PENINGKATAN KESADARAN BAHAYA ROKOK UNTUK MENURUNKAN ANGKA MEROKOK PADA ANAK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 32 ANDALAS KECAMATAN PADANG TIMUR KOTA PADANG
Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukan bahwa kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak (56,5%), dan diikuti oleh usia 10-14 tahun (18,4%). Data ini menunjukan anak-anak menjadi salah satu kelompok yang memiliki peluang besar untuk menjadi generasi perokok. Kurang...
Saved in:
| Main Authors: | , , , , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Universitas Andalas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
2024-12-01
|
| Series: | Buletin Ilmiah Nagari Membangun |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://buletinnagari.lppm.unand.ac.id/index.php/bln/article/view/653 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukan bahwa kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak (56,5%), dan diikuti oleh usia 10-14 tahun (18,4%). Data ini menunjukan anak-anak menjadi salah satu kelompok yang memiliki peluang besar untuk menjadi generasi perokok. Kurangnya pemahaman anak terkait bahaya rokok, maraknya paparan iklan rokok di berbagai media, kemudahan akses rokok tanpa batasan usia, dan pengaruh lingkungan sosial menjadi pengaruh besar bagi anak untuk berperilaku merokok. Pemberian edukasi bahaya rokok perlu dilakukan sejak usia anak-anak untuk menekan angka perokok pemula. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa akan bahaya rokok, sehingga dapat mencegah sekaligus menurunkan angka merokok pada usia anak. Kegiatan ini bertempat di SDN 32 Andalas Kota Padang dengan sasaran seluruh siswa kelas 5 dan 6 sebanyak 53 peserta. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pembagian leaflet dan pemasangan poster tentang bahaya rokok. Setelah dilakukan kegiatan, terdapat peningkatan nilai rata-rata tingkat pengetahuan siswa, dari 6,25 pada pre test menjadi 7,58 pada post test dengan nilai p-value 0,001 (< 0,005). Sehingga dapat disimpulkan bahwa edukasi yang dilakukan berhasil dapat meningkatkan pengetahuan siswa terkait bahaya rokok. Dengan demikian, diharapkan siswa sadar akan bahaya rokok dan termotivasi untuk tidak berperilaku merokok. Diharapkan juga untuk pihak SDN 32 Andalas terus mengedukasi siswa untuk tidak merokok, mengimplementasikan kawasan bebas rokok, dan melakukan pengawasan yang ketat bagi siswa yang merokok.
|
|---|---|
| ISSN: | 2622-9978 |