Intervensi Gizi Spesifik pada 1000 Hari Pertama Kehidupan oleh Agen Perubahan untuk Mencegah Stunting, Meningkatkan Perkembangan dan IQ Anak di Kabupaten Trenggalek
Latar Belakang: Prevalensi stunting di Kabupaten Trenggalek masih tinggi, yaitu 38,63%. Masalah tersebut terjadi di sepuluh desa dari berbagai wilayah kecamatan dan mengenai lebih dari 500 balita. Berbagai metode intervensi untuk mengatasi stunting telah dilakukan, namun masih jarang yang menggunaka...
Saved in:
| Main Authors: | , , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Universitas Airlangga
2025-03-01
|
| Series: | Amerta Nutrition |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/48536 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Latar Belakang: Prevalensi stunting di Kabupaten Trenggalek masih tinggi, yaitu 38,63%. Masalah tersebut terjadi di sepuluh desa dari berbagai wilayah kecamatan dan mengenai lebih dari 500 balita. Berbagai metode intervensi untuk mengatasi stunting telah dilakukan, namun masih jarang yang menggunakan penguatan kapasitas bidan desa dan kader posyandu sebagai agen perubahan (agent of change). Penelitian dilakukan dengan memberikan pendidikan, pelatihan dan pendampingan kepada agen perubahan.
Tujuan: Untuk menilai dampak intervensi gizi spesifik yang dilakukan oleh kader posyandu dan bidan desa terhadap prevalensi stunting, perkembangan anak (perilaku, mental, dan psikomotor), serta Intelligence Quotienton (IQ) anak usia di atas 24 bulan di Kabupaten Trenggalek.
Metode: Penelitian dilakukan dengan desain quasi experiment menggunakan pendekatan pre-test – post-test. Intervensi gizi spesifik kepada agen perubahan berupa pendidikan dan pelatihan gizi menggunakan materi pedoman gizi seimbang dan konseling menyusui Word Health Organization (WHO). Selain itu juga dilakukan pendampingan ibu hamil trimester pertama Data yang dikumpulkan berupa pertumbuhan dan perkembangan anak 0-24 bulan di posyandu. Evaluasi keberhasilan dilakukan dengan membandingkan data dan sebelum intervensi.
Hasil: Pengetahuan gizi agen perubahan setelah intervensi mengalami peningkatan yang, dengan rata-rata skor 63,0±16,2 sebelum intervensi menjadi 76,8±14,7. Prevalensi stunting di wilayah kerja puskesmas terpilih mengalami penurunan menjadi 7,5%. Hal tersebut memberikan kontribusi nyata pada pencapaian status "hijau" rendah stunting untuk kabupaten.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan agen perubahan dapat menurunkan stunting secara efektif. Pencegahan stunting dapat dicapai melalui praktik perawatan ibu dan anak yang tepat, termasuk inisiasi menyusui dini, ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang tepat, dan imunisasi dasar lengkap. |
|---|---|
| ISSN: | 2580-1163 2580-9776 |