN:2356-4814