PERBANDINGAN METODE PERHITUNGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN BERMOTOR RODA TIGA DI KOTA MAKASSAR

Perkembangan angkutan umum di Kota Makassar juga dirasakan secara langsung dampaknya oleh pengguna. Banyak pilihan angkutan umum yang tersedia, mulai dari angkutan umum konvensional sampai angkutan umum online. Kedua jenis angkutan umum masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu mod...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Louise Elizabeth Radjawane, Ika Apriyani, Wona Grace Boro, Eltrit Bima Fitrian, Monalisa Bumbungan
Format: Article
Language:Indonesian
Published: Universitas Jenderal Soedirman 2024-01-01
Series:Dinamika Rekayasa
Subjects:
Online Access:https://jurnal.dinarek.unsoed.ac.id/index.php/main/article/view/12
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Perkembangan angkutan umum di Kota Makassar juga dirasakan secara langsung dampaknya oleh pengguna. Banyak pilihan angkutan umum yang tersedia, mulai dari angkutan umum konvensional sampai angkutan umum online. Kedua jenis angkutan umum masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu moda transportasi umum konvensional yang diminati di Kota Makassar, yaitu becak motor (bentor). Becak motor (bentor) salah satu angkutan umum di Kota Makassar yang dapat digunakan bukan hanya untuk mengangkut barang atau orang, tetapi kombinasi keduanya. Bentor merupakan kendaraan bermotor dengan tiga roda, dimana kendaraan ini merupakan hasil modifikasi dari becak dan motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik operasional kendaraan bentor dan menghitung biaya operasional kendaraan bentor. Perhitungan biaya operasonal kendaraan metode Pacific Consultant International dan Kementerian Perhubungan, digunakan sebagai acuan dalam penelitian. Jumlah responden sebanyak 50 pengemudi bentor dan diperoleh pendapatan rata-rata harian pengemudi bentor sebesar Rp.50.000,00. Estimasi untuk biaya operasional bentor per kendaraan adalah Rp. 1.288,50/km menggunakan Metode Pacific Consultant International (PCI) dan Rp. 1.595,42/km menggunakan metode Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, 2002.
ISSN:1858-3075
2527-6131