Perbandingan Metode LSTM dan GRU (RNN) untuk Klasifikasi Berita Palsu Berbahasa Indonesia

Berita telah menjadi konsumsi masyarakat setiap harinya, namun tidak semua berita yang beredar merupakan berita yang valid kebenarannya. Berita palsu dapat menggiring opini publik, dan berisiko terhadap keselamatan bangsa. Oleh karena itu diperlukan klasifikasi berita palsu untuk dapat meredamkan be...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Aini Hanifa, Sugih Ahmad Fauzan, Muhammad Hikal, Muhammad Bahrul Ashfiya
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Universitas Jenderal Soedirman 2021-01-01
Series:Dinamika Rekayasa
Online Access:https://dinarek.unsoed.ac.id/jurnal/index.php/dinarek/article/view/436
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849310508690178048
author Aini Hanifa
Sugih Ahmad Fauzan
Muhammad Hikal
Muhammad Bahrul Ashfiya
author_facet Aini Hanifa
Sugih Ahmad Fauzan
Muhammad Hikal
Muhammad Bahrul Ashfiya
author_sort Aini Hanifa
collection DOAJ
description Berita telah menjadi konsumsi masyarakat setiap harinya, namun tidak semua berita yang beredar merupakan berita yang valid kebenarannya. Berita palsu dapat menggiring opini publik, dan berisiko terhadap keselamatan bangsa. Oleh karena itu diperlukan klasifikasi berita palsu untuk dapat meredamkan berita palsu yang beredar pada masyarakat. Penelitian sebelumnya telah dilakukan klasifikasi berita palsu menggunakan model Recurrent Neural Network (RNN) yaitu Long Short-Term Memories (LSTM), dengan nilai F1 sebesar 0,24 dan menyarankan untuk mencari parameter model sistem yang tepat agar dihasilkan kinerja model yang lebih baik. Maka pada penelitian ini dilakukan klasifikasi berita palsu berbahasa Indonesia dengan menggunakan perbandingan model Recurrent Neural Network yaitu LSTM dan Gated Recurrent Unit (GRU), serta mencari parameter terbaik untuk menghasilkan hasil kinerja klasifikasi paling optimal. Data yang digunakan merupakan berita mengenai kejadian yang terjadi di Indonesia dan berbahasa Indonesia. Didapatkan nilai parameter epochs: 15, fungsi optimizer gradient descent yaitu rmsprop, dan batch_size: 64 untuk mendapatkan kinerja optimal dalam klasifikasi berita palsu menggunakan metode LSTM. Nilai akurasi yang dihasilkan oleh model yaitu 73% untuk metode LSTM dan 64% dengan menggunakan metode GRU
format Article
id doaj-art-4cba43c6372f4e5f9eccfd6eb6c71b7e
institution Kabale University
issn 1858-3075
2527-6131
language Indonesian
publishDate 2021-01-01
publisher Universitas Jenderal Soedirman
record_format Article
series Dinamika Rekayasa
spelling doaj-art-4cba43c6372f4e5f9eccfd6eb6c71b7e2025-08-20T03:53:42ZindUniversitas Jenderal SoedirmanDinamika Rekayasa1858-30752527-61312021-01-01171334010.20884/1.dr.2021.17.1.436238Perbandingan Metode LSTM dan GRU (RNN) untuk Klasifikasi Berita Palsu Berbahasa IndonesiaAini Hanifa0Sugih Ahmad Fauzan1Muhammad Hikal2Muhammad Bahrul Ashfiya3Jurusan Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal SoedirmanJurusan Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal SoedirmanJurusan Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal SoedirmanJurusan Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal SoedirmanBerita telah menjadi konsumsi masyarakat setiap harinya, namun tidak semua berita yang beredar merupakan berita yang valid kebenarannya. Berita palsu dapat menggiring opini publik, dan berisiko terhadap keselamatan bangsa. Oleh karena itu diperlukan klasifikasi berita palsu untuk dapat meredamkan berita palsu yang beredar pada masyarakat. Penelitian sebelumnya telah dilakukan klasifikasi berita palsu menggunakan model Recurrent Neural Network (RNN) yaitu Long Short-Term Memories (LSTM), dengan nilai F1 sebesar 0,24 dan menyarankan untuk mencari parameter model sistem yang tepat agar dihasilkan kinerja model yang lebih baik. Maka pada penelitian ini dilakukan klasifikasi berita palsu berbahasa Indonesia dengan menggunakan perbandingan model Recurrent Neural Network yaitu LSTM dan Gated Recurrent Unit (GRU), serta mencari parameter terbaik untuk menghasilkan hasil kinerja klasifikasi paling optimal. Data yang digunakan merupakan berita mengenai kejadian yang terjadi di Indonesia dan berbahasa Indonesia. Didapatkan nilai parameter epochs: 15, fungsi optimizer gradient descent yaitu rmsprop, dan batch_size: 64 untuk mendapatkan kinerja optimal dalam klasifikasi berita palsu menggunakan metode LSTM. Nilai akurasi yang dihasilkan oleh model yaitu 73% untuk metode LSTM dan 64% dengan menggunakan metode GRUhttps://dinarek.unsoed.ac.id/jurnal/index.php/dinarek/article/view/436
spellingShingle Aini Hanifa
Sugih Ahmad Fauzan
Muhammad Hikal
Muhammad Bahrul Ashfiya
Perbandingan Metode LSTM dan GRU (RNN) untuk Klasifikasi Berita Palsu Berbahasa Indonesia
Dinamika Rekayasa
title Perbandingan Metode LSTM dan GRU (RNN) untuk Klasifikasi Berita Palsu Berbahasa Indonesia
title_full Perbandingan Metode LSTM dan GRU (RNN) untuk Klasifikasi Berita Palsu Berbahasa Indonesia
title_fullStr Perbandingan Metode LSTM dan GRU (RNN) untuk Klasifikasi Berita Palsu Berbahasa Indonesia
title_full_unstemmed Perbandingan Metode LSTM dan GRU (RNN) untuk Klasifikasi Berita Palsu Berbahasa Indonesia
title_short Perbandingan Metode LSTM dan GRU (RNN) untuk Klasifikasi Berita Palsu Berbahasa Indonesia
title_sort perbandingan metode lstm dan gru rnn untuk klasifikasi berita palsu berbahasa indonesia
url https://dinarek.unsoed.ac.id/jurnal/index.php/dinarek/article/view/436
work_keys_str_mv AT ainihanifa perbandinganmetodelstmdangrurnnuntukklasifikasiberitapalsuberbahasaindonesia
AT sugihahmadfauzan perbandinganmetodelstmdangrurnnuntukklasifikasiberitapalsuberbahasaindonesia
AT muhammadhikal perbandinganmetodelstmdangrurnnuntukklasifikasiberitapalsuberbahasaindonesia
AT muhammadbahrulashfiya perbandinganmetodelstmdangrurnnuntukklasifikasiberitapalsuberbahasaindonesia