The Legality of Abortion by Medical Personnel for Rape Victims in Indonesia: A Perspective from Maqashid Sharia by al-Syatibi and al-Tufi

This research aimed to analyze the legality of abortion by medical professionals for rape victims in Indonesia through the perspective of maqashid sharia. This study adopts a normative legal research approach, utilizing statutory interpretation (legal approach) and conceptual analysis (conceptual ap...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Nur Azizah, Mhd. Syahnan, Budi Sastra Panjaitan
Format: Article
Language:English
Published: UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu 2024-07-01
Series:Jurnal Madania
Subjects:
Online Access:https://ejournal.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/madania/article/view/3847
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
_version_ 1849407855270035456
author Nur Azizah
Mhd. Syahnan
Budi Sastra Panjaitan
author_facet Nur Azizah
Mhd. Syahnan
Budi Sastra Panjaitan
author_sort Nur Azizah
collection DOAJ
description This research aimed to analyze the legality of abortion by medical professionals for rape victims in Indonesia through the perspective of maqashid sharia. This study adopts a normative legal research approach, utilizing statutory interpretation (legal approach) and conceptual analysis (conceptual approach). The results of this study suggest that maqashid sharia emphasizes that abortions should not be performed arbitrarily and are only permissible in urgent situations that fulfill sharia objectives. This includes scenarios where the mother's life is at risk or serious medical conditions prevent the continuation of pregnancy. Such decisions should be made carefully, considering maslahah and mafsadat and involving consultations with medical experts and religious authorities. The maslahah principles elucidated by al-Tufi expand the flexibility in legal interpretation, allowing for Islamic law adaptation to contemporary needs and conditions. This is particularly relevant in abortion cases, where explicit guidance may not always be found in religious texts. Overall, the maqashid sharia approach to abortion underscores the importance of principles of justice, balance, and humanity in Islamic law. By considering all these aspects, Islamic law can provide relevant and adaptive guidance in addressing contemporary issues like abortion while remaining faithful to the primary objectives of sharia to achieve collective good and avoid harm.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas aborsi oleh tenaga medis bagi korban perkosaan di Indonesia melalui perspektif maqasid syariah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (legal approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada ketegangan antara norma hukum yang ketat dan prinsip-prinsip maslahat dalam maqasid syariah yang mengutamakan kesejahteraan dan perlindungan terhadap korban perkosaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa maqasid syariah menekankan bahwa aborsi tidak boleh dilakukan sembarangan dan hanya diperbolehkan dalam situasi mendesak dan memenuhi tujuan syariah. Ini termasuk situasi di mana kelangsungan hidup ibu terancam atau kondisi medis yang serius tidak memungkinkan kehamilan berlanjut. Keputusan tersebut harus diambil dengan hati-hati, dengan mempertimbangkan maslahah (barang publik) dan mafsadat (bahaya), dan melibatkan konsultasi dengan para ahli medis dan otoritas agama. Prinsip-prinsip mashlahah yang dijelaskan oleh al-Tufi memperluas fleksibilitas dalam interpretasi hukum, memungkinkan adaptasi hukum Islam dengan kebutuhan dan kondisi kontemporer. Ini sangat relevan dalam kasus aborsi, di mana tidak selalu ada panduan eksplisit dalam teks-teks agama. Secara keseluruhan, pendekatan maqasid syariah terhadap aborsi menggarisbawahi pentingnya prinsip-prinsip keadilan, keseimbangan, dan kemanusiaan dalam hukum Islam. Dengan mempertimbangkan semua aspek ini, hukum Islam dapat memberikan panduan yang relevan dan adaptif dalam menangani isu-isu kontemporer seperti aborsi, sambil tetap setia pada tujuan utama syariah untuk mencapai kebaikan bersama dan menghindari bahaya.
format Article
id doaj-art-438dd7e7b4c24156a2e2f08379cc22b4
institution Kabale University
issn 1410-8143
2502-1826
language English
publishDate 2024-07-01
publisher UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
record_format Article
series Jurnal Madania
spelling doaj-art-438dd7e7b4c24156a2e2f08379cc22b42025-08-20T03:35:55ZengUIN Fatmawati Sukarno BengkuluJurnal Madania1410-81432502-18262024-07-01281354410.29300/madania.v28i1.38473535The Legality of Abortion by Medical Personnel for Rape Victims in Indonesia: A Perspective from Maqashid Sharia by al-Syatibi and al-TufiNur Azizah0Mhd. Syahnan1Budi Sastra Panjaitan2UIN Syeikh Ali Hasan Ahmad Addari PadangsidimpuanUIN Sumatera UtaraUIN Sumatera UtaraThis research aimed to analyze the legality of abortion by medical professionals for rape victims in Indonesia through the perspective of maqashid sharia. This study adopts a normative legal research approach, utilizing statutory interpretation (legal approach) and conceptual analysis (conceptual approach). The results of this study suggest that maqashid sharia emphasizes that abortions should not be performed arbitrarily and are only permissible in urgent situations that fulfill sharia objectives. This includes scenarios where the mother's life is at risk or serious medical conditions prevent the continuation of pregnancy. Such decisions should be made carefully, considering maslahah and mafsadat and involving consultations with medical experts and religious authorities. The maslahah principles elucidated by al-Tufi expand the flexibility in legal interpretation, allowing for Islamic law adaptation to contemporary needs and conditions. This is particularly relevant in abortion cases, where explicit guidance may not always be found in religious texts. Overall, the maqashid sharia approach to abortion underscores the importance of principles of justice, balance, and humanity in Islamic law. By considering all these aspects, Islamic law can provide relevant and adaptive guidance in addressing contemporary issues like abortion while remaining faithful to the primary objectives of sharia to achieve collective good and avoid harm.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas aborsi oleh tenaga medis bagi korban perkosaan di Indonesia melalui perspektif maqasid syariah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (legal approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada ketegangan antara norma hukum yang ketat dan prinsip-prinsip maslahat dalam maqasid syariah yang mengutamakan kesejahteraan dan perlindungan terhadap korban perkosaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa maqasid syariah menekankan bahwa aborsi tidak boleh dilakukan sembarangan dan hanya diperbolehkan dalam situasi mendesak dan memenuhi tujuan syariah. Ini termasuk situasi di mana kelangsungan hidup ibu terancam atau kondisi medis yang serius tidak memungkinkan kehamilan berlanjut. Keputusan tersebut harus diambil dengan hati-hati, dengan mempertimbangkan maslahah (barang publik) dan mafsadat (bahaya), dan melibatkan konsultasi dengan para ahli medis dan otoritas agama. Prinsip-prinsip mashlahah yang dijelaskan oleh al-Tufi memperluas fleksibilitas dalam interpretasi hukum, memungkinkan adaptasi hukum Islam dengan kebutuhan dan kondisi kontemporer. Ini sangat relevan dalam kasus aborsi, di mana tidak selalu ada panduan eksplisit dalam teks-teks agama. Secara keseluruhan, pendekatan maqasid syariah terhadap aborsi menggarisbawahi pentingnya prinsip-prinsip keadilan, keseimbangan, dan kemanusiaan dalam hukum Islam. Dengan mempertimbangkan semua aspek ini, hukum Islam dapat memberikan panduan yang relevan dan adaptif dalam menangani isu-isu kontemporer seperti aborsi, sambil tetap setia pada tujuan utama syariah untuk mencapai kebaikan bersama dan menghindari bahaya.https://ejournal.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/madania/article/view/3847abortion legalitymedical professionalsrape victimsmaqasid sharia
spellingShingle Nur Azizah
Mhd. Syahnan
Budi Sastra Panjaitan
The Legality of Abortion by Medical Personnel for Rape Victims in Indonesia: A Perspective from Maqashid Sharia by al-Syatibi and al-Tufi
Jurnal Madania
abortion legality
medical professionals
rape victims
maqasid sharia
title The Legality of Abortion by Medical Personnel for Rape Victims in Indonesia: A Perspective from Maqashid Sharia by al-Syatibi and al-Tufi
title_full The Legality of Abortion by Medical Personnel for Rape Victims in Indonesia: A Perspective from Maqashid Sharia by al-Syatibi and al-Tufi
title_fullStr The Legality of Abortion by Medical Personnel for Rape Victims in Indonesia: A Perspective from Maqashid Sharia by al-Syatibi and al-Tufi
title_full_unstemmed The Legality of Abortion by Medical Personnel for Rape Victims in Indonesia: A Perspective from Maqashid Sharia by al-Syatibi and al-Tufi
title_short The Legality of Abortion by Medical Personnel for Rape Victims in Indonesia: A Perspective from Maqashid Sharia by al-Syatibi and al-Tufi
title_sort legality of abortion by medical personnel for rape victims in indonesia a perspective from maqashid sharia by al syatibi and al tufi
topic abortion legality
medical professionals
rape victims
maqasid sharia
url https://ejournal.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/madania/article/view/3847
work_keys_str_mv AT nurazizah thelegalityofabortionbymedicalpersonnelforrapevictimsinindonesiaaperspectivefrommaqashidshariabyalsyatibiandaltufi
AT mhdsyahnan thelegalityofabortionbymedicalpersonnelforrapevictimsinindonesiaaperspectivefrommaqashidshariabyalsyatibiandaltufi
AT budisastrapanjaitan thelegalityofabortionbymedicalpersonnelforrapevictimsinindonesiaaperspectivefrommaqashidshariabyalsyatibiandaltufi
AT nurazizah legalityofabortionbymedicalpersonnelforrapevictimsinindonesiaaperspectivefrommaqashidshariabyalsyatibiandaltufi
AT mhdsyahnan legalityofabortionbymedicalpersonnelforrapevictimsinindonesiaaperspectivefrommaqashidshariabyalsyatibiandaltufi
AT budisastrapanjaitan legalityofabortionbymedicalpersonnelforrapevictimsinindonesiaaperspectivefrommaqashidshariabyalsyatibiandaltufi