Wacana dan perjuangan kekuasaan hijaber dalam web series religi islami: Perspektif ideologi Marxis, pluralisme kritis, dan budaya hidup

Tujuan penelitian ini menganalisis secara kritis perjuangan ideologi dan kekuasaan hijaber melalui <em>mini series</em> <em>Harmoni Cinta</em> produksi Film Maker Muslim Studios dan <em>BTS The Series</em> produksi Hijab Alila. Kerangka teori menggunakan perspekti...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Sunaryanto Sunaryanto
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Indraprasta PGRI 2025-07-01
Series:Jurnal Desain
Subjects:
Online Access:https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Jurnal_Desain/article/view/26679
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Tujuan penelitian ini menganalisis secara kritis perjuangan ideologi dan kekuasaan hijaber melalui <em>mini series</em> <em>Harmoni Cinta</em> produksi Film Maker Muslim Studios dan <em>BTS The Series</em> produksi Hijab Alila. Kerangka teori menggunakan perspektif ideologi dan kekuasaan Branston dan Stafford yang terdiri dari 3 (tiga) konsep yaitu ideologi marxis, pluralisme kritis, dan budaya hidup. Pendekatan Marxian melihat ideologi sebagai alat kekuasaan kelas dominan yang menjadikan nilai dominan tampak alami. Pluralisme kritis menganalisis pergeseran fokus ke identitas seperti gender, ras, dan etnis. Budaya hiidup berakar dari gagasan Gramscian tentang akal sehat bahwa pandangan umum terbentuk dari warisan sejarah dan ideologi yang saling bertentangan. Metode analisis data menggunakan analis wacana kritis (CDA) Norman Fairclough yang terdiri dari 3 (tiga) dimensi yaitu teks, praktik produksi dan konsumsi, serta praktik sosio kultural. Kesimpulan penelitian menunjukkan <em>mini series</em> <em>Harmoni Cinta</em> merepresentasikan pahlawan perempuan berhijab yang cantik, modern, solehah, dan melawan ideologi patriarki. Namun, hijaber dalam <em>web series</em> ini juga mencerminkan kebangkitan dakwah modern yang harus tunduk pada kekuasaan ekonomi Bank Syariah Indonesia (BSI). Sedangkan, <em>BTS The Series</em> merepresentasikan pahlawan perempuan berhijab yang cantik, modern, solehah, dan konservatif melawan pengaruh kekuasaan K-Pop dan kelompok LGBT. <em>Web series</em> ini merepresentasikan ideologi dakwah konservatif Felix Siauw yang membangun kekuasaan ekonominya sendiri melalui <em>brand</em> hijab Alila.
ISSN:2339-0107
2339-0115