POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA

Imam al-Ghazali sebagai pengarang kitab Ihya’ ‘Ulumuddin memiliki latar belakang hidup yang beragam. Ia pernah menjadi filsuf (ahlu al-ra’yi) yang kemudian beralih menjadi seorang sufi pada masa tuanya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan karangan beliau yang menjadi masterpiece, yaitu kitab Ihya’...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: In'amul Hasan, Ahmad Ahnaf Rafif
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus 2020-05-01
Series:Riwayah: Jurnal Studi Hadis
Subjects:
Online Access:https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/riwayah/article/view/6615
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849246158207057920
author In'amul Hasan
Ahmad Ahnaf Rafif
author_facet In'amul Hasan
Ahmad Ahnaf Rafif
author_sort In'amul Hasan
collection DOAJ
description Imam al-Ghazali sebagai pengarang kitab Ihya’ ‘Ulumuddin memiliki latar belakang hidup yang beragam. Ia pernah menjadi filsuf (ahlu al-ra’yi) yang kemudian beralih menjadi seorang sufi pada masa tuanya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan karangan beliau yang menjadi masterpiece, yaitu kitab Ihya’ ‘Ulumuddin. Kitab ini menjadi populer di Nusantara dan dijadikan sebagai rujukan utama panduan hidup seorang muslim. Namun, dibalik kepopuleran kitab ini, banyak ulama hadis yang memberikan komentar yang kontroversial terhadap hadis yang dimuat dalam kitab ini. Walaupun komentar tersebut banyak berdatangan ke kitab ini, Kepopuleran kitab Ihya’ ‘Ulumuddin tidak lusuh di Nusantara, bahkan bisa bertahan hingga saat ini. Hal itu dapat terlihat pada saat Musabaqah Qira‘ah al-Kutub (MQK), kitab ini dijadikan kitab yang diperlombakan pada cabang akhlak tingkat ulya. Adapun tulisan ini membahas seluk-beluk serta alasan kitab ini tetap eksis dan dapat dipertahankan, terutama di Nusantara. Dengan pendekatan historis, atau lebih spesifiknya tentang sejarah masuknya Islam ke Nusantara yang diiringi dengan interpretasi sufi dan muhaddisin terhadap hadis-hadis yang ada dalam kitab ini, tulisan ini mengarah kepada sebab kepopuleran kitab ini di Nusantara. Di antara hasil penelitian ini adalah: (1) Masuknya Islam ke Nusantara dipelopori oleh ulama-ulama tasawuf, bukan ulama hadis, (2) kitab Ihya’ ‘Ulumuddin dipopulerkan oleh ulama-ulama taswauf yang berorientasi kepada syari’at (neo-sufisme), (3) komentar-komentar kontroversial yang berdatangan kepada kitab ini karena interpretasi ahli hadis (muhaddisin) yang terlalu ketat, serta (4) perbedaan interpretasi antara muhaddisin dan kaum sufi terhadap otentisitas hadis.
format Article
id doaj-art-54fa31439b8f493eb3ac4ed43f58103a
institution Kabale University
issn 2460-755X
2502-8839
language Indonesian
publishDate 2020-05-01
publisher Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus
record_format Article
series Riwayah: Jurnal Studi Hadis
spelling doaj-art-54fa31439b8f493eb3ac4ed43f58103a2025-08-20T03:58:35ZindSekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) KudusRiwayah: Jurnal Studi Hadis2460-755X2502-88392020-05-016115917210.21043/riwayah.v6i1.66154130POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARAIn'amul Hasan0Ahmad Ahnaf Rafif1UIN Sunan KalijagaUIN Sunan KalijagaImam al-Ghazali sebagai pengarang kitab Ihya’ ‘Ulumuddin memiliki latar belakang hidup yang beragam. Ia pernah menjadi filsuf (ahlu al-ra’yi) yang kemudian beralih menjadi seorang sufi pada masa tuanya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan karangan beliau yang menjadi masterpiece, yaitu kitab Ihya’ ‘Ulumuddin. Kitab ini menjadi populer di Nusantara dan dijadikan sebagai rujukan utama panduan hidup seorang muslim. Namun, dibalik kepopuleran kitab ini, banyak ulama hadis yang memberikan komentar yang kontroversial terhadap hadis yang dimuat dalam kitab ini. Walaupun komentar tersebut banyak berdatangan ke kitab ini, Kepopuleran kitab Ihya’ ‘Ulumuddin tidak lusuh di Nusantara, bahkan bisa bertahan hingga saat ini. Hal itu dapat terlihat pada saat Musabaqah Qira‘ah al-Kutub (MQK), kitab ini dijadikan kitab yang diperlombakan pada cabang akhlak tingkat ulya. Adapun tulisan ini membahas seluk-beluk serta alasan kitab ini tetap eksis dan dapat dipertahankan, terutama di Nusantara. Dengan pendekatan historis, atau lebih spesifiknya tentang sejarah masuknya Islam ke Nusantara yang diiringi dengan interpretasi sufi dan muhaddisin terhadap hadis-hadis yang ada dalam kitab ini, tulisan ini mengarah kepada sebab kepopuleran kitab ini di Nusantara. Di antara hasil penelitian ini adalah: (1) Masuknya Islam ke Nusantara dipelopori oleh ulama-ulama tasawuf, bukan ulama hadis, (2) kitab Ihya’ ‘Ulumuddin dipopulerkan oleh ulama-ulama taswauf yang berorientasi kepada syari’at (neo-sufisme), (3) komentar-komentar kontroversial yang berdatangan kepada kitab ini karena interpretasi ahli hadis (muhaddisin) yang terlalu ketat, serta (4) perbedaan interpretasi antara muhaddisin dan kaum sufi terhadap otentisitas hadis.https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/riwayah/article/view/6615hadis, historis, ihya’ ulumuddin, imam al-ghazali, sufi
spellingShingle In'amul Hasan
Ahmad Ahnaf Rafif
POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
Riwayah: Jurnal Studi Hadis
hadis, historis, ihya’ ulumuddin, imam al-ghazali, sufi
title POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
title_full POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
title_fullStr POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
title_full_unstemmed POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
title_short POLARISASI SUFISTIK DAN HADIS PADA POPULARITAS IHYA’ ‘ULUMUDDIN DI NUSANTARA
title_sort polarisasi sufistik dan hadis pada popularitas ihya ulumuddin di nusantara
topic hadis, historis, ihya’ ulumuddin, imam al-ghazali, sufi
url https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/riwayah/article/view/6615
work_keys_str_mv AT inamulhasan polarisasisufistikdanhadispadapopularitasihyaulumuddindinusantara
AT ahmadahnafrafif polarisasisufistikdanhadispadapopularitasihyaulumuddindinusantara