Perubahan Status Fungsi Hati, Status Nutrisi, Kadar 3-β-Hidroksi Butiran Darah, dan Keseimbangan Nitrogen pada Pasien Sirosis Hari yang Menjalankan Puasa Ramadhan

Pendahuluan. Prevalensi sirosis cukup tinggi di Indonesia yang mayoritas populasinya adalah muslim. Pada saat menjalani puasa Ramadhan yang merupakan kewajiban umat muslim terjadi berbagai proses metabolik seperti penurunan glikokogenesis, peningkatan glukoneogenesis dan ketogenesis, dapat mempengar...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Azzaki Abubakar, Irsan Hasan, Murdani Abdullah, Hamzah Shatri
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Department of Internal Medicine, Faculty of Medicine Universitas Indonesia 2015-03-01
Series:Jurnal Penyakit Dalam Indonesia
Subjects:
Online Access:http://jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id/index.php/jpdi/article/view/61/58
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Pendahuluan. Prevalensi sirosis cukup tinggi di Indonesia yang mayoritas populasinya adalah muslim. Pada saat menjalani puasa Ramadhan yang merupakan kewajiban umat muslim terjadi berbagai proses metabolik seperti penurunan glikokogenesis, peningkatan glukoneogenesis dan ketogenesis, dapat mempengaruhi keadaan klinis, nutrisi dan bokimiawi pasien sirosis hati yang juga mengalami proses hiperkatabolik. Penelitian tentang pengaruh puasa Ramadhan pada pasien sirosis hati di Indonesia belum pernah dilakukan. Berdasarkan kenyataan diatas perlu diteliti bagaimana perubahan terhadap status nutrisi, status fungsi hati, pembentukan badan keton dan keseimbangan nitrogen pada pasien sirosis hati yang menjalankan puasa Ramadhan. Metode. Penelitian ini merupakan studi pre dan post, yang menilai perubahan pada pasien sirosis hati yang berpuasa Ramadhan: saat Ramadhan dan pasca Ramadhan. Pada subjek penelitian dilakukan pengambilan data-data dasar, anamnesis dasar. Pada minggu ke 4 saat puasa Ramadhan dilakukan pengukuran antropometrik, yaitu timbang berat badan, indeks massa tubuh (IMT), ketebalan triceps skinfold (TSF), dan mid-upper arm circumference (MUAC). Pada subjek juga dilakukan pengambilan darah vena untuk pemeriksaan laboratorium dan pengukuran ekskresi nitrogen urin yang ditampung dalam 24 jam. Pada minggu ke empat pasca Ramadhan subyek dievaluasi kembali dengan prosedur yang sama seperti saat Ramadhan. Hasil. Rerata (SD) indeks massa tubuh saat puasa Ramadhan adalah 25,112 (4,05) kg/m2 dan pasca Ramadhan 25,25 (4,01) kg/m2 (p = 0,438). Didapatkan rerata (SD) midarm muscle circumference (MAMC) saat Ramadhan 25,77 (3,077) cm dan rerata (SD) pasca Ramadhan 25,96 (3,42) cm (p=0,228). Tidak ada perbedaan bermakna secara statistik antara kadar 3-β-hidroksi butiran darah saat puasa Ramadhan dan 4 minggu pasca Ramadhan. Rerata (SD) saat puasa Ramadhan 2,44 (2,93) gram/24 jam, sedangkan rerata (SD) keseimbangan nitrogen pasca Ramadhan 0,51 (3,16) gram/24 jam (p=0,037). Simpulan. Tidak ada perubahan status fungsi hati yang dinilai dengan Skor Child Pugh saat puasa Ramadhan dan pasca Ramadhan. Indeks massa tubuh dan ketebalan TSF membaik pasca Ramadhan. Tidak ada perbedaan kadar 3-β-hidroksi butirat darah saat puasa Ramadhan dan pasca Ramadhan. Terdapat keseimbangan nitrogen yang lebih positif saat puasa Ramadhan dibandingkan pasca Ramadhan.
ISSN:2406-8969
2549-0621