Rancang Bangun Sistem Kendali Suhu pada Reaktor Torefaksi Menggunakan Mikrokontroler

Permintaan energi yang meningkat menyebabkan penurunan ketersediaan bahan bakar fosil. Biomassa dari limbah kelapa sawit yaitu tandan kosong kelapa sawit, dapat digunakan menjadi alternatif bahan bakar. Proses torefaksi mengubah biomassa menjadi biopelet yang ramah lingkungan dan bernilai tambah tin...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Mareli Telaumbanua, Wahyu Hendi Setiawan, Agus Haryanto, Febryan Kusuma Wisnu, Winda Rahmawati, Budianto Lanya
Format: Article
Language:English
Published: Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram 2024-09-01
Series:Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Subjects:
Online Access:https://jrpb.unram.ac.id/index.php/jrpb/article/view/669
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Permintaan energi yang meningkat menyebabkan penurunan ketersediaan bahan bakar fosil. Biomassa dari limbah kelapa sawit yaitu tandan kosong kelapa sawit, dapat digunakan menjadi alternatif bahan bakar. Proses torefaksi mengubah biomassa menjadi biopelet yang ramah lingkungan dan bernilai tambah tinggi. Dalam penelitian ini, kalibrasi dari sensor termocouple tipe K dilakukan dengan Arduino Uno dan pengujian alat torefaksi otomatis pelet dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kendali otomatis untuk alat torefaksi pelet. Perancangan alat torefaksi otomatis menggunakan mikrokontroler dengan sumber energi kompor gas. Dimensi dari kerangka penyangga yaitu tabung torefaksi (24 cm x 28 cm), kerangka motor servo (15 cm x 9,5 cm), kerangka penyangga motor DC dan gearbox (26 cm x 6,5 cm). Kotak alat berbentuk persegi (50 cm x 50 cm). Tabung torefaksi memiliki volume 2.826 cm3, diameter 15 cm dan tinggi 16 cm. Hasil penelitian menunjukkan, sistem berhasil mencapai suhu 300°C selama 30 menit dari suhu awal. Pengujian keakuratan suhu menghasilkan rata-rata nilai sebesar 92,12%. Stabilitas pengendalian suhu juga terbukti cukup baik dalam mencapai titik pengaturan yang ditentukan. Kadar air pelet torefaksi pada suhu 150-300°C sekitar 1-2%. Hidrofobisitas pelet hasil torefaksi suhu 250-300°C setelah direndam 24 jam memiliki warna yang lebih bening dan tetap utuh.
ISSN:2301-8119
2443-1354