Studi Perbandingan Linier Ekuivalen dan Nonlinier pada Respon Seismik di Daerah Pesisir

Area pesisir Kota Bengkulu terletak pada posisi strategis di pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, menjadikannya sebagai wilayah dengan risiko tinggi terhadap aktivitas seismik. Pertemuan lempeng ini menyebabkan intensitas gempa yang signifikan sehingga berdampak pada berbagai permasalahan g...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Annisa Zahara, Lindung Zalbuin Mase, Fepy Supriani, Rena Misliniyati, Khairul Amri
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Prorgram Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning 2024-10-01
Series:Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Subjects:
Online Access:https://journal.unilak.ac.id/index.php/SIKLUS/article/view/20670
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850202953925787648
author Annisa Zahara
Lindung Zalbuin Mase
Fepy Supriani
Rena Misliniyati
Khairul Amri
author_facet Annisa Zahara
Lindung Zalbuin Mase
Fepy Supriani
Rena Misliniyati
Khairul Amri
author_sort Annisa Zahara
collection DOAJ
description Area pesisir Kota Bengkulu terletak pada posisi strategis di pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, menjadikannya sebagai wilayah dengan risiko tinggi terhadap aktivitas seismik. Pertemuan lempeng ini menyebabkan intensitas gempa yang signifikan sehingga berdampak pada berbagai permasalahan geoteknik di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dua metode analisis, yaitu linier ekuivalen dan nonlinier dalam menilai respon seismik pada wilayah pesisir Kota Bengkulu serta menguji keandalannya dalam analisis respon seismik. Metodologi yang digunakan mencakup studi literatur, pengumpulan data, dan analisis respon seismik menggunakan perbandingan metode linier ekuivalen dan nonlinier model Pressure Dependent Hyperbolic (PDH) yang menghasilkan Peak Ground Acceleration (PGA), percepatan respon spektra, dan faktor amplifikasi. Hasil analisis mengindikasikan respon spektra melampaui spektra desain pada periode 0,1-0,4 detik, yang dapat membahayakan bangunan berlantai rendah. Metode nonlinier memiliki faktor amplifikasi sebesar 0,91–1,52g, sementara metode linier ekuivalen sebesar 1,01–1,60g, yang menunjukkan bahwa metode linier ekuivalen berpotensi menyebabkan kerusakan struktural yang lebih besar. Selain itu, metode linier ekuivalen menghasilkan nilai PGA yang lebih tinggi di permukaan, tetapi lebih rendah di lapisan bawah jika dibandingkan dengan metode nonlinier. Secara keseluruhan, metode linier ekuivalen memberikan hasil yang lebih konservatif, terutama dalam analisis struktur sederhana dengan nilai PGA kecil. Sebaliknya, metode nonlinier lebih akurat dalam memperhitungkan perilaku nonlinier tanah, terutama pada percepatan gempa besar. Penelitian ini mengindikasikan perlu adanya studi lanjutan mengenai analisis bangunan gedung pada kawasan pesisir kota bengkulu untuk mengidentifikasi risiko yang lebih spesifik terkait infrastruktur yang ada.
format Article
id doaj-art-614b3d838edd41c5a92f0106162d06aa
institution OA Journals
issn 2443-1729
2549-3973
language Indonesian
publishDate 2024-10-01
publisher Prorgram Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning
record_format Article
series Siklus: Jurnal Teknik Sipil
spelling doaj-art-614b3d838edd41c5a92f0106162d06aa2025-08-20T02:11:37ZindProrgram Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang KuningSiklus: Jurnal Teknik Sipil2443-17292549-39732024-10-0110216017610.31849/siklus.v10i2.2067020670Studi Perbandingan Linier Ekuivalen dan Nonlinier pada Respon Seismik di Daerah PesisirAnnisa Zahara0Lindung Zalbuin Mase1Fepy Supriani2Rena Misliniyati3Khairul Amri4Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu, Bengkulu 38371, IndonesiaProgram Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu, Bengkulu 38371, IndonesiaProgram Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu, Bengkulu 38371, IndonesiaProgram Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu, Bengkulu 38371, IndonesiaProgram Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu, Bengkulu 38371, IndonesiaArea pesisir Kota Bengkulu terletak pada posisi strategis di pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, menjadikannya sebagai wilayah dengan risiko tinggi terhadap aktivitas seismik. Pertemuan lempeng ini menyebabkan intensitas gempa yang signifikan sehingga berdampak pada berbagai permasalahan geoteknik di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dua metode analisis, yaitu linier ekuivalen dan nonlinier dalam menilai respon seismik pada wilayah pesisir Kota Bengkulu serta menguji keandalannya dalam analisis respon seismik. Metodologi yang digunakan mencakup studi literatur, pengumpulan data, dan analisis respon seismik menggunakan perbandingan metode linier ekuivalen dan nonlinier model Pressure Dependent Hyperbolic (PDH) yang menghasilkan Peak Ground Acceleration (PGA), percepatan respon spektra, dan faktor amplifikasi. Hasil analisis mengindikasikan respon spektra melampaui spektra desain pada periode 0,1-0,4 detik, yang dapat membahayakan bangunan berlantai rendah. Metode nonlinier memiliki faktor amplifikasi sebesar 0,91–1,52g, sementara metode linier ekuivalen sebesar 1,01–1,60g, yang menunjukkan bahwa metode linier ekuivalen berpotensi menyebabkan kerusakan struktural yang lebih besar. Selain itu, metode linier ekuivalen menghasilkan nilai PGA yang lebih tinggi di permukaan, tetapi lebih rendah di lapisan bawah jika dibandingkan dengan metode nonlinier. Secara keseluruhan, metode linier ekuivalen memberikan hasil yang lebih konservatif, terutama dalam analisis struktur sederhana dengan nilai PGA kecil. Sebaliknya, metode nonlinier lebih akurat dalam memperhitungkan perilaku nonlinier tanah, terutama pada percepatan gempa besar. Penelitian ini mengindikasikan perlu adanya studi lanjutan mengenai analisis bangunan gedung pada kawasan pesisir kota bengkulu untuk mengidentifikasi risiko yang lebih spesifik terkait infrastruktur yang ada.https://journal.unilak.ac.id/index.php/SIKLUS/article/view/20670gempa bumipemodelan linier ekuivalenpemodelan nonlinierpesisirrespon seismik
spellingShingle Annisa Zahara
Lindung Zalbuin Mase
Fepy Supriani
Rena Misliniyati
Khairul Amri
Studi Perbandingan Linier Ekuivalen dan Nonlinier pada Respon Seismik di Daerah Pesisir
Siklus: Jurnal Teknik Sipil
gempa bumi
pemodelan linier ekuivalen
pemodelan nonlinier
pesisir
respon seismik
title Studi Perbandingan Linier Ekuivalen dan Nonlinier pada Respon Seismik di Daerah Pesisir
title_full Studi Perbandingan Linier Ekuivalen dan Nonlinier pada Respon Seismik di Daerah Pesisir
title_fullStr Studi Perbandingan Linier Ekuivalen dan Nonlinier pada Respon Seismik di Daerah Pesisir
title_full_unstemmed Studi Perbandingan Linier Ekuivalen dan Nonlinier pada Respon Seismik di Daerah Pesisir
title_short Studi Perbandingan Linier Ekuivalen dan Nonlinier pada Respon Seismik di Daerah Pesisir
title_sort studi perbandingan linier ekuivalen dan nonlinier pada respon seismik di daerah pesisir
topic gempa bumi
pemodelan linier ekuivalen
pemodelan nonlinier
pesisir
respon seismik
url https://journal.unilak.ac.id/index.php/SIKLUS/article/view/20670
work_keys_str_mv AT annisazahara studiperbandinganlinierekuivalendannonlinierpadaresponseismikdidaerahpesisir
AT lindungzalbuinmase studiperbandinganlinierekuivalendannonlinierpadaresponseismikdidaerahpesisir
AT fepysupriani studiperbandinganlinierekuivalendannonlinierpadaresponseismikdidaerahpesisir
AT renamisliniyati studiperbandinganlinierekuivalendannonlinierpadaresponseismikdidaerahpesisir
AT khairulamri studiperbandinganlinierekuivalendannonlinierpadaresponseismikdidaerahpesisir