Penerapan Teknologi Evaporator Vakum untuk Meningkatkan Produktivitas Petani Gula Aren di Desa Umpungeng, Kabupaten Soppeng
Program pengabdian ini dilaksanakan di Desa Umpungeng, Kabupaten Soppeng, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas gula aren yang dihasilkan oleh kelompok petani lokal. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan teknologi evaporator vakum sebagai solusi inovatif untuk mempercepat proses p...
Saved in:
| Main Authors: | , , , , , |
|---|---|
| Format: | Article |
| Language: | Indonesian |
| Published: |
Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
2024-11-01
|
| Series: | Madaniya |
| Subjects: | |
| Online Access: | https://madaniya.biz.id/journals/contents/article/view/959 |
| Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
| Summary: | Program pengabdian ini dilaksanakan di Desa Umpungeng, Kabupaten Soppeng, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas gula aren yang dihasilkan oleh kelompok petani lokal. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan teknologi evaporator vakum sebagai solusi inovatif untuk mempercepat proses pemekatan nira aren dan menghasilkan produk gula aren yang lebih higienis dan berkualitas tinggi. Selain itu, inovasi dalam pengemasan menggunakan bakul lontar diperkenalkan guna meningkatkan nilai jual produk dengan pendekatan ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi teknologi evaporator vakum kepada kelompok petani, pelatihan teknis penggunaan alat, serta pendampingan dalam proses pengolahan gula aren menggunakan teknologi tersebut. Pelatihan inovasi pengemasan dilakukan bersama kelompok pengrajin bakul lontar, terutama perempuan desa, yang juga menerima pelatihan pembuatan desain bakul yang kreatif. Selain itu, pelatihan pemasaran digital juga diberikan untuk membantu petani dan pengrajin memasarkan produk mereka melalui platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan evaporator vakum berhasil mempercepat proses produksi gula aren hingga 50%, dengan peningkatan kapasitas produksi sekitar 30%. Sebanyak 25 peserta, yang terdiri dari kelompok petani dan pengrajin, terlibat aktif dalam pelatihan dan berhasil meningkatkan keterampilan mereka dalam pengolahan dan pemasaran produk. Pengemasan bakul lontar berhasil menambah daya tarik produk dan meningkatkan permintaan pasar, terutama di platform e-commerce.
|
|---|---|
| ISSN: | 2721-4834 |