Analisis Suhu Permukaan Lahan sebagai Indikator Pulau Panas Perkotaan di Wilayah Kota Jayapura

Perubahan tutupan lahan dan alih fungsi lahan dari lahan bervegetasi menjadi lahan terbangun di wilayah Kota Jayapura ditengarai menjadi faktor utama meningkatnya suhu permukaan lahan. Kombinasi antara suhu permukaan lahan dengan suhu udara yang ada di atasnya akan menjadi pemicu munculnya pulau pan...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Noper Tulak, Zakaria Victor Kareth, Sonia Kornelia Kwano
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Diponegoro University 2024-03-01
Series:Jurnal Ilmu Lingkungan
Subjects:
Online Access:https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54042
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850171512962678784
author Noper Tulak
Zakaria Victor Kareth
Sonia Kornelia Kwano
author_facet Noper Tulak
Zakaria Victor Kareth
Sonia Kornelia Kwano
author_sort Noper Tulak
collection DOAJ
description Perubahan tutupan lahan dan alih fungsi lahan dari lahan bervegetasi menjadi lahan terbangun di wilayah Kota Jayapura ditengarai menjadi faktor utama meningkatnya suhu permukaan lahan. Kombinasi antara suhu permukaan lahan dengan suhu udara yang ada di atasnya akan menjadi pemicu munculnya pulau panas perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan distribusi spasial dan temporal suhu permukaan lahan serta menentukan wilayah yang berpotensi mengalami fenomena pulau panas perkotaan di Kota Jayapura. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif yang disajikan dalam bentuk peta, grafik dan tabel menggunakan data sekunder citra satelit lansat 8 tahun 2014 dan 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu permukaan lahan di Kota Jayapura semakin meningkat dalam kurun waktu delapan tahun seiring dengan bertambahnya lahan terbangun. Peningkatan suhu permukaan lahan terdistribusi secara spasial pada lima Distrik dengan suhu permukaan rata-rata >= 27 0C. Berdasarkan peningkatan suhu permukaan lahan tersebut, maka ada lima titik wilayah yang berpotensi dan berpeluang besar menjadi sumber pulau panas perkotaan di Kota Jayapura yaitu Distrik Jayapura utara bagian timur, Distrik Jayapura selatan bagian timur, Distrik Abepura bagian utara, Distrik Heram bagian utara dan distrik Muaratami bagian barat. Secara spasial, kelima wilayah tersebut saling berdekatan atau terhubung satu dengan yang lain.
format Article
id doaj-art-52a0a55ef8a74d5c96dcf7a3652c0d43
institution OA Journals
issn 1829-8907
language Indonesian
publishDate 2024-03-01
publisher Diponegoro University
record_format Article
series Jurnal Ilmu Lingkungan
spelling doaj-art-52a0a55ef8a74d5c96dcf7a3652c0d432025-08-20T02:20:16ZindDiponegoro UniversityJurnal Ilmu Lingkungan1829-89072024-03-0122360961910.14710/jil.22.3.609-61923555Analisis Suhu Permukaan Lahan sebagai Indikator Pulau Panas Perkotaan di Wilayah Kota JayapuraNoper Tulak0Zakaria Victor Kareth1Sonia Kornelia Kwano2Program Studi Teknik Geofisika, Universitas Cenderawasih, IndonesiaProgram Studi Teknik Geofisika, Universitas Cenderawasih, IndonesiaProgram Studi Teknik Geofisika, Universitas Cenderawasih, IndonesiaPerubahan tutupan lahan dan alih fungsi lahan dari lahan bervegetasi menjadi lahan terbangun di wilayah Kota Jayapura ditengarai menjadi faktor utama meningkatnya suhu permukaan lahan. Kombinasi antara suhu permukaan lahan dengan suhu udara yang ada di atasnya akan menjadi pemicu munculnya pulau panas perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan distribusi spasial dan temporal suhu permukaan lahan serta menentukan wilayah yang berpotensi mengalami fenomena pulau panas perkotaan di Kota Jayapura. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif yang disajikan dalam bentuk peta, grafik dan tabel menggunakan data sekunder citra satelit lansat 8 tahun 2014 dan 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu permukaan lahan di Kota Jayapura semakin meningkat dalam kurun waktu delapan tahun seiring dengan bertambahnya lahan terbangun. Peningkatan suhu permukaan lahan terdistribusi secara spasial pada lima Distrik dengan suhu permukaan rata-rata >= 27 0C. Berdasarkan peningkatan suhu permukaan lahan tersebut, maka ada lima titik wilayah yang berpotensi dan berpeluang besar menjadi sumber pulau panas perkotaan di Kota Jayapura yaitu Distrik Jayapura utara bagian timur, Distrik Jayapura selatan bagian timur, Distrik Abepura bagian utara, Distrik Heram bagian utara dan distrik Muaratami bagian barat. Secara spasial, kelima wilayah tersebut saling berdekatan atau terhubung satu dengan yang lain.https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54042suhu permukaan lahanpulau panas perkotaandistribusi spasila dan temporalkota jayapura
spellingShingle Noper Tulak
Zakaria Victor Kareth
Sonia Kornelia Kwano
Analisis Suhu Permukaan Lahan sebagai Indikator Pulau Panas Perkotaan di Wilayah Kota Jayapura
Jurnal Ilmu Lingkungan
suhu permukaan lahan
pulau panas perkotaan
distribusi spasila dan temporal
kota jayapura
title Analisis Suhu Permukaan Lahan sebagai Indikator Pulau Panas Perkotaan di Wilayah Kota Jayapura
title_full Analisis Suhu Permukaan Lahan sebagai Indikator Pulau Panas Perkotaan di Wilayah Kota Jayapura
title_fullStr Analisis Suhu Permukaan Lahan sebagai Indikator Pulau Panas Perkotaan di Wilayah Kota Jayapura
title_full_unstemmed Analisis Suhu Permukaan Lahan sebagai Indikator Pulau Panas Perkotaan di Wilayah Kota Jayapura
title_short Analisis Suhu Permukaan Lahan sebagai Indikator Pulau Panas Perkotaan di Wilayah Kota Jayapura
title_sort analisis suhu permukaan lahan sebagai indikator pulau panas perkotaan di wilayah kota jayapura
topic suhu permukaan lahan
pulau panas perkotaan
distribusi spasila dan temporal
kota jayapura
url https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/54042
work_keys_str_mv AT nopertulak analisissuhupermukaanlahansebagaiindikatorpulaupanasperkotaandiwilayahkotajayapura
AT zakariavictorkareth analisissuhupermukaanlahansebagaiindikatorpulaupanasperkotaandiwilayahkotajayapura
AT soniakorneliakwano analisissuhupermukaanlahansebagaiindikatorpulaupanasperkotaandiwilayahkotajayapura