Analisis strategi komunikasi pemasaran Preksu dan Hara Chicken di Yogyakarta

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran Preksu dan Hara Chicken beserta hambatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan terdiri dari tiga orang pada bidang marketing Preksu dan Hara Chicken, menggunakan teknik purposive sampling, Pengumpul...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Reiyugi Sabilla, Chatia Hastasari
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Universitas Negeri Yogyakarta 2021-02-01
Series:Lektur
Subjects:
Online Access:https://journal.student.uny.ac.id/ilkom/article/view/17060
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850133417107128320
author Reiyugi Sabilla
Chatia Hastasari
author_facet Reiyugi Sabilla
Chatia Hastasari
author_sort Reiyugi Sabilla
collection DOAJ
description Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran Preksu dan Hara Chicken beserta hambatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan terdiri dari tiga orang pada bidang marketing Preksu dan Hara Chicken, menggunakan teknik purposive sampling, Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan; Preksu dan Hara Chicken dalam menentukan strategi komunikasi pemasaran melakukan riset segmentasi serta menggunakan media online dan offline. Untuk marketing mix empat “P” ditemukan sebagai berikut; Product (Produk) keduanya melakukan riset dan inovasi. Price (Harga) pada Preksu 1) Mempertimbangkan HPP, kompetitor dan segmentasi, 2) Berkisar Rp. 3.000 - Rp.20.000. Pada Hara Chicken 1) Mempertimbangkan lokasi, HPP dan segmentasi, 2) Berkisar Rp.3000 - Rp.15.000, Place (Tempat) pada Preksu 1) Terdapat 5 gerai, 2) Lingkungan strategis, dekat dengan segmentasi, dan disekitarnya ada pelaku usaha kuliner. Sedangkan pada Hara Chicken. 1) Terdapat 4 gerai, 2) Lingkungan strategis, jumlah kompetitor rendah dan dekat dengan kos-kosan. Untuk Promotion (Promosi) pada Preksu, 1) Pesan berupa value Preksu, 2) Melakukan advertising, personal selling dan sales promotion, 3) Menggunakan influencer food vlogger. Sedangkan pada Hara Chicken 1) Pesan berisi tagline #benerandigeprek, 2) Melakukan advertising, personal selling dan sales promotion. 3) Kerjasama dengan pelaku usaha lainnya. Hambatan pada Preksu ialah engagement yang tidak sesuai dengan jumlah followers dari influencer food vlogger dan bentuk promosi yang sama dengan pelaku usaha lainnya. Pada Hara Chicken engagement yang tidak stabil pada sosial media. This research aims to describe Preksu and Hara Chicken's marketing communication strategies and their obstacles. This research uses a qualitative approach. The informant consists of three people in the field of marketing Preksu and Hara Chicken, using purposive sampling techniques, data collection using semi-structured interviews, observations and documentation. The validity of the data uses source triangulation. Analyze data using interactive models. The results showed; Preksu and Hara Chicken in determining marketing communication strategies to research segmentation and use online and offline media. For marketing mix four "P" are found as follows; Product both conduct research and innovation. Price on Preksu 1) Considering HPP, competitors and segmentation, 2) Ranging from Rp. 3.000 - Rp.20.000. At Hara Chicken 1) Considering location, HPP and segmentation, 2) Range from Rp.3000 - Rp.15.000, Place (Place) on Preksu 1) There are 5 outlets, 2) Strategic environment, close to segmentation, and surrounding culinary business. As for Hara Chicken. 1) There are 4 outlets, 2) Strategic environment, low number of competitors and close to costs. For Promotion on Preksu, 1) Message in the form of value Preksu, 2) Doing advertising, personal selling and sales promotion, 3) Using influencer food vlogger. While in Hara Chicken 1) Message contains tagline #benerandigeprek, 2) Doing advertising, personal selling and sales promotion. 3) Cooperation with other businesses. The obstacle to Preksu is engagement that does not match the number of followers of food vlogger influencers and the same form of promotion as other businesses. At Hara Chicken engagement is unstable on social media.
format Article
id doaj-art-5c33175ab731471bb8b196e4e5b1bec3
institution OA Journals
issn 2988-344X
language Indonesian
publishDate 2021-02-01
publisher Universitas Negeri Yogyakarta
record_format Article
series Lektur
spelling doaj-art-5c33175ab731471bb8b196e4e5b1bec32025-08-20T02:31:58ZindUniversitas Negeri YogyakartaLektur2988-344X2021-02-013410.21831/lektur.v3i4.1706016636Analisis strategi komunikasi pemasaran Preksu dan Hara Chicken di YogyakartaReiyugi Sabilla0Chatia Hastasari1Universitas Negeri YogyakartaUniversitas Negeri YogyakartaPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pemasaran Preksu dan Hara Chicken beserta hambatannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan terdiri dari tiga orang pada bidang marketing Preksu dan Hara Chicken, menggunakan teknik purposive sampling, Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan; Preksu dan Hara Chicken dalam menentukan strategi komunikasi pemasaran melakukan riset segmentasi serta menggunakan media online dan offline. Untuk marketing mix empat “P” ditemukan sebagai berikut; Product (Produk) keduanya melakukan riset dan inovasi. Price (Harga) pada Preksu 1) Mempertimbangkan HPP, kompetitor dan segmentasi, 2) Berkisar Rp. 3.000 - Rp.20.000. Pada Hara Chicken 1) Mempertimbangkan lokasi, HPP dan segmentasi, 2) Berkisar Rp.3000 - Rp.15.000, Place (Tempat) pada Preksu 1) Terdapat 5 gerai, 2) Lingkungan strategis, dekat dengan segmentasi, dan disekitarnya ada pelaku usaha kuliner. Sedangkan pada Hara Chicken. 1) Terdapat 4 gerai, 2) Lingkungan strategis, jumlah kompetitor rendah dan dekat dengan kos-kosan. Untuk Promotion (Promosi) pada Preksu, 1) Pesan berupa value Preksu, 2) Melakukan advertising, personal selling dan sales promotion, 3) Menggunakan influencer food vlogger. Sedangkan pada Hara Chicken 1) Pesan berisi tagline #benerandigeprek, 2) Melakukan advertising, personal selling dan sales promotion. 3) Kerjasama dengan pelaku usaha lainnya. Hambatan pada Preksu ialah engagement yang tidak sesuai dengan jumlah followers dari influencer food vlogger dan bentuk promosi yang sama dengan pelaku usaha lainnya. Pada Hara Chicken engagement yang tidak stabil pada sosial media. This research aims to describe Preksu and Hara Chicken's marketing communication strategies and their obstacles. This research uses a qualitative approach. The informant consists of three people in the field of marketing Preksu and Hara Chicken, using purposive sampling techniques, data collection using semi-structured interviews, observations and documentation. The validity of the data uses source triangulation. Analyze data using interactive models. The results showed; Preksu and Hara Chicken in determining marketing communication strategies to research segmentation and use online and offline media. For marketing mix four "P" are found as follows; Product both conduct research and innovation. Price on Preksu 1) Considering HPP, competitors and segmentation, 2) Ranging from Rp. 3.000 - Rp.20.000. At Hara Chicken 1) Considering location, HPP and segmentation, 2) Range from Rp.3000 - Rp.15.000, Place (Place) on Preksu 1) There are 5 outlets, 2) Strategic environment, close to segmentation, and surrounding culinary business. As for Hara Chicken. 1) There are 4 outlets, 2) Strategic environment, low number of competitors and close to costs. For Promotion on Preksu, 1) Message in the form of value Preksu, 2) Doing advertising, personal selling and sales promotion, 3) Using influencer food vlogger. While in Hara Chicken 1) Message contains tagline #benerandigeprek, 2) Doing advertising, personal selling and sales promotion. 3) Cooperation with other businesses. The obstacle to Preksu is engagement that does not match the number of followers of food vlogger influencers and the same form of promotion as other businesses. At Hara Chicken engagement is unstable on social media.https://journal.student.uny.ac.id/ilkom/article/view/17060strategi komunikasi pemasaran, marketing mix, marketing mix empat “p”, preksu, hara chicken
spellingShingle Reiyugi Sabilla
Chatia Hastasari
Analisis strategi komunikasi pemasaran Preksu dan Hara Chicken di Yogyakarta
Lektur
strategi komunikasi pemasaran, marketing mix, marketing mix empat “p”, preksu, hara chicken
title Analisis strategi komunikasi pemasaran Preksu dan Hara Chicken di Yogyakarta
title_full Analisis strategi komunikasi pemasaran Preksu dan Hara Chicken di Yogyakarta
title_fullStr Analisis strategi komunikasi pemasaran Preksu dan Hara Chicken di Yogyakarta
title_full_unstemmed Analisis strategi komunikasi pemasaran Preksu dan Hara Chicken di Yogyakarta
title_short Analisis strategi komunikasi pemasaran Preksu dan Hara Chicken di Yogyakarta
title_sort analisis strategi komunikasi pemasaran preksu dan hara chicken di yogyakarta
topic strategi komunikasi pemasaran, marketing mix, marketing mix empat “p”, preksu, hara chicken
url https://journal.student.uny.ac.id/ilkom/article/view/17060
work_keys_str_mv AT reiyugisabilla analisisstrategikomunikasipemasaranpreksudanharachickendiyogyakarta
AT chatiahastasari analisisstrategikomunikasipemasaranpreksudanharachickendiyogyakarta