Sistem Monitoring Water Turbidity Aquaculture Pada Budidaya Ikan Lele Bebasis PLTS

Budidaya ikan lele merupakan salah satu sektor perikanan yang memiliki potensi besar di Indonesia. Namun, pada kualitas air khususnya kekeruhan atau turbidity  menjadi tantangan utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan lele. Sistem yang dirancang terdiri dari sensor kekeruhan, unit kon...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Eva Jamiyanti, Eka Herlina Agustini, Indra Fata
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Pendidikan Nasional 2024-09-01
Series:Jurnal Ilmiah Telsinas
Subjects:
Online Access:https://journal.undiknas.ac.id/index.php/teknik/article/view/5615
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849237926041354240
author Eva Jamiyanti
Eka Herlina Agustini
Indra Fata
author_facet Eva Jamiyanti
Eka Herlina Agustini
Indra Fata
author_sort Eva Jamiyanti
collection DOAJ
description Budidaya ikan lele merupakan salah satu sektor perikanan yang memiliki potensi besar di Indonesia. Namun, pada kualitas air khususnya kekeruhan atau turbidity  menjadi tantangan utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan lele. Sistem yang dirancang terdiri dari sensor kekeruhan, unit kontrol, dan modul komunikasi yang ditenagai oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Metodologi penelitian mencakup studi literatur, desain sistem, pengembangan prototipe, uji lapangan, analisis data, dan evaluasi sistem. Hasil dari uji lapangan menunjukkan bahwa sistem monitoring  ini dapat memberikan data real-time tentang tingkat kekeruhan air, memungkinkan petani ikan lele untuk mengambil tindakan yang cepat dan tepat. Penggunaan PLTS sebagai sumber energi utama merupakan solusi  inovatif yang efisien dan berkelanjutan. Sistem ini dapat menghemat listrik hingga 45% penggunaan listrik dan dapat mengcover 95% kebutuhan listrik pada system monitoring turbdity aquaculture  untuk meningkatkan kualitas air dalam budidaya ikan lele. Hal menunjukkan pengurangan biaya operasional dan dampak lingkungan yang lebih rendah. Implementasi teknologi ini dapat mengetahui kekeruha yang dapat ditoleransi untuk kualitas hidup ikan lele yaitu 26 NTU dan kekeruhan yang maksimal yaitu kurang dari 50 NTU. Evaluasi sistem menunjukkan peningkatan produktivitas dan kesehatan ikan lele, serta keuntungan ekonomi yang signifikan bagi petani ikan.
format Article
id doaj-art-63296c4c18f34e8595ceb459f91aa19f
institution Kabale University
issn 2621-5276
language English
publishDate 2024-09-01
publisher Universitas Pendidikan Nasional
record_format Article
series Jurnal Ilmiah Telsinas
spelling doaj-art-63296c4c18f34e8595ceb459f91aa19f2025-08-20T04:01:48ZengUniversitas Pendidikan NasionalJurnal Ilmiah Telsinas2621-52762024-09-017219019810.38043/telsinas.v7i2.56154877Sistem Monitoring Water Turbidity Aquaculture Pada Budidaya Ikan Lele Bebasis PLTSEva Jamiyanti0Eka Herlina Agustini1Indra Fata2Universitas Nurul JadidUniversitas Nurul JadidUniversitas Nurul JadidBudidaya ikan lele merupakan salah satu sektor perikanan yang memiliki potensi besar di Indonesia. Namun, pada kualitas air khususnya kekeruhan atau turbidity  menjadi tantangan utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan lele. Sistem yang dirancang terdiri dari sensor kekeruhan, unit kontrol, dan modul komunikasi yang ditenagai oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Metodologi penelitian mencakup studi literatur, desain sistem, pengembangan prototipe, uji lapangan, analisis data, dan evaluasi sistem. Hasil dari uji lapangan menunjukkan bahwa sistem monitoring  ini dapat memberikan data real-time tentang tingkat kekeruhan air, memungkinkan petani ikan lele untuk mengambil tindakan yang cepat dan tepat. Penggunaan PLTS sebagai sumber energi utama merupakan solusi  inovatif yang efisien dan berkelanjutan. Sistem ini dapat menghemat listrik hingga 45% penggunaan listrik dan dapat mengcover 95% kebutuhan listrik pada system monitoring turbdity aquaculture  untuk meningkatkan kualitas air dalam budidaya ikan lele. Hal menunjukkan pengurangan biaya operasional dan dampak lingkungan yang lebih rendah. Implementasi teknologi ini dapat mengetahui kekeruha yang dapat ditoleransi untuk kualitas hidup ikan lele yaitu 26 NTU dan kekeruhan yang maksimal yaitu kurang dari 50 NTU. Evaluasi sistem menunjukkan peningkatan produktivitas dan kesehatan ikan lele, serta keuntungan ekonomi yang signifikan bagi petani ikan.https://journal.undiknas.ac.id/index.php/teknik/article/view/5615budidaya lele kualitas airmonitoring systempltsturbidity
spellingShingle Eva Jamiyanti
Eka Herlina Agustini
Indra Fata
Sistem Monitoring Water Turbidity Aquaculture Pada Budidaya Ikan Lele Bebasis PLTS
Jurnal Ilmiah Telsinas
budidaya lele
kualitas air
monitoring system
plts
turbidity
title Sistem Monitoring Water Turbidity Aquaculture Pada Budidaya Ikan Lele Bebasis PLTS
title_full Sistem Monitoring Water Turbidity Aquaculture Pada Budidaya Ikan Lele Bebasis PLTS
title_fullStr Sistem Monitoring Water Turbidity Aquaculture Pada Budidaya Ikan Lele Bebasis PLTS
title_full_unstemmed Sistem Monitoring Water Turbidity Aquaculture Pada Budidaya Ikan Lele Bebasis PLTS
title_short Sistem Monitoring Water Turbidity Aquaculture Pada Budidaya Ikan Lele Bebasis PLTS
title_sort sistem monitoring water turbidity aquaculture pada budidaya ikan lele bebasis plts
topic budidaya lele
kualitas air
monitoring system
plts
turbidity
url https://journal.undiknas.ac.id/index.php/teknik/article/view/5615
work_keys_str_mv AT evajamiyanti sistemmonitoringwaterturbidityaquaculturepadabudidayaikanlelebebasisplts
AT ekaherlinaagustini sistemmonitoringwaterturbidityaquaculturepadabudidayaikanlelebebasisplts
AT indrafata sistemmonitoringwaterturbidityaquaculturepadabudidayaikanlelebebasisplts