Penilaian Kualitas Air Sungai Sekanak dengan Pendekatan Mikrobiologi

Sungai merupakan salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Banyaknya permukiman di sepanjang sungai sangat memengaruhi kualitas air dari sungai. Penurunan kualitas air ditandai dengan perubahan warna air, bau, dan adanya bakteri Coliform fecal (E. coli). Penelitia...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Fitri Hairul Nisak, Mutiara Manda Sari, Ririn Aulia RA, Ahmad Dwitanto, Tito Nurseha, Riri Novita Sunarti
Format: Article
Language:English
Published: Universitas Nusa Nipa 2025-02-01
Series:Spizaetus
Subjects:
Online Access:https://spizaetus.nusanipa.ac.id/index.php/spizaetus/article/view/439
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Description
Summary:Sungai merupakan salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Banyaknya permukiman di sepanjang sungai sangat memengaruhi kualitas air dari sungai. Penurunan kualitas air ditandai dengan perubahan warna air, bau, dan adanya bakteri Coliform fecal (E. coli). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sungai Sekanak berdasarkan faktor fisika, kimia, dan mikrobiologi. Uji laboratorium yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan bakteri Coliform yang merupakan indikator pathogen dalam air. Pengambilan sampel air menggunakan metode purposive sampling, dan uji laboratorium dengan menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Hasil analisis mikrobiologi pada sampel air sungai sekanak 1-12 menunjukkan nilai indeks 1100/100 mL, 460/100 mL, 240/100 mL, 75/100 mL, 75/100 mL, 1100/100 mL, 64/100 mL, 1100/100 mL, 1100/100 mL, 1100/100 mL, 1100/100 mL, 2400/100 mL. 12 sampel uji menunjukkan hasil yang tidak memenuhi syarat nilai cemaran Coliform fecal (E. coli) sesuai surat keputusan menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 907 / MENKES / Sk / VII / 2002 menyatakan bahwa air minum harus memenuhi persyaratan dengan tingkat kontaminasi 0/100 mL untuk keberadaan Coliform. Data parameter fisika yang meliputi suhu, dan kekeruhan air, serta parameter kimia berupa pH menunjukkan hasil yang lebih besar dibandingkan baku mutu air sungai pada Peraturan Perundangan Republik Indonesia No.22 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa air sungai tidak memenuhi syarat untuk kebutuhan higiene sanitasi.
ISSN:2716-151X
2722-869X