Mengurangi Politik Uang Dalam Pilkada, Mungkinkah? Suara Publik Di Tiga Kabupaten Di Jawa Timur

Paper ini menjelaskan opini masyarakat terhadap politik uang dalam pemilihan umum (pemilu), khususnya pemilihan kepala daerah (Pilkada). Studi-studi sebelumnya menunjukkan tingkat penerimaan pemilih terhadap politik uang relatif mengkhawatirkan karena berada pada kisaran sepertiga dalam skala nasion...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Asmuni, Agus Trihartono, Abdus Sair
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Brawijaya 2022-09-01
Series:Jurnal Transformative
Subjects:
Online Access:https://transformative.ub.ac.id/index.php/jtr/article/view/279
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849409918108434432
author Asmuni
Agus Trihartono
Abdus Sair
author_facet Asmuni
Agus Trihartono
Abdus Sair
author_sort Asmuni
collection DOAJ
description Paper ini menjelaskan opini masyarakat terhadap politik uang dalam pemilihan umum (pemilu), khususnya pemilihan kepala daerah (Pilkada). Studi-studi sebelumnya menunjukkan tingkat penerimaan pemilih terhadap politik uang relatif mengkhawatirkan karena berada pada kisaran sepertiga dalam skala nasional, dan bahkan lebih tinggi pada level Jawa Timur karena mencapai kisaran dua per lima. Karenanya, politik uang dalam semua tingkat pemilihan langsung adalah nyata dan bahkan sering digunakan sebagai salah satu upaya memenangkan calon. Namun, ketika politik uang dianggap omnipresent, kelompok-kelompok masyarakat yang menolak politik uang juga tidak kalah menggembirakan. Hasil survei opini masyarakat di tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni: Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Situbondo, menunjukkan bahwa masih ada kelompok-kelompok pemilih yang potensial membendung politik uang di tataran pemilu lokal. Meskipun pemilih yang rentan terhadap politik uang tidak kecil, pemilih yang memandang politik uang sebagai hal yang tidak patut sesungguhnya memiliki populasi lebih besar dengan sebaran yang lebih beragam dan luas. Memahami kelompok masyarakat yang relatif imun terhadap politik uang ini memberikan harapan bahwa masih ada ruang bagi optimisme dalam meminimalisasi besarnya destruksi politik uang dalam menjaga kualitas pemilu, khususnya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada).
format Article
id doaj-art-5da1ed16a1b641bbb704e6ab123ea164
institution Kabale University
issn 2548-3323
2581-0308
language English
publishDate 2022-09-01
publisher Universitas Brawijaya
record_format Article
series Jurnal Transformative
spelling doaj-art-5da1ed16a1b641bbb704e6ab123ea1642025-08-20T03:35:20ZengUniversitas BrawijayaJurnal Transformative2548-33232581-03082022-09-018220121610.21776/ub.transformative.2022.008.02.3252Mengurangi Politik Uang Dalam Pilkada, Mungkinkah? Suara Publik Di Tiga Kabupaten Di Jawa TimurAsmuni0Agus Trihartono1Abdus Sair2STIA Pembangunan Jember, Jember, IndonesiaFISIP Universitas JemberFISIP Universitas Wijaya Kusuma SurabayaPaper ini menjelaskan opini masyarakat terhadap politik uang dalam pemilihan umum (pemilu), khususnya pemilihan kepala daerah (Pilkada). Studi-studi sebelumnya menunjukkan tingkat penerimaan pemilih terhadap politik uang relatif mengkhawatirkan karena berada pada kisaran sepertiga dalam skala nasional, dan bahkan lebih tinggi pada level Jawa Timur karena mencapai kisaran dua per lima. Karenanya, politik uang dalam semua tingkat pemilihan langsung adalah nyata dan bahkan sering digunakan sebagai salah satu upaya memenangkan calon. Namun, ketika politik uang dianggap omnipresent, kelompok-kelompok masyarakat yang menolak politik uang juga tidak kalah menggembirakan. Hasil survei opini masyarakat di tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni: Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Situbondo, menunjukkan bahwa masih ada kelompok-kelompok pemilih yang potensial membendung politik uang di tataran pemilu lokal. Meskipun pemilih yang rentan terhadap politik uang tidak kecil, pemilih yang memandang politik uang sebagai hal yang tidak patut sesungguhnya memiliki populasi lebih besar dengan sebaran yang lebih beragam dan luas. Memahami kelompok masyarakat yang relatif imun terhadap politik uang ini memberikan harapan bahwa masih ada ruang bagi optimisme dalam meminimalisasi besarnya destruksi politik uang dalam menjaga kualitas pemilu, khususnya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada).https://transformative.ub.ac.id/index.php/jtr/article/view/279prilaku pemilih; politik uang; pemilihan kepala daerah; politik jawa timur; studi indonesia
spellingShingle Asmuni
Agus Trihartono
Abdus Sair
Mengurangi Politik Uang Dalam Pilkada, Mungkinkah? Suara Publik Di Tiga Kabupaten Di Jawa Timur
Jurnal Transformative
prilaku pemilih; politik uang; pemilihan kepala daerah; politik jawa timur; studi indonesia
title Mengurangi Politik Uang Dalam Pilkada, Mungkinkah? Suara Publik Di Tiga Kabupaten Di Jawa Timur
title_full Mengurangi Politik Uang Dalam Pilkada, Mungkinkah? Suara Publik Di Tiga Kabupaten Di Jawa Timur
title_fullStr Mengurangi Politik Uang Dalam Pilkada, Mungkinkah? Suara Publik Di Tiga Kabupaten Di Jawa Timur
title_full_unstemmed Mengurangi Politik Uang Dalam Pilkada, Mungkinkah? Suara Publik Di Tiga Kabupaten Di Jawa Timur
title_short Mengurangi Politik Uang Dalam Pilkada, Mungkinkah? Suara Publik Di Tiga Kabupaten Di Jawa Timur
title_sort mengurangi politik uang dalam pilkada mungkinkah suara publik di tiga kabupaten di jawa timur
topic prilaku pemilih; politik uang; pemilihan kepala daerah; politik jawa timur; studi indonesia
url https://transformative.ub.ac.id/index.php/jtr/article/view/279
work_keys_str_mv AT asmuni mengurangipolitikuangdalampilkadamungkinkahsuarapublikditigakabupatendijawatimur
AT agustrihartono mengurangipolitikuangdalampilkadamungkinkahsuarapublikditigakabupatendijawatimur
AT abdussair mengurangipolitikuangdalampilkadamungkinkahsuarapublikditigakabupatendijawatimur