Penambahan Lisin pada Pakan Komersial terhadap Retensi Protein dan Retensi Energi Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) <br><i>[Lysine Addition on Commercial Feed to the Protein Retention and Energy Retention Colossoma macropomum]<i>

Abstrak Asam amino adalah komponen terkecil yang menyusun protein. Sejumlah asam amino akan dihubungkan satu sama lain melalui perantara ikatan peptida untuk membentuk protein. Asam amino telah dibagi menjadi dua; yaitu asam amino esensial dan asam amino non-esensial. Asam amino esensial adalah asa...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Agustono agustono, Widya Paramita, Afifa Khalida
Format: Article
Language:English
Published: Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga 2017-11-01
Series:Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan
Subjects:
Online Access:https://e-journal.unair.ac.id/JIPK/article/view/7637
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1850040125551017984
author Agustono agustono
Widya Paramita
Afifa Khalida
author_facet Agustono agustono
Widya Paramita
Afifa Khalida
author_sort Agustono agustono
collection DOAJ
description Abstrak Asam amino adalah komponen terkecil yang menyusun protein. Sejumlah asam amino akan dihubungkan satu sama lain melalui perantara ikatan peptida untuk membentuk protein. Asam amino telah dibagi menjadi dua; yaitu asam amino esensial dan asam amino non-esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh ikan; karena itu asam amino esensial harus ada dalam pakan. Lisin adalah salah satu dari sepuluh asam amino esensial, fungsi lisin adalah untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lisin dalam pakan komersial terhadap retensi protein dan retensi energi ikan bawal air tawar. Metode yang digunakan adalah desain eksperimen rancangan acak lengkap. Perlakuan yang digunakan adalah kadar lisin yang berbeda, yaitu P0 (0%), P1 (0,6%), P2 (1,2%), P3 (2,4%), P4 (4,8%) dan perlakuan  diulang 4 kali. Parameter utama yang diamati adalah retensi protein dan retensi energi pada air tawar bawal. Parameter yang diukur didukung oleh parameter kualitas air. Analisis data menggunakan Analisis Varian (ANOVA) dan untuk menentukan perlakuan terbaik digunakan Duncan's multiple range test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan (p <0,05) dalam retensi protein dan energi adalah daging ikan bawal air tawar. Retensi protein dan retensi energi dalam pengobatan P1 (0,6% lisin), P2 (1,2% lisin), P3 (2,4% lisin) dan P4 (4,8% lisin) berbeda secara signifikan dengan perlakuan P0 (kontrol). Kualitas air selama 40 hari perlakuan ditetapkan pada suhu 27-300 C, pH 7,5-8,5, amonia 4 mg / l dan oksigen terlarut 4 mg / l.                                                                  Abstract Amino acids are the smallest components that compose proteins. A number of amino acids will be conducted to one another through the intermediary of peptide bonds to form proteins. Amino acids have divided into two; those are essential amino acids and non-essential amino acids. The essential amino acids are amino acids that can not be synthesized by the body of fish; therefore the essential amino acids must be in feed. Lysine is one of the ten essentials amino acids , the function of lysine are for the growth and repair body tissues. This research was aimed to determine the effect of lysine in commercial feed on protein retention and energy retention of freshwater Bawal.The method used is experiment with a completely randomized design as an experimental design. The treatment used is different lysine levels , namely P0 ( 0 % ) , P1 ( 0.6 % ) , P2 ( 1.2 % ) , P3 ( 2.4 % ) , P4 (4.8 % ) and treatment was repeated 4 times. The main parameters were observed protein retention and energy retention on Bawal fresh water. Parameters measured were supported by water quality parameters. Analysis of the data using Analysis of Varian ( ANOVA ) and to determine the best treatment used Duncan 's multiple range test. The results showed the significant differences ( p < 0.05 ) in protein retention and energy were freshwater pomfret fish meat. Retention of protein and energy retention in treatment P1 ( 0.6 % lysine ) , P2 ( 1.2 % lysine ) , P3 ( 2.4 % lysine ) and P4 ( 4.8 % lysine ) was significantly different with treatment P0 ( control ). The quality of water for 40 days treatment was set to temperature 27-300 C, pH 7.5-8.5, ammonia 4 mg/l and dissolved oxygen 4 mg/l.
format Article
id doaj-art-4820123969274d38964c9da86a8b8c49
institution DOAJ
issn 2085-5842
2528-0759
language English
publishDate 2017-11-01
publisher Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga
record_format Article
series Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan
spelling doaj-art-4820123969274d38964c9da86a8b8c492025-08-20T02:56:09ZengFaculty of Fisheries and Marine Universitas AirlanggaJurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan2085-58422528-07592017-11-01929810610.20473/jipk.v9i2.76374174Penambahan Lisin pada Pakan Komersial terhadap Retensi Protein dan Retensi Energi Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) <br><i>[Lysine Addition on Commercial Feed to the Protein Retention and Energy Retention Colossoma macropomum]<i>Agustono agustono0Widya Paramita1Afifa Khalida2Manajemen Kesehatan Ikan dan Budidaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, Indonesia.Manajemen Kesehatan Ikan dan Budidaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, Indonesia.Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga, Indonesia.Abstrak Asam amino adalah komponen terkecil yang menyusun protein. Sejumlah asam amino akan dihubungkan satu sama lain melalui perantara ikatan peptida untuk membentuk protein. Asam amino telah dibagi menjadi dua; yaitu asam amino esensial dan asam amino non-esensial. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh ikan; karena itu asam amino esensial harus ada dalam pakan. Lisin adalah salah satu dari sepuluh asam amino esensial, fungsi lisin adalah untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lisin dalam pakan komersial terhadap retensi protein dan retensi energi ikan bawal air tawar. Metode yang digunakan adalah desain eksperimen rancangan acak lengkap. Perlakuan yang digunakan adalah kadar lisin yang berbeda, yaitu P0 (0%), P1 (0,6%), P2 (1,2%), P3 (2,4%), P4 (4,8%) dan perlakuan  diulang 4 kali. Parameter utama yang diamati adalah retensi protein dan retensi energi pada air tawar bawal. Parameter yang diukur didukung oleh parameter kualitas air. Analisis data menggunakan Analisis Varian (ANOVA) dan untuk menentukan perlakuan terbaik digunakan Duncan's multiple range test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan (p <0,05) dalam retensi protein dan energi adalah daging ikan bawal air tawar. Retensi protein dan retensi energi dalam pengobatan P1 (0,6% lisin), P2 (1,2% lisin), P3 (2,4% lisin) dan P4 (4,8% lisin) berbeda secara signifikan dengan perlakuan P0 (kontrol). Kualitas air selama 40 hari perlakuan ditetapkan pada suhu 27-300 C, pH 7,5-8,5, amonia 4 mg / l dan oksigen terlarut 4 mg / l.                                                                  Abstract Amino acids are the smallest components that compose proteins. A number of amino acids will be conducted to one another through the intermediary of peptide bonds to form proteins. Amino acids have divided into two; those are essential amino acids and non-essential amino acids. The essential amino acids are amino acids that can not be synthesized by the body of fish; therefore the essential amino acids must be in feed. Lysine is one of the ten essentials amino acids , the function of lysine are for the growth and repair body tissues. This research was aimed to determine the effect of lysine in commercial feed on protein retention and energy retention of freshwater Bawal.The method used is experiment with a completely randomized design as an experimental design. The treatment used is different lysine levels , namely P0 ( 0 % ) , P1 ( 0.6 % ) , P2 ( 1.2 % ) , P3 ( 2.4 % ) , P4 (4.8 % ) and treatment was repeated 4 times. The main parameters were observed protein retention and energy retention on Bawal fresh water. Parameters measured were supported by water quality parameters. Analysis of the data using Analysis of Varian ( ANOVA ) and to determine the best treatment used Duncan 's multiple range test. The results showed the significant differences ( p < 0.05 ) in protein retention and energy were freshwater pomfret fish meat. Retention of protein and energy retention in treatment P1 ( 0.6 % lysine ) , P2 ( 1.2 % lysine ) , P3 ( 2.4 % lysine ) and P4 ( 4.8 % lysine ) was significantly different with treatment P0 ( control ). The quality of water for 40 days treatment was set to temperature 27-300 C, pH 7.5-8.5, ammonia 4 mg/l and dissolved oxygen 4 mg/l.https://e-journal.unair.ac.id/JIPK/article/view/7637lysine, protein retention, energy retention, freshwater bawal fish
spellingShingle Agustono agustono
Widya Paramita
Afifa Khalida
Penambahan Lisin pada Pakan Komersial terhadap Retensi Protein dan Retensi Energi Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) <br><i>[Lysine Addition on Commercial Feed to the Protein Retention and Energy Retention Colossoma macropomum]<i>
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan
lysine, protein retention, energy retention, freshwater bawal fish
title Penambahan Lisin pada Pakan Komersial terhadap Retensi Protein dan Retensi Energi Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) <br><i>[Lysine Addition on Commercial Feed to the Protein Retention and Energy Retention Colossoma macropomum]<i>
title_full Penambahan Lisin pada Pakan Komersial terhadap Retensi Protein dan Retensi Energi Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) <br><i>[Lysine Addition on Commercial Feed to the Protein Retention and Energy Retention Colossoma macropomum]<i>
title_fullStr Penambahan Lisin pada Pakan Komersial terhadap Retensi Protein dan Retensi Energi Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) <br><i>[Lysine Addition on Commercial Feed to the Protein Retention and Energy Retention Colossoma macropomum]<i>
title_full_unstemmed Penambahan Lisin pada Pakan Komersial terhadap Retensi Protein dan Retensi Energi Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) <br><i>[Lysine Addition on Commercial Feed to the Protein Retention and Energy Retention Colossoma macropomum]<i>
title_short Penambahan Lisin pada Pakan Komersial terhadap Retensi Protein dan Retensi Energi Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) <br><i>[Lysine Addition on Commercial Feed to the Protein Retention and Energy Retention Colossoma macropomum]<i>
title_sort penambahan lisin pada pakan komersial terhadap retensi protein dan retensi energi ikan bawal air tawar colossoma macropomum br i lysine addition on commercial feed to the protein retention and energy retention colossoma macropomum i
topic lysine, protein retention, energy retention, freshwater bawal fish
url https://e-journal.unair.ac.id/JIPK/article/view/7637
work_keys_str_mv AT agustonoagustono penambahanlisinpadapakankomersialterhadapretensiproteindanretensienergiikanbawalairtawarcolossomamacropomumbrilysineadditiononcommercialfeedtotheproteinretentionandenergyretentioncolossomamacropomumi
AT widyaparamita penambahanlisinpadapakankomersialterhadapretensiproteindanretensienergiikanbawalairtawarcolossomamacropomumbrilysineadditiononcommercialfeedtotheproteinretentionandenergyretentioncolossomamacropomumi
AT afifakhalida penambahanlisinpadapakankomersialterhadapretensiproteindanretensienergiikanbawalairtawarcolossomamacropomumbrilysineadditiononcommercialfeedtotheproteinretentionandenergyretentioncolossomamacropomumi