Analisis Kesiapan Guru untuk Melakukan Penilaian dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 02 Jurit Kecamatan Pringgasela Lombok Timur

Permasalahan dalam penelitian ini terletak pada belum optimalnya kesiapan guru dalam melakukan penilaian sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka, terutama dalam hal penyusunan instrumen, pelaksanaan asesmen autentik, serta pengelolaan waktu dan sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, tujuan dari pene...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Inas Pebriani, Lalu Hamdian Affandi, Fitri Puji Astria
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Cokroaminoto Palopo 2025-04-01
Series:Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran
Subjects:
Online Access:https://e-journal.my.id/jsgp/article/view/5645
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Permasalahan dalam penelitian ini terletak pada belum optimalnya kesiapan guru dalam melakukan penilaian sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka, terutama dalam hal penyusunan instrumen, pelaksanaan asesmen autentik, serta pengelolaan waktu dan sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana kesiapan guru, hambatan yang dihadapi, serta strategi atau solusi yang diterapkan dalam mengatasi kendala tersebut guna mendukung implementasi penilaian yang efektif di SDN 02 Jurit. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru kelas I dan IV serta peserta didik kelas I dan IV. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas I dan IV di SDN 02 Jurit telah mempersiapkan pelaksanaan penilaian dalam Kurikulum Merdeka melalu tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil, pelaporan, dan tindak lanjut. Akan tetapi menghadapi berbagai kendala, diantaranya kompleksitas instrumen asesmen, keterbatasan sarana dan prasarana, manajemen waktu yang menantang, juga jumlah peserta didik yang besar. Beban administrasi yang tinggi dan kurangnya pelatihan menjadi hambatan bagi guru dalam menyusun asesmen yang efektif. Selain itu, keterbatasan infrastruktur dan waktu yang tersedia semakin menghambat pelaksanaan penilaian, sedangkan jumlah siswa yang banyak membuat pemberian umpan balik secara individual menjadi sulit. Solusi untuk mengatasi kendala tersebut, guru menerapkan berbagai strategi, seperti memanfaatkan instrumen penilaian yang sudah ada, mengadopsi teknologi dalam proses asesmen, melakukan penilaian secara bertahap, bekerja sama dengan rekan sejawat, serta mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat pemahaman mereka. Dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah, seperti pelatihan serta peningkatan fasilitas, sangat diperlukan agar proses penilaian dapat berlangsung lebih efektif dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
ISSN:2654-6477