EFEKTIVITAS PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT PUSKESMAS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) DI KABUPATEN JEMBER
Peralihan puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), akan mempengaruhi efektivitas perencanaan dan pengadaan obat karena puskesmas dituntut secara mandiri mengelola keuangan internal termasuk terkait pengadaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perencanaan dan peng...
Saved in:
| Main Authors: | , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | English |
| Published: |
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin
2025-04-01
|
| Series: | JIIS: Jurnal Ilmiah Ibnu Sina |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://e-jurnal.stikes-isfi.ac.id/index.php/JIIS/article/view/2402 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Peralihan puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), akan mempengaruhi efektivitas perencanaan dan pengadaan obat karena puskesmas dituntut secara mandiri mengelola keuangan internal termasuk terkait pengadaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perencanaan dan pengadaan obat di puskesmas yang telah berganti status menjadi puskesmas BLUD. Pengamatan dilakukan secara retrospektif terhadap data tahun 2022 hingga bulan Juni 2024. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen pada penelitian ini yaitu penerapan pola pengelolaan keuangan BLUD di puskesmas, sedangkan variabel dependen yaitu kesesuaian item obat terhadap FORNAS, obat kosong dan obat berlebih. Jumlah sampel puskesmas BLUD yaitu 30 puskesmas dan analisis statistik yang digunakan adalah uji Kruskal Wallis. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan rata – rata penilaian pada semua indikator, belum memenuhi nilai standar. Setelah penerapan BLUD, menunjukkan adanya penurunan persentase kesesuaian item obat terhadap FORNAS namun masih memenuhi nilai kinerja puskesmas yaitu minimal 80%, dan penurunan persentase obat kosong. secara signifikan (p < 0.05) serta peningkatan persentase obat berlebih, namun tidak signifikan (p > 0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa, perencanaan dan pengadaan obat belum efektif serta penerapan pola pengelolaan keuangan BLUD berpengaruh terhadap penurunan kesesuaian item obat terhadap FORNAS dan penurunan obat kosong.
|
|---|---|
| ISSN: | 2502-647X 2503-1902 |