Uji Nanoemulsi Ecoenzym Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

Penemuan ecoenzyme sebagai cairan fermentasi dari sampah organik sayuran dan buah-buahan telah dimanfaatkan untuk pupuk organik tanaman, disinfektan, hand sanitizer, sabun antiseptik, dan agen degradasi limbah domestik. Namun uji coba ecoenzym sebagai bahan baku sediaan kesehatan masih belum dilakuk...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Reza anindita, Dede Dwi Nathalia, Maya Uzia Beandrade, Intan Kurnia Putri, Afrinia Eka Sari, Elisabeth Setyodewi
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Islam Malang 2024-01-01
Series:Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic)
Subjects:
Online Access:https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/553
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Penemuan ecoenzyme sebagai cairan fermentasi dari sampah organik sayuran dan buah-buahan telah dimanfaatkan untuk pupuk organik tanaman, disinfektan, hand sanitizer, sabun antiseptik, dan agen degradasi limbah domestik. Namun uji coba ecoenzym sebagai bahan baku sediaan kesehatan masih belum dilakukan. Melihat hal tersebut maka diperlukan penelitian uji coba kemampuan antibakteri nanoemulsi ecoenzyme terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antibakteri nanoemulsi ecoenzyme terhadap bakteri S.aureus. Desain penelitian ini adalah eksperimental. Sampel yang digunakan adalah nanoemulsi ecoenzyme dengan Formula 1 (F1) 20%, Formula 2 (F2) 25%, dan Formula 3 (F3) 30%. Cara kerja penelitian ini meliputi pembuatan ecoenzyme, pembuatan nanoemulsi ecoenzyme, uji nanopartikel ecoenzyme, dan pengujian nanoemulsi ecoenezyme terhadap bakteri S. aureus dengan metode Kirby baeur. Hasil penelitian menunjukkan ukuran nanopartikel ecoenzyme pada F1 20%, F2 25%, dan F3 30% masing-masing sebesar  38,9 nm, 65,07 nm, dan 146,2 nm. Hasil uji kemampuan antibakteri nanoemulsi ecoenzyme F1 20%, F2 25%, dan F3 30% terhadap S. aureus menghasilkan diameter zona hambat masing masing sebesar 4,3 mm (resisten), 4,3 mm (resisten), dan 6,7 mm (resisten). Kesimpulan penelitian ini adalah sediaan nanoemulsi ecoenzyme belum efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus.
ISSN:2338-2805
2460-9455